Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

NTT Harus Jadi Pionir Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila

0 15

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Nusa TenggaraTImur (NTT) harus menjadi pionir internalisasi nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus selalu disosialisasikan dan diinternalisasikan mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah dan masyarakat umumnya sehingga nilai-nilai tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang abstrak tetapi menjadi suatu kebaikan hidup.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) dalam sambutannya saat membuka acara Talk Show Nilai-Nilai Pancasila dan Trilogi Kerukunan di Auditorium Pos Kupang, Selasa (24/11).

“NTT harus jadi pionir dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila untuk kemudian ditularkan ke seluruh Indonesia. Karena semua orang tahu, embrio Pancasila itu lahir dari NTT melalui permenungan-permenungan mendalam dari Bung Karno saat pengasingan di Ende,” ujar JNS.

Menurut Wagub JNS, nilai-nilai Pancasila harus secara terus menerus diajarkan mulai dari lingkungan keluarga. Lalu di lingkungan sekolah dan selanjutnya kepada masyarakat pada umumnya. “Saat ini nilai-nilai Pancasila mengalami degradasi terutama di kalangan generasi muda. Banyak orang mulai menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang abstrak. Padahal Pancasila mengajarkan tentang bagaimana hidup yang baik di dunia,” jelas pria asal Ngada tersebut.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI dua periode itu mengungkapkan, Pancasila itu ideologi yang luar biasa. Tidak ada satu landasan humanisme di dunia ini yang seperti Pancasila, kalau kita uraikan nilai-nilai dasar dan kontekstualnya.

“Pancasila dari sudut kesisteman sangatlah lengkap. Ada input, proses, output dan outcomenya. Inputnya adalah sila pertama dan sila kedua, ini merupakan dasar. Prosesnya adalah sila ketiga dan keempat, persatuan dari berbagai suku, ras dan agama membentuk negara Indonesia serta melaksanakan demokrasi berdasarkan musyawarah mufakat dan perwakilan. Outputnya adalah keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sementara outcomenya yakni kesejahteraan baik lahir maupun batin,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu, Ketua FKUB NTT ,Maria Theresia Geme dalam kesempatan bicaranya memberikan apresiasi kepada pemerintah Provinsi NTT yang senantiasa mendukung keberadaan FKUB.

“Waktu pertemuan tingkat Nasional, banyak FKUB Provinsi lain yang mengeluh dan protes karena tidak dapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah. Tetapi FKUB NTT selalu mendapatkan dukungan penuh dan bantuan dari Pemerintah Provinsi. FKUB NTT terus berupaya dan berkomitmen untuk wariskan nilai-nilai kerukunan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.

Acara yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Harian Pos Kupang itu menampilkan pembicara antara lain Dr. Nober Jegalus, Dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Agama Universtas Widya Mandira Kupang.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Yohanes Octavianus dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Rihi serta para anggota FKUB, insan pers dan undangan lainnya. (kt/hms).

Comments
Loading...