Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Sambut Hari Ibu, Salimah Nusa Tenggara Timur Gelar Ngobrol Asyik

0 53

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Dalam rangka menyambut hari Ibu (Mother’s Day), Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Ngobrol Asyik Special Hari Ibu secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom pada Ahad/Minggu (13/12 2020), Kegiatan bertajuk Meneladani Ketangguhan Ummahatul Mukminin itu dihadiri sejumlah peserta tidak hanya berasal dari NTT, tetapi juga dari Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat. Peserta dari NTT sendiri, tidak hanya berasal dari Kota Kupang, tetapi ada yang dari Ende, Flores Timur, Labuan Bajo dan Ngada. Sedangkan untuk narasumber, Ngobrol Asyik Special Hari Ibu PW Salimah menghadirkan Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Salimah, Nur Hamidah, Lc., M.Ag.

Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Nusa Tenggara Timur menggelar Ngobrol Asyik Special Hari Ibu secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad, 13/12 2020, bertajuk Meneladani Ketangguhan Ummahatul Mukminin

Ketua Salimah NTT, Wirda H. Kasim dalam sambutannya dipembuka kegiatan zoom meeting tersebut menjelaskan dan menegaskan visi yang diemban Salimah. “sebagai ormas yang peduli perempuan, anak dan keluarga Indonesia, Salimah selalu merasa terpanggil berbagi, termasuk berbagi ilmu. Terkhusus di masa pandemi ini, dimana sebagai muslimah dalam melaksanakan perannya sebagai anak, saudara, istri dan ibu, tentunya ia harus lebih tangguh dibandingkan hari-hari normal sebelumnya. Dan hari ini, kami bersinergi dengan Forum Silaturrahim Majelis Taklim (FOSIMATA) Kota Kupang mengajak peserta belajar bersama meneladani ketangguhan ummahatulmukminin,” jelas Wirda.

Sementara itu, Nur Hamidah, Lc., M.Ag., selaku narasumber pada kegiatan tersebut memaparkan bahwa para sahabiyat adalah kisah keteladanan bagi perempuan kontemporer. Mereka (para sahabiyat) menjalankan tiga peran penting, yakni: pertama, menjadi daiyah di rumah sebagai ibu yang bertaqwa menjaga anaknya dari api neraka dan menjadi istri yang bertaqwa menjaga suaminya dari api neraka, sebagaimana pelajaran yang dipetik dari kisah Sumayyah dan keluarga Yasir/ Ummu Rumman serta perannya dalam hijrah Rosulullah.

Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Salimah, Nur Hamidah, Lc., M.Ag.

Kedua, menjadi hamba yang bertaqwa menjaga dirinya dari api neraka, seperti pada kisah Sahabiyat menjaga suami dan anaknya dari api neraka, termasuk kisah Ibunda Khadijah dan Ummu Anas bin Malik. Dan ketiga, menjadi anggota masyarakat yang bertaqwa yang peduli dengan masyarakat lain dan menyelamatkan anak generasi bangsa dari api neraka, sebagaimana kisah Aisyah, Ummu Haram- Nusaibah, Ummu Salamah, Zainab istri Ibnu Mas’ud dan Hafsah,”papar Nur Hamidah.

Lebih lanjut, Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Salimah itu menegaskan bahwa seorang perempuan untuk meraih surga Firdaus, tidak cukup dengan kesholihannya di dalam rumah, tetapi juga harus mampu menebar manfaat ke masyarakatnya sesuai kemampuan yang dimilikinya.

“Urgensi dan peran kita sebagai muslimah harus kita pahami, kisah hancur atau bangkitnya satu negeri karena wanita dan wanita adalah agen perubahan. Olehnya kita harus senantiasa belajar dari kisah Sahabiyat,” tegasnya.

Acara ini mendapat tanggapan baik dari masyarakat yang mengaku betul-betul paham dengan materi yang dipaparkan narasumber dan bahkan termotivasi. “Materi dibawakan oleh narasumber yang luar biasa menjadikan kita betul-betul paham dan termotivasi. Terima kasih sudah memberikan kesempatan bersinergi bagi kami, Fosimata Kota Kupang,”ungkap Ketua Fosimata Kota Kupang, Hj. Nuraini Wahid yang juga menyimak materi hingga akhir. Peserta juga berharap adanya keberlanjutan acara tersebut. (Gsn/red)

Comments
Loading...