Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Sebanyak 112 Orang Pegawai Lapas Kelas II A Kupang Jalani Test Swab

0 18

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Sebanyak 112 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kupang menjalani pemeriksaan Swab (Swab test) selama 2 (dua) hari, mulai dari tanggal 2 hingga 3 Desember 2020. Kegiatan tersebut sesuai amanat atau perintah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tujuan untuk mencegah berkembangnya Covid 19 atau mencegah klaster- klaster baru di lingkungan KEMENKUMHAM. Khususnya di LAPAS Kelas II A Kupang dan RUTAN.

Demikian disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kupang, Badarudin saat ditemui tim media ini di ruang kerjanya pada Kamis (03/12/2020) seusai pelaksaan kegiatan Swab test terhadap para pegawainya.

“Karena LAPAS dan RUTAN rentan sekali terhadap penyebaran Covid-19 ini, sehingga dipandang perlu. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil Hukum dan HAM NTT, red) menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan Rapid dan Swab test bagi seluruh pegawainya,” jelasnya.

Menurut Badarudin, pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan swab test keluar, karena masih ada beberapa jadwal yang harus dilakukan oleh PRODIA mengingat Kemenhumh bekerjasama dengan PRODIA, sehingga untuk sementara ini pihaknya menunggu hasilnya dari Kakanwil.

“Kami hanya disuruh menunggu saja, mempersiapkan segala sesuatunya karena ini bergilir. Yang pertama dari tanggal 2 hingga 3 Desember Swab, nanti dari BAPAK, LPKA, LPP, RUTAN, RUDENIM dan juga pegawai kantor wilayah,” ujarnya.

Kalapas juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut sangat membantu pihaknya mendeteksi dini manakala ada yang terkontaminasi Covid-19, akan segera ditangani dengan baik dan serius agar tidak terjadi penyebaran.

“Ini berhubungan dengan warga binaan yang ada di dalam yang berjumlah sekitar 448 orang. Meski demikian kami selalu mematuhi dan mengikuti protocol covid. Langkah yang kami lakukan ya sama dengan yang di luar yakni 3M; yaitu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan selalu waspada. Saya selalu sampaikan kepada pegawai agar kita lakukan penyuluhan terus tentang kesehatan dan seterusnya. Sehingga tidak terjadi klaster- klaster baru,”jelasnya.

Menurut Badarudin, hal tersebut sebagai deteksi dini dan pencegahan dini terhadap penyebaran Covid. “Jadi yang warga binaan yang kita lakukan (rapid test dan swab test, red) adalah (mereka) yang baru datang. Sedang yang sudah ada lama, kita belum ada rencana,”ujarnya.

Kita berpikir, kata Badarudin, kedepan perlu dilakukan rapid test dan swab test karena saat ini terkendala biaya/anggaran. Salah satu langkah pencegahan awal yang dilakukan pihaknya yaitu memberikan vitamin C dan masker serta menjaga kebersihan dan penerapan 3M sambil menunggu kebijakan -kebijakan dari Kemenhumham. (kos/red)

Comments
Loading...