Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BNNP NTT Selenggarakan Talk Show Bahaya Narkotika Sekaligus Launching Website REAN.ID

0 67

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) menyelenggarakan kegiatan talk show bahaya penyalagunaan dan peredaran narkotika serta launching website BNN REAN.ID yang bertujuan mengkampanyekan bahaya narkoba dan psikotropika bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Hendrik J.Rohi.SH.MH saat memberi sambutan pada Talk Show bahaya penyalagunaan dan peredaran narkotika serta launching website BNN REAN.ID

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Neo Aston Kupang pada Selasa (27/10/2020) yang dihadiri oleh pemuda/i, pelajar, mahasiswa dan para jurnalis; baik cetak dan elektronik maupun media online.

Seperti disaksikan wartawan media ini, acara yang mengusung tema “Berkreasi Tanpa Narkoba Bersama REAN.ID” itu dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendrik J.Rohi.SH.MH.

Hendrik Rohi dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan masalah semua orang baik pemerintah, swasta, instansi pendidikan, tokoh agama maupun masyarakat pada umumnya. “Masalah Narkotika tidak bisa diserahkan ke satu pihak saja. Ini urusan kita semua. Oleh karena itu semua pihak diharapkan bekerja sama dan bersinergi untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendrik menuturkan bahwa salah satu hal yang paling efektif untuk mengatasi sekaligus mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika adalah dengan menyerbarluaskan informasi tentang bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Oleh karena itu, lanjutnya, orang muda, pelajar, mahasiswa terutama wartawan diharapkan membantu pemerintah, dalam hal ini BNN NTT untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkotika. “Jadi hari ini kita yang hadir di sini baik itu pemuda, pelajar, mahasiswa terutama para wartawan merupakan mitra BNN provinsi NTT yang diharapkan membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan, peredaran gelap dan prekusor narkotika (P4GN), agar masyarakat imun dan tidak menyalagunakan narkoba”, tandasnya.

KABID BPPM BNNP NTT itu mengungkapkan bahwa target penyalahgunaan dan perederan gelap narkotika adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang termasuk didalamnya pemuda.

Menurutnya, ada sekitar 3.4 juta masyarakat Indonesia menyalagunakan narotika dan merupakan target market penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Di NTT sendiri, dari 5.4juta penduduk ada 4875 orang atau sekitar 0.1% yang meyalahgunakan narkotika dan termasuk dalam kelompok coba pakai, terlanjur pakai, dan pecandu baik suntik maupun non suntik.

Website REAN.ID
Terkait Website REAN ID, Hendrik Rohi menjelaskan bahwa REAN.ID merupakan salah satu program unggulan BNN saat ini dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkotika. “REAN.ID atau Rumah Edukasi Anti Narkoba ini merupakan suatu aplikasi yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika. Selain itu REAN.ID bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkotika, melalui kampanye anti narkoba berupa flier, poster, video kreatif dan lain-lain” ujarnya.

REAN.ID, kata Hendrik Rohi, merupakan media yang memfasilitasi generasi muda untuk berekspresi melalui platform digital yang berfungsi sebagai media informasi dan edukasi. Platform ini dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkotika berdasarkan kearifan lokal yang ada dimasyarakat. “Jadi semua anak muda mari berkreasi di sini karena REAN.iD bisa diakses oleh semua orang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Lia Novita S.KM pada kesempatan materinya mengulas tentang bentuk-bentuk kampanye kreatif tentang bahaya narkoba yang dapat dilakukan anak muda dan masyarakat untuk di unggah ke aplikasi REAN.ID.

Spesifik tentang pemanfaatan media sosial, Pdt. Lusiana Adu.MA, CBP dalam maternya tentang Pemanfaatan Media Sosial menyampaikan bagaimana media sosial mempengaruhi hidup manusia termasuk bagaimana manusia berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain.

Pdt. Lusiana Adoe, MA, CBP

Ia berharap agar orang muda, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat pada umumnya memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar dan menghindari hoaks.

Pdt. Lusiana juga meminta para wartawan untuk menulis berita dengan benar dan tidak hanya mementingkan berapa banyak pembaca atau views dan berapa serta berapa banyak klik tanpa memperhatikan kesesuaian judul dan isi berita.

“Untuk teman- teman wartawan, jangan hanya karena kejar berapa banyak yang klik, berapa banyak yang baca untuk media online, berapa banyak yang terjual untuk media cetak, lalu berita itu menjadi sesat dan kita tidak dapat beritanya karena judul berita tidak ada relevansi sama sekali dengan isi berita. Itu sangat menyesatkan” tegasnya.

Diakhir bicaranya, Pdt. Lusiana mengajak peserta untuk memanfaatkan aplikasi website REAN.ID yang dilaunching oleh BNNP NTT dengan menyampaikan kebenaran; hal- hal positif dalam mengedukasi masyarakat lewat kampanye bahaya penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika. (ang/kt)

 

 

Comments
Loading...