Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Dirjen KSDA Beri Penghargaan Kepada Staf BBKSDA NTT dan Mitra Konservasi Alam

0 52
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KSDAE Kemen LHK), Ir. Wiratno, M.Sc memberikan Piagam Penghargaan kepada para staf Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara TImur (BBKSDA NTT) dan sejumlah mitra yang telah mendukung upaya konservasi alam.

Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc (kanan) saat memberikan penghargaan kepada Kepala BBKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Sc do Aulah Kantor BBKSDA NTT (12/10/2020)

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor BBKSDA NTT pada Senin (12/10/2020) dengan dihadiri para staf BBKSDA NTT dan sejumlah mitra BBKSDA NTT, termasuk wartawan.

“Kehadiran saya untuk memberikan penghargaan kepada staf-staf saya dan mitra-mitra yang telah membantu dalam upaya konservasi alam. Sebagai ucapan terima kasih saya kepada lembaga, tokoh masyarakat, termasuk kepada para staf saya yang bekerja luar biasa, saya memberikan penghargaan,” ujar Wiratno saat ditemui di ruang Kepala BBKSDA NTT seusai acara penyerahan piagam.

Menurut Wiratno, penghargaan piagam tersebut diberikan sesuai peran penerima penghargaan di dalam konservasi. “Ada yang mulai sejak tahun 1985, ada yang mulai tahun 1982. Mereka bekerja dengan hati. Mereka bekerja dengan semangat dan passion serta bekerja dengan kesadaran,” bebernya.

Bagi mantan Kepala BBKSDA NTT itu, bentuk kerja yang demikian yang disebut dengan bekerja dengan kesadaran. Tidak hanya sekedar bekerja tetapi bekerja dengan senang dan menerima serta iklas serta semangat. Hasilnya berupa karya dan bukan hanya sekedar laporan tetapi karya nyata. Oleh karena itu, ia mendorong semua orang di 74 (tujuh puluh empat) UPT kita di seluruh Indonesia untuk bekerja dengan senang dan dengan iklas serta semangat.

Wiratno mengungkapkan pula, ada 30 buah Piagam Penghargaan yang diberikan kepada para penerima. Termasuk kepada Gubernur NTT, VBL, berupa piagam penghargaan sebagai Pendekar Ring of Beauty Keanekaragaman Hayati di Nusa Tenggara Timur, karena Gubernur VBL telah mendukung konservasi alam.

Penghargaan diberikan pula oleh Dirjen KSDA kepada mereka yang sudah pindah tugas dan yang sudah purnah bakti. “Contohnya seperti seorang yang namanya pak Dadang, yang dulu aktif dengan konservasi buaya,” ungkapnya.

Saya memberikan penghargaan, kata Wiratno, kepada bapak Frans Sarong wartawan senior Kompas yang atas jasanya mengangkat wisata budaya di NTT. “Dia menulis buku tentang wisata budaya di Manggarai Timur dan kita membantu menerbitkan buku itu. Termasuk penghargaan kepada pemain Sasando Remaja Puteri asal NTT, Vivian Evelyn Christine Tjungdiawan yang sudah mencoba mempromosikan Sasando sebagai musik entitas NTT,” bebernya.

Wiratno pun berharap, para penerima penghargaan merasa senang dan dihargai pekerjaan mereka. “Itu adalah bagian dari prinsip saya menghargai orang yang bekerja habis-habisan, berpuluh-puluh tahun, seperti pak Yesaya Talan di Menipo yang memelihara lebih dari 10,000 tukik sejak tahun 1980-an dan 1990-an,”jelasnya.

Jadi, lanjutnya, ada banyak pekerjaan yang dilakukan di dalam senyap sekarang saya ekspose. Saya menghargai itu dan tentu tidak semua dalam bentuk uang.
Wiratno menambahkan, bahwa kehadirannya di NTT dalam rangka bertemu dengan para stafnya dan bernostalgia.

“Saya mau ketemu dengan staf saya karena dulu saya disini (tahun 2012-2013). Saat itu saya Kepala Balai seperti pak Timbul (Kepala BBKSDA NTT, red). Saya mengembangkan peluang-peluang wisata alam berbasis alam dan berbasis budaya. Disini yang paling penting adalah menghormati budaya, adat, dan agama sebagai tiga pilar,” pungkasnya.

Selain itu, kata Wiratno, kehadirannya di NTT bagian dari misi mengurus kawasan konservasi di NTT. Ada 235.000 hektar Kawasan Konservasi yang tersebar di hampir 29 lokasi di NTT. “Ada cagar alam kecil-kecil dan taman wisata alam. Itu yang pak Timbul kelola, harus bisa memberikan manfaat ekonomi dan kebanggaan masyarakat NTT,” ujarnya.
Menurut Dirjen KSDA itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan sudah melihat beberapa lokasi dan beliau sangat respek. “Kawasan-kawasan itu dilindungi dan dimanfaatkan secara lestari,” bebernya. (kos/red)

 

Comments
Loading...