Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BPJN NTT Usulkan Kegiatan Padat Karya Tunai Dilanjutkan

0 337

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Bina Marga untuk melanjutkan kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) di Provinsi NTT karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan dapat menopang daya beli masyarakat.

Demikian dikatakan Kepala BPJN NTT, Mukthar Napitupulu kepada media ini saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (23/10/20) pagi tadi terkait permintaan Bupati Ende, Djafar Ahmad dan Bupati Sikka, Roby Idong agar Direktorat Bina Marga Kementerian PUPR melanjutkan kegiatan PKT di NTT, khususnya di Kabupaten Ende dan Sikka.

“Saya sampaikan kepada pimpinan, jangan samakan Provinsi NTT dengan provinsi lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan ataupun propinsi lainnya di negara kita ini. Di NTT itu pendapatan perkapitanya masih minim dan tenaga kerjanya cukup banyak sehingga kita perlu terus lanjutkan program padat karya tunai ini. Karena itu kita telah usulkan untuk dilanjutkan,” ujar Napitupulu.

Kabalai Napitupulu menjelaskan, kegiatan PKT merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Jokowi di seluruh Indonesia. “Khusus untuk NTT, kami telah meminta kepada pimpinan agar program Padat Karya Tunai tetap dilanjutkan karena dampaknya sangat bermanfaat bagi perbaikan ekonomi warga di saat pandemi Covid-19 saat ini. Selain itu, dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan meredam urbanisasi tenaga kerja produktif sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Orang nomor satu di BPJN NTT ini memaparkan, pemerintah melalui Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR akan melanjutkan kegiatan PKT namun sangat selektif.

“Akan dilanjutkan dengan melihat tingkat kebutuhan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Untuk propinsi NTT ini, merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintahan Presiden Jokowi untuk penyerapan tenaga kerja. Karena itu kami telah merencanakan kelanjutan kegiatan PKT pada tahun 2021,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kabalai Napitupulu juga menyampaikan apresiasi kepada para Bupati se-NTT, khususnya Bupati Ende, Djaftar Ahmad dan Bupati Sikka Roby Idong sebagai mitra kerja BPJN NTT atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan PKT dalam berjalan dengan baik dan atas dukungan terhadap kelanjutan kegiatan PKT di daerahnya. “Saya sangat berterima kasih kepada para pimpinan daerah di NTT ini, mulai dari Bapak Gubernur, Bapak wakil Gubernur, Para Bupati, khususnya Bupati Ende dan Bupati Sikka yang telah mendukung kegiatan padat karya ini,” ungkapnya.

Namun Napitupulu meminta agar dukungan tersebut dibuat dalam bentuk surat dukungan kepada Menteri PUPR cq, Dirjen Bina Marga. “Alangkahnya bagusnya jika dukungan itu diberikan dengan menyurati pimpinan kami di Jakarta dalam hal ini Bapak Menteri PUPR cq. Dirjen Bina Marga. Itu merupakan salah satu ‘amunisi’ kita (BPJN NTT, red) untuk meminta agar program ini terus dilanjutkan karena tepat sasaran,“ pintanya.

Menurut Napitupulu, pada dasarnya padat karya bukanlah istilah baru bagi Bangsa Indonesia. Bahkan sejarah mencatat, program padat karya merupakan salah satu pilar yang ikut menyukseskan pembangunan.

Di masa Pandemi Covid-19 saat ini, papar Napitupulu, pemerintah memberlakukan berbagai pembatasan kegiatan sosial, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB, red) untuk meredam penyebaran Covid-19. Berbagai pembatasan sosial tersebut secara perlahan tapi pasti berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. “Masyarakat di perkotaan mulai kehilangan pekerjaan. Para imigran mulai kembali ke kampung akibat tidak ada lagi proyek yang tidak bisa mereka kerjakan,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, merancang program dan kegiatan untuk membantu memberdayakan masyarakat. Program ini kemudian disebut sebagai kegiatan Padat Karya Tunai (PKT). Tujuannya untuk mengatasi dampak pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Ende, Djafar Ahmad dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo meminta Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT untuk melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) yang dilaksanakan di seluruh NTT.

Permintaan itu disampaikan Bupati Djafar Ahmad dan Bupati Roby Idong (sapaan akrab Bupati Sikka, red) secara terpisah belum lama ini. Menurut keduanya, pelaksanaan kegiatan PKT oleh BPJN NTT di seluruh wilayah NTT merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang sangat tepat karena dapat mempertahankan daya beli masyarakat di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami minta agar program Padat Karya dapat dilanjutkan karena sangat membantu mempertahankan daya beli masyarakat dan membantu kami dalam pemulihan ekonomi di daerah,” ungkap Bupati Djafar saat ditemui media ini di Rumah Jabatan, Selasa (20/10/20).

Bupati Djafar mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR dan BPJN NTT. “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ende, kami mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR, khususnya BPJN NTT yang telah memberdayakan sekitar 5.000 warga Ende melalui pelaksanaan program Padat Karya Tunai,” ungkapnya.

Dengan melanjutkan kegiatan PKT tersebut, harap Bupati Djafar, akan dapat memberdayakan tenaga kerja produktif yang terdampak akibat Pandemi Covid-19. “Kegiatan ini dapat mempekerjakan korban PHK dan TKI yang terpaksa pulang kampung karena Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan PKT tersebut akan memberdayakan penggangguran musiman dan meredam arus urbanisasi masyarakat dari desa ke perkotaan untuk mencari pekerjaan. “Dengan demikian, akan memangkas mata rantai penyebaran virus Covid-19,” jelas Bupati Djafar.

Bupati Djafar berharap, dengan dilanjutkannya kegiatan PKT tersebut akan menyerap pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi di nasional dan daerah saat ini. “Kita semua berharap bahwa dengan padat karya ini, masyarakat dapat diberdayakan dan mutu pekerjaan yang dihasilkan akan lebih baik. Juga harus menjaga keselamatan dan kesehatan kerja dengan menjalankan portokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19,” pesannya.

Hal senada juga katakan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo alias Roby Idong melalui pesan WhatsApp kepada media beberapa hari lalu. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka menyambut baik seluruh program pemerintah Pusat maupun Propinsi NTT, khususnya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai yang dilaksanaan Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR melalui BPJN NTT di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

Roby Idong mengharapkan agar program PKT yang telah dan sedang dilaksanakan PPK dan Satker BPJN NTT di seluruh NTT tersebut dapat tetap dilanjutkan. “Apalagi Pandemi Covid-19 belum berakhir hingga saat ini. Padat Karya ini akan sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi warga karena itu kami harap kegiatan ini terus dilanjutkan,” pintanya.

Bupati Roby Idong berharap, kegiatan PKT tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang dan tidak hanya dilakukan dan akhirnya berhenti ketika bencana Pandemi Covid-19 berakhir. “Harapan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka agar ada rencana pengelolaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pelestarian program tersebut sehingga menciptakan berbagai pengembangan di masa yang akan datang,“ tulisnya. (kt/tef)

Comments
Loading...