Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Tidak Sita Barang Bukti, Kuasa Hukum ILY Pertanyakan Profesionalisme Penyidik Polres Sikka

0 22

KORANTIMOR.COM – SIKKA –

Barang Bukti (mobil Toyota Calya Warna Putih tahun 2016 No.Plat AB 1933 FJ) kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan dengan tersangka, Muhammad Iqbal (MI) yang dilaporkan korban, Ika Lupita Yuliastuti alias ILY (Laporan Polisi Nomor : LP/256/X/2020/NTT/Res. Sikka tanggal 26 Oktober 2020) tidak disita pihak Penyidik Kepolisian Resort Sikka. Barang bukti tersebut justeru ditemukan ILY (korban) dipakai oleh Anggota Polres Sikka (inisial S). Kuasa Hukum ILY pun mempertanyakan (mengkritisi, red) profesionalisme Penyidik Polres Sikka.

Demikian siaran pers yang dikeluarkan Kuasa Hukum ILY, Meridian Dewanta Dado, SH yang diterima media ini pada Senin (30/11/2020) seusai mendatangi Polres Sikka untuk bertemu Kapolres Sikka, AKBP Sajimin.

“Dalam pertemuan dengan Kanit Pidum Polres Sikka (30/11/2020), Aiptu Sang Nyoman Parwata, kami mempertanyakan mengapa barang bukti mobil Toyota Calya warna putih tahun 2016 No.Plat AB 1933 FJ tidak disita. Padahal barang bukti tersebut tersebut merupakan satu-kesatuan aset milik klien kami yang dilaporkan di Polres Sikka. Menurut kami, semestinya barang aset tersebut disita sesuai Pasal 39 ayat (1) KUHAP yang menegaskan bahwa benda-benda yang dapat dikenakan penyitaan adalah benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagiannya diduga diperoleh dari tindak pidana atau sebagai hasil dari tindak pidana,” jelasnya.

Menurut Advokat PERADI itu, dengan tidak dilakukannya penyitaan terhadap barang bukti tersebut oleh penyidik Polres Sikka, maka urgensi penyelamatan aset kliennya (ILY) dan juga kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan pada perkara pidana yang dilaporkan oleh kliennya menjadi tidak maksimal dan tidak valid serta bisa saja berdampak pada bolak-baliknya berkas perkara dari tangan Kejaksaan Negeri Maumere ke Polres Sikka dikarenakan kurang lengkapnya bukti-bukti yang tersita oleh Polres Sikka.

“Menjadi pertanyaan kami adalah mengapa barang bukti yang tidak ikut disita itu menurut keterangan korban (Ika Lupita Yuliastuti) menemukan justru bebas dipakai oleh seorang oknum polisi bernama Soni,”.

Kalaupun ada suatu dalil, kata Meridian, yang menyebutkan bahwa oknum polisi atas nama Soni itu membeli mobil Toyota Calya warna putih tahun 2016 No.Plat AB 1933 FJ dari tersangka Muhammad Iqbal dengan membayar senilai Rp. 90 juta dengan bukti kwitansi, maka pertanyaannya bukankah dokumen kepemilikan mobil tersebut itu sedari awalnya nyata-nyata atas nama Ika Lupita Yuliastuti?

“Sehingga seharusnya klien kami Ika Lupita Yuliastuti yang berhak menjual atau mengalihkan mobil miliknya itu ke tangan orang lain dan bukan tersangka Muhammad Iqbal,” tegasnya.

Koordinator TPDI NTT itu menambahkan bahwa Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 9 menyebutkan bahwa; “setiap Anggota Polri yang melaksanakan tugas penegakan hukum sebagai penyelidik, penyidik pembantu, dan penyidik wajib melakukan penyelidikan, penyidikan perkara pidana, dan menyelesaikannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada atasan penyidik.”

Dengan demikian, lanjut Meridian, semestinya Polres Sikka wajib melakukan penyitaan terhadap aset mobil Toyota Calya warna putih tahun 2016 No.Plat AB 1933 FJ sesuai ketentuan Pasal 39 ayat (1) KUHAP, sehingga kepercayaan terhadap lembaga Polres Sikka yang dipimpin oleh AKBP Sajimin tersebut kedepannya akan semakin diapresiasi oleh masyarakat Kabupaten Sikka, sebab Polres Sikka konsisten mendorong profesionalismenya yang tercermin lewat kinerja-kinerja penegakan hukum yang berkeadilan.

Meridian membeberkan bahwa dalam kasus itu, tersangka Muhammad Iqbal selaku suami siri dari kliennya IL menipu dan menggelapkan aset-aset milik kliennya berupa mobil Toyota Calya warna putih tahun 2016 No.Plat AB 1933 FJ, juga Sertifikat Tanah Hak Milik seluas 11×20 M2 di Kelurahan Wolomarang – Alok Barat, Motor merk Vario warna hitam tahun 2015 No.Plat EB 5689 BJ, Gelang Rantai dan Kalung Emas masing-masing seberat 25 gram dan 17 gram serta uang senilai Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Meridian Dado selaku Kuasa Hukum bersama kliennya Ika Lupita Yuliastri mendatangi Polres Sikka pada hari Senin, 30 November 2020 pukul 09:00 Wita, dengan maksud menemui Kapolres Sikka AKBP Sajimin dan mempertanyakan perkembangan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Iqbal yang telah ditahan di sel Polres Sikka.

Bersama kliennya ILY, mereka menunggu selama 30 menit lebih untuk bisa bertemu dengan Kapolres Sikka AKBP Sajimin, namun sayangnya hal itu batal dilakukan oleh sebab Kapolres Sikka AKBP Sajimin beralasan masih ada pertemuan dengan relasinya. Kami kemudian mereka diarahkan untuk bertemu Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Wahyu Agha Ari Septyan S, SIK. Meridian dan kliennya menuju ruangan Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Wahyu Agha Ari Septyan S, SIK, namun setelah menunggu selama 1 jam lebih, mereka justru diarahkan oleh Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Wahyu Agha Ari Septyan S, SIK untuk bertemu Kanit Pidum Polres Sikka AIPTU Sang Nyoman Parwata. (kt)

Comments
Loading...