Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Adian Napitupulu : Terlalu Dini Sebut Demo Tolak Omnibus Law Ditunggangi

0 236
KORANTIMOR.COM – JAKARTA –
Terlalu dini alias terlalu cepat untuk menyimpulkan aksi demontrasi buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law Cipta Kerja, pada Jumat, 9 Oktober 2020 kemarin yang berujung ricu dan mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik ditunggangi oleh pihak tertentu.

Demikian dikatakan Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Jumat (09/10/2020).

“Saya tidak mau menyimpulkan dulu ada penunggang, ada penumpang, dan sebagainya. Terlalu dini menurut saya ya. Menurut saya lebih baik, kita membuka dialog saja,” tandasnya.

Adian menyarankan, alangkah baiknya mengedepankan upaya dialogis dengan rakyat ketimbang menuding sesuatu yang belum terbukti kebenarannya.

Kata Adian, bahwa tudingan terhadap aksi tolak UU Cipta Kerja tersebut justru menjadi beban bagi pihak-pihak yang menudingnya. Sebab, tuding itu mesti dibuktikan.

“Menurut saya menjadi beban bagi yang menuduh ditunggangi untuk membuktikan penunggangnya ada. Ya dibuktikan saja,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sebenarnya Pemerintah telah mengetahui siapa ‘dalang’ dibalik aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Sebetulnya pemerintah tahu siapa behind (di belakang) demo itu. Jadi kita tahu siapa yang menggerakkan. Kita tahu siapa sponsornya, kita tahu siapa yang membiayainya,” kata Airlangga dalam acara di sebuah televisi, Kamis (8/10/2020).

Menurut Airlangga, orang di balik layar yang menggerakkan dan membiayai aksi demo tersebut memiliki ego yang sangat besar.

” Di tengah pandemi mereka menggerakkan demo, namun orang di balik layar ini, tidak ikut demo,” sebut Airlangga. Gelombang aksi penolakan terhadap penerapan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di seluruh Indonesia, merupakan akumulasi kekecewaan buruh terhadap kebijakan yang dinilai hanya menguntungkan investor.

Aksi demo yang berakhir ricuh, yang diduga ditunggangi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik, dinilai terlalu dini. (red/strategi)

Comments
Loading...