Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Minyak Mentah Hasil Pirolisis Sampah Plastik Jenis PP Menyamai Minyak Tanah

0 228

Oleh: Gusnawati, S.T., M.Eng
(Staf Dosen Fakultas Sains dan Teknik Undana)

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Plastik merupakan salah satu barang yang pemanfaatannya meningkat setiap tahun; baik di berbagai bidang industri maupun rumah tangga. Sekalipun diminati karena harga produksi yang murah, ringan dan bersifat isolator, namun plastik menimbulkan dampak yang dapat merusak lingkungan.

Jika di atas permukaan tanah, plastik menyebabkan banjir. Sebaliknya di dalam tanah, plastik sulit terurai, butuh waktu yang lama untuk terurai, sehingga sangat berpotensi mencemari lingkungan.

Salah satu plastik yang sering ditemui adalah jenis Polypropylene (PP) seperti kemasan produk (plastik shrink wrap), kemasan makanan sekali pakai, kemasan penyimpanan dan pengangkutan produk makanan seperti sayuran dan buah-buahan, dan plastik yang sering digunakan oleh industri kesehatan seperti pembuatan jarum suntik, alat intravena, dan botol specimen, dan sebagainya.

Plastik jenis ini dapat dipintal menjadi serat yang kemudian digunakan kembali untuk membuat benang yang sangat kuat dan murah. Kelebihannya yaitu plastik PP memiliki kombinasi yang baik, seperti fleksibilitas, kekuatan dan ketahanan akan benturan.

Akan tetapi meskipun memiliki ketahanan terhadap senyawa asam dan basa, plastik PP juga merupakan bahan yang mudah terbakar, menjadi rapuh saat suhu di bawah -20 derajat celsius dan mulai kehilangan kekuatan strukturnya pada suhu 120 derajat celsius. Paparan sinar UV juga membuat plastik PP menjadi mudah rapuh.

Saat ini sampah plastik, termasuk jenis PP dipandang memiliki potensi yang dapat diberdayagunakan. Salah satunya melalui proses daur ulang dimana sampah diolah kembali menjadi produk yang memiliki kualitasvbahkan hampir sama dengan produk aslinya. Cara daur ulang yang dapat dilakukan dengan mengkorversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair (minyak) melalui pirolisis.

Pirolisis adalah dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lainnya, dimana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas.

Proses pemanasan dapat dilakukan dalam tabung reaktor dengan proses pendinginan menggunakan Soklet atau reflag yang terbuat dari kaca dengan menggunakan air sebagai fluida pendingin yang bersirkulasi untuk mendinginkan gas yang keluar dari reaktor. Air bersirkulasi di dalam Soklet atau reflag dengan bantuan pompa air.

Pirolisis dengan bahan dasar awal 1 (satu) kilogram sampah plastik berjenis PP, dipilih plastik cup bekas air mineral menggunakan reaktor dari tabung pipa dengan tinggi 70 centi meter sebanyak dua buah; masing-masing diameter 8 dim dan 6 dim, yang dihubungkan ke kondensor dengan menggunakan pipa dengan diameter ¾ dim.

Kondensor yang digunakan sebanyak 2 buah pipa kuningan 3/8 inci membentuk zig-zag, dengan air sebagai fluida pendingin. Proses pirolisis akan menghasilkan minyak, char dan gas. Minyak ini yang kemudian disebut minyak pirolisis.

Minyak pirolisis dari satu kilogram sampah plastik berjenis PP berwana kekuningan hingga oranye menyerupai bensin dan solar sedangkan char yang dihasilkan ada yang berupa cairan dan padatan.

Jika proses pirolisis ini dilakukan dengan temperatur yang divariasikan 250 derajat celsius, 300 derajat celsius dan 350 derajat celsius, ternyata akan menghasilkan minyak pirolisis sebanyak satu liter untuk temperatur 250 derajat celsius, dan 1,1 liter untuk temperatur 300 derajat celsius serta 1.2 liter untuk temperatur 350 derajat celsius.
Sedangkan Char yang dihasilkan berupa cairan untuk temperatur 250 derajat celsius dan berupa padatan untuk temperatur 300 derajat celsius dan 350 derajat celsius.

Minyak pirolisis yang diperoleh kemudian diuji untuk mengetahui nilai viskositas atau kekentalannya, massa jenis dan nilai kalornya. Masing-masing dengan menggunakan Viscometer Oswald, tabung uji jenis pyrex dan Calorimeter Bomb Toshiwal Ltd.

Massa jenis minyak pirolis dari ketiga variasi temperatur itu diperoleh sebesar 0.8 gr/cm3, sedangkan untuk nilai viskositasnya berkisar 0.43cp hingga 0.48 cp. Titik api yang diperoleh sebesar 80.3 derajat celsius hingga 90.4 derajat celsius, sedangkan untuk titik nyala diperoleh 338.9 derajat celsius sampai 349.7 derajat celsius. Hasil ini menyamai bahan bakar minyak tanah. (red)

Comments
Loading...