Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

PWOI NTT Akan Adukan Polres Malaka ke Kapolri

0 90

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara, (PWOIN), Provinsi Nusa Tenggara Timur,(Prov-NTT) memutuskan akan mengadukan Kepolisian Resort  (Polres) Malaka (dengan bersurat resmi, red) ke Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Drs. Idham Azis, M.Si, karena menilai Polres Malaka lamban menangani kasus kekerasan terhadap wartawan media online gardamalaka.com, (Johanes Seran Bria) dan Wartawan Suluhdesa.Com (Ferdi Costa). PWOIN NTT juga akan meminta Kapolri menindak tegas oknum Polres Malaka yang diduga bermain-main menangani kasus kekerasan terhadap wartawan di Malaka.

Demikian dikatakan Ketua PWOIN Provinsi NTT, Johanes Yoseph Henuk kepada media ini di Kupang pada Rabu (28/10/2020) terkait progress penanganan kasus penganiayaan wartawan online di Kabupaten Malaka beberapa pekan lalu.

“Bila perlu kami akan datang langsung ke Mabes Polri bawa semua bukti penganiayaan yang kami miliki,” tegasnya.

Menurut John Henuk, dalam surat tersebut pihaknya akan meminta keadilan hukum bagi wartawan gardamalaka.com dan suluhdesa.com yang mengalami penganiayaan oleh salah seorang anggota DPRD Malaka bersama tiga orang preman.

“Para pelaku telah dilaporkan ke Polres Malaka dan pelaku sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, namun kami sangat menyangkan, kok tidak ditahan Polres Malaka. Hal ini kami pertanyakan, kenapa dan ada apa? Ini menurut kami tidak adil,” ujarnya.

John Henuk mengaku menyerahkan seluruh prosesnya kepada Polres Malaka, tetapi kalau tidak ada perkembangan penanganan kasus tersebut, maka pihaknya siap lanjut melaporkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Mabes Polri. Bahkan Ia meminta dukungan semua orgnanisasi pers se-Indonesia untuk bersikap. “Sekali lagi ini menyangkut harkat dan martabat pekerja pers yang dilecehkan. Pekerja pers dilindungi undang-undang, tidak bisa dibiarkan begitu saja orang melakukan kekerasan terhadap wartawan,” jelasnya.

John Henuk meyakinkan bahwa pihaknya tidak bermain-main soal kasus tersebut, karena kasus tersebut menyangkut perlindungan terhadap pekerja pers dari segala bentuk tindakan kekerasan. “Kami tidak main-main, apapun dalilnya kami tetap akan tempuh, sebab hal ini menyangkut harga diri PERS dan pekerja pers. Bukan hanya personal seorang wartawan yaitu Johanes Seran Bria dan Ferdi Costa, tetapi seluruh wartawan Indonesia, khususnya wartawan di NTT,”pungkasnya. (kt/tim)

Comments
Loading...