Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Gubernur NTT Sebut Dirut TVRI Orang Paling Tolol dan Belum Layak Jadi Dirut

0 344

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyebut Direktur Utama TVRI, Imam Brotoseno orang paling tolol dan belum layak menjadi seorang DIRUT TVRI. Kalimat kasar itu diungkapkan VBL lantaran Dirut TVRI dalam sambutannya sebelum peresmian Stasiun TVRI Papua Barat, tepat di Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober sama sekali tidak menyapa Presiden Joko Widodo dan para Menteri.

Hal ini diungkapkan Gubernur VBL seusai mengikuti acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Secara Virtual di Lantai IV Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (28/10/2020).

“Saya pikir Direktur Utama TVRI itu belum layak jadi seorang DIRUT. Sensitifitasnya tidak ada. Pengresmian TVRI Papua Barat itu kan adalah rangkaian acara dari acara peringatan Hari Sumpah Pemuda, dimana bapak Presiden (Presiden Jokowi, red) hadir sebagai inspektur upacara. Sekelas DIRUT TVRI harus tau itu, dan dia tidak menyapa bapak Presiden dan Menteri itu menurut saya merupakan orang yang paling tolol,” tandasnya.

Menurut Gubernur VBL, TVRI tidak layak ada di Provinsi NTT apabila dipimpin orang seperti itu (Imam Brotoseno, red). “Kita sampaikan bahwa TVRI tidak layak ada di NTT bila dipimpin oleh orang seperti itu,” tegas VBL.

Sementara itu, menegaskan kembali pernyataan Gubernur NTT itu, Karo Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, M.,Si yang ditemui awak media di area Ground Floor Kantor Gubernur NTT di hari yang sama, menyampaikan bahwa Gubernur NTT meminta agar DIRUT TVRI dicopot, atau minimal menyampaikan permohonan maaf secara Nasional kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Tentu tidak etis seorang Direktur Utama tidak menyapa Bapak Presiden, Para Menteri, dan para Gubernur se-Indonesia. Oleh karena itu Gubernur NTT menyampaikan protes keras dan menghendaki agar DIRUT TVRI dicopot. Kalau tidak dicopot, minimal lakukan permohonan maaf secara Nasional kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat NTT,”ungkap Djelamu.

Ia juga berharap agar permohonan maaf DIRUT TVRI itu dapat disampaikan secepatnya agar tidak terjadi keributan dan situasi tetap aman. Ia juga berharap agar kedepannya, DIRUT TVRI lebih memperhatikan etika-etika protokoler, khususnya acara yang berkaitan dengan acara protokoler. “Kita berharap etika-etika protokoler itu diperhatikan. Masa sekelas DIRUT tidak paham acara protokoler,”tegasnya.

Seperti disaksikan media ini, Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus peresmian Stasiun TVRI Papua Parat yang dilaksanakan secara virtual itu, selain dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, juga turut dihadiri jajaran Forkompimda, Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latief, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Danlantamal VII Laksma IG Kompiang Aribawa, Danlanud Eltari Kupang, Kolonel Pnb, Bambang Juniae Djatmiko, Kabinda NTT, Brigjen TNI Adrianus SA Nughroho, Perwakilan Kejati dan Perwakilan Ketua Pengadilan Tinggi NTT. (ang/kt)

Comments
Loading...