Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Araksi Minta Polda NTT Periksa Bupati TTS Terkait Kasus Dugaan Korupsi RSP. Boking Senilai Rp. 14,5 M

0 313

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera memeriksa Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun, ST. MM terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking tahun 2017 dengan kerugian negara sekitar Rp.14,5 Milyar dari total anggaran Rp. 17,4 Milyar.

Demikian disampaikan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi), Alfred Baun melalui siaran persnya di Kupang pada Jumat (11/12/2020).

“Jadi kita berharap pak Bupati Epy Tahun ikut bertanggungjawab menjelaskan kasus ini, karena beliau sebagai Asisten Ahli dan plt Sekda TTS saat itu (tahun 2017, red) pasti tahu banyak tentang pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking. Kerugian negara besar, sementara plafon-plafon rumah sakit itu mulai roboh (jatuh). Beliau (Bupati Epy Tahun, red) harus bicara agar kasus ini bisa dijernihkan,” tegasnya.

Menurut Alfred Baun, penyebab robohnya gedung RS. Pratama Boking adalah akibat adanya penghapusan perencanaan mayor sebesar Rp.4 Milyar untuk pembangunan penahan tebing dimana gedung tersebut dibangun.

”Penahan tebing di samping kiri dan kanan gedung RSP itu harus dibangun tetapi dicoret, sehingga setelah gedung RSP dibangun, tanah di sekitar tebing roboh dan bangunan di atasnya ikut roboh. Jadi kita harap perlu diinvestigasi siapa yang mencoret anggaran mayor ini,” papar Alfred Baun.

Araksi menemukan, lanjut Alfred Baun, bahwa dugaan kerugian negara sebesar Rp.14,5 Milyar itu sesuai dengan hasil audit BPKP NTT dari total plafon anggaran sebesar Rp.17,4 Milyar tahun 2017. “Awalnya gedung RS. Pratama Boking yang baru diresmikan itu roboh, dan berdasarkan investigasi dan audit BPKP NTT, ditemukan kerugian negara sebesar Rp.14,5 Milyar,“ tandasnya.

Menurut Ketua Araksi itu, kasus tersebut sebelumnya telah ditangani oleh Polres TTS, namun POLDA NTT meragukan kinerja POLRES TTS dalam menangani kasus tersebut sehingga kasus tersebut diambil alih oleh POLDA NTT. Namun sayangnya penanganan kasus tersebut juga tidak berjalan baik hingga saat ini. Kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking (RSP.Boking) itu sudah lama mengendap di POLDA NTT sejak Agustus 2020 lalu.

“ARAKSI memahami bahwa POLDA NTT sebelumnya lebih fokus pada penanganan kasus korupsi pengadaan bawang merah Kabupaten Malaka, namun karena penanganan kasus korupsi pengadaan bawang merah Malaka sudah lurus, maka ARAKSI berharap POLDA NTT juga kembali fokus menangani kasus RSP,”. Boking.

Diakhir penjelasannya, Alfred Baun berharap agar kasus ini segera diekspos dan dilanjutkan dengan penetapan tersangka mengingat kasus ini sudah dibuka sejak tahun 2017 lalu.

Sementara itu, Bupati TTS,Epy Tahun yang dikonfirmasi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp/WA pada Senin (14/12/2020) pukul 17.19 dan pukul 18.23 Wita tidak menjawab, walau telah membaca pesan WA wartawan. (ang/red)

 

 

Comments
Loading...