Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Antisipasi Musim Hujan, Satker 2 PJN NTT Dorong Kontraktor Percepat Penanganan Longsor Ruas Soe-Kefa

0 243

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong kontraktor pelaksana pengerjaan penanganan titik longsor di ruas Soe-Kefa (PPK 2.1, red) untuk mempercepat penyelesaiannya guna mengantisipasi tibanya musim hujan, walaupun kontrak penyelesaiannya hingga bulan Desember 2020.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) Mustafa

Demikian dikatakan Satker 2, Himler Mnurung melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) Mustafa di ruang kerjanya pada pekan lalu, Rabu (21/10/2020).

“Saya sudah memanggil kontraktornya dan membuat schedule mempercepat penyelesaian walaupun progress dan kemajuan pekerjaannya bagus. Saya harus buat schedule percepatan karena untuk mengantisipasi musim hujan tiba, walaupun masa kontraknya berakhir dibulan Desember” jelas Mustafa.

Mustafa Menjelaskan bahwa untuk saat ini progress penyelesaian penanganan longsor yang pengerjaannya menggunakan sistem borfile di titik Soe-Kefa (titik ruas Soe-Noemuti Segmen III Temef, red) sudah mencapai 90 % lebih. Sedangkan untuk titik Amol-Manamas-Naibenu (ruas Amol-Manamans-Wini (TTU) Segmen III, red) sudah mencapai 65 persen lebih.

“Untuk yang di Niki-Niki progresnya sampai hari ini sudah mencapai 90 % lebih, sedangkan Amol-Manamas (TTU) progresnya sudah mencapai 65 % lebih,” paparnya.

Mustafa juga mengungkapkan adanya kendala dalam proses penyelesaian penanganan longsor di titik Niki-Niki yang menggunakan sistem borfile, sehingga mengakibatkan sedikit keterlambatan dalam pengecoran. Namun Ia meyakini semua paket reservasi di wilayah PPK 2.1 (Soe-Kefa, red) akan selesai di akhir bulan Desember.

“Kendalanya ada sedikit longsoran di sekitar area yang menggunakan borfile dari 3 titik longsor yang dikerjakan pada ruas Soe-Kefa” tandas Mustafa.

Untuk diketahui, lanjutnya, total anggaran pengerjaan paket penanganan longsor dan preservasi jalan di wilayah PPK 2.1 Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 34,063 Milyar.

Menurut Mustafa, masih beberapa titik longsor yang harus dikerjakan di wilayah PPK 2.1 (ruas Soe-Kefa, red), namun karena keterbatasan anggaran sehingga diusulkan penyelesaian di tahun anggaran 20201. “Kalau yang di niki-niki tahun 2021 baru di tangani semua, hal ini karena dari sisi anggaran tidak cukup sehingga kita pending dan kita masuk dianggaran tahun 2021”. Ungkap Mustafa. (kt/tim)

Comments
Loading...