Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Pengerjaan Penyelesaian 10 Jembatan di Jalur Sabuk Merah Sudah Mencapai 80 Persen

0 73
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Pengerjaan penyelesaian 10 unit jembatan dari total 41 unit jembatan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT di bawah Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, di sepanjang 179,99 km jalur Sabuk Merah Sektor Timur perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan negara Republik Drmokratik Timor Leste (RDTL); mulai dari titik Motaain Kabupaten Belu hingga Motamasin Kabupaten Malaka, red) sudah mencapai 80 persen.

Sebagaimana pantauan media ini beberapa pekan lalu di jalur Sabuk Merah Sektor Timur, 10 (sepuluh) jembatan tersebut sedang dalam proses pengerjaan dan sudah masuk dalam tahap penyelesaian.

Sepuluh 10 jembatan  dimaksud antara lain; (1) Jembatan Baucama, CS (tiga buah jembatan sepanjang 35 Meter, red) yang dikerjakan  PT. Asri Karya Lestari dengan nilai kontrak Rp 71.3 Milyar, (2) Jembatan Nualain, CS (empat buah jembatan sepanjang 160 Meter, red) dikerjakan PT. Tarawesi Arta Megah dengan nilai kontak Rp 56,4 Milyar dan (3) Jembatan Davala, CS (tiga buah jembatan sepanjang 55 Meter, red) dikerjakan PT. Selosari-PT. Imakarya KSO dengan nilai kontrak Rp 18,3 Milyar.

Kasatker PJN Wilayah 2, Himler Mnurung melalui KTU PPK 2.5, Ruslan Bata selaku PLT PPK 2.5 yang dikonfirmasi tim media ini pekan lalu (5/9/2020) di Atambua menegaskan,  pengerjaan proyek pembangunan 10 (sepuluh) unit jembatan di jalur Lintas Perbatasan NKRI-RDTL/Jalur Sabuk Merah Sektor Timur, saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Khususnya untuk pengerjaan jembatan yang masuk pada wilayah PPK 2.5 (Jembatan Nualain, CS dan Jembatan Davala, CS, red)  saat ini sudah mencapai 80-an persen.

“Pengerjaan Jembatan yang masuk di wilayah PPK 2.5 dipastikan sudah mencapai 80 persen, dan saat ini dalam proses penyelesaian,” tandasnya.

Semua jembatan yang masuk wilayah PPK 2.5, kata Ruslan, akan diselesaikan pada pertengaahan bulan November hingga akhir bulan November 2020.
“Seharusnya semua jembatan tersebut sudah rampung sejak bulan Juni 2020 yang lalu, namun dikarenakan situasi pandemi Covid-19 sehingga progres penyelesaian hingga bulan November 2020,” jelasnya.

Ruslan Bata menegaskan bahwa penyelesaian jembatan tersebut harus segera dilakukan untuk mendukung distribusi barang serta obat-obatan, alat kesehatan serta layanan kesehatan dan kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Ruslan Bata membeberkan pula bahwa Kementerian PUPR melalui BPJN NTT serius menyelesaikan pengerjaan jalan maupun jembatan tersebut karena jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste selain memudahlan lalu lintas warga madyarakat perbatasan dan potensi pariwisata yang luar biasa, juga menjadi akses untuk mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut.

“Jalur Sabuk Merah juga tidak hanya berfungsi untuk lintasan warga perbatasan dan memiliki potensi pariwisata, namun dapat menghubungkan beberapa pos keamanan sepanjang PLBN Motaain dan PLBN Motamasi, sehingga akses pengawasan wilayah perbatasan NKRI-RDTL berjalan lancar,” ungkapnya.

Lain dari itu, pantauan media ini menemukan di sepanjang ruas jalan Sabuk Merah Sektor Timur, selain jembatan menjadi prioritas pembangunan, juga terdapat beberapa titik yang mengalami longsor (titik Sadi, Nualain, Henes, Davala, red) yang harus segera diperbaiki sehingga tidak menyebabkan kerusakan lebih parah dan menyebabkan kecelakaan. Apalagi musim hujan sudah mendekat. (.kt/tim)

Comments
Loading...