Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

10 Titik Longsor Memutus Jalan Provinsi Noa-Golo Welu, Manggarai Barat

0 17
KORANTIMOR.COM – LABUAN BAJO –

Curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo dan sekitarnya Manggarai Barat selama sepekan terakhir mengakibatkan terjadinya sepuluh sepuluh titik longsur yang memutus Jalan Provinsi Noa-Golo Welu, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (8/1/21).

Berdasarkan rekaman video yang diperoleh media ini dari masyarakat setempat, ratusan kubik material longsoran sempat memutus akses lalu lintas kendaraan dan masyarakat ke Kota Labuan Bajo pada Sabtu pekan lalu. Namun karena kesigapan pemerintah daerah setempat, bekerjasama dengan aparat TNI-Polri serta kontraktor (pemilik alat berat, red) maka jalan tersebut dapat dilintasi kendaraan saat ini.

Walaupun material longsoran telah dibersihkan dan jalan tersebut dapat dilintasi kendaraan, namun badan jalan masih dipenuhi oleh sisa-sisa longsoran. Sisa-sisa longsoran tersebut menyebabkan jalan menjadi licin karena itu perlu kehati-hatian pengendara saat melintasi ruas jalan bekas longsoran.

Direktur PT. Gunung Sari Indah, Heri salah satu kontraktor pelaksana yang menangani salah satu paket pekerjaan ruas Noa-Golo Welu (APBD I) KSO dengan PT. Lestari Nauli Jaya, yang berhasil dihubungi tim media ini melalui sambungan telephon salulernya pada Sabtu (9/1/21) mengakui terjadinya longsoran di ruas jalan tersebut.

“Iya benar. Kemarin ada longsor yang sempat memutus akses masyarakat ke Kota Labuan Bajo. Longsor menutup seluruh badan jalan dengan panjang sekitar 20 meter hingga 30 meter. Ketinggian tumpukan material dua hingga tiga meter dan lebar delapan meter. Akses jalan tertutup total, sehingga terjadi kemacetan sekitar ratusan meter,” ujar Heri.

Mendapatkan laporan adanya longsor di ruas jalan yang ditangani perusahaannya, Heri segera mengerahkan alat berat menuju titik longsor. Dibantu aparat TNI-Polri dan anggota Satgas dari BPBD Kabupaten Manggarai Barat, serta aparat Kecamatan Kuwus, pihaknya dapat membersihkan material longsoran.

“Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan namun harus tetap hati-hati karena jalan yang licin. Kami masih melakukan pembesihan sisa-sisa material longsor secara manual,” katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap berupaya agar sisa-sisa material longsor dapat selesai dalam waktu dekat agar lalu lintas warga kembali normal. Namun ia meminta warga untuk tetap berhati-hati ketika melalui ruas jalan tersebut karena sangat rawan longsor. Apalagi di saat curah hujan tinggi seperti saat ini.

Menurut Heri, ruas jalan tersebut memang sangat rawan longsor. Sudah berulangkali terjadi longsor sejak pihaknya menangani pekerjaan pada ruas jalan tersebut. Walaupun terkendala cuaca dan longsor, namun Heri selaku penanggungjawab pekerjaan pada ruas jalan tersebut menegaskan tetap beraktifitas seperti biasanya.

“Proses penanganan longsoran di sepuluh titik tersebut, saat ini mengalami kemajuan yang sangat signifikan sehingga masyarakat maupun kendaraan baik roda dua maupun roda empat sudah bisa beroperasi seperti biasa,” tandasnya.

Heri mengakui, keadaan cuaca ini membuat beberapa titik yang belum rampung dikerjakan. Namun pihkanya tetap memiliki komitmen dan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan longsoran tersebut selesai dalam waktu dekat.

Pantauan media ini, nampak beberapa alat berat milik PT. Gunung Sari Indah mulai melakukan pembersihan material longsor. Pembersihan terus dilakukan dibantu dengan aparat setempat. Pembersihan material longsoran dilakukan dari pagi hingga sore hari. Pembersihan longsoran sengaja tidak dilakukan pada malam hari karena selain hujan yang masih terus mengguyur, juga dikuatirkan akan ada longsoran susulan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim media ini dari masyarakat setempat saat mendatangi ruas jalan tersebut pertengahan Desember 2010 lalu, sudah sering terjadi longsor di ruas jalan tersebut sejak memasuki musim hujan. “Sudah ulang-ulang longsor disini. Tebing longsor kalau hujan banyak. Sampai tutup badan jalan. Untungnya tidak ada korban jiwa,” ujar seorang warga. (kt/tim)

Comments
Loading...