Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Teater Plus Pimpinan Seniman Pieter Kembo Tampilkan Opera Komedi Kerajaan Awan-Awan

0 51
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Teater Plus Kupang pimpinan seniman dan budayawan NTT, Pieter Kembo tampilkan opera komedi Kerajaan Awan-Awan pada acara Pagelaran Seni Daerah bidang Teater Tahap IV Tahun 2020 di Aula UPTD Taman Budaya Provinsi NTT pada Rabu (07/10/2020).

Seperti disaksikan wartawan Media ini, Pertunjukaan Seni Kolektif tersebut berdurasi 14 menit dengan menggabungkan Seni Drama, Musikalisasi Puisi, Tari Tradisi, Prosa dan Pantun dalam satu tampilan.

Penonton yang menyaksikan langsung pertunjukkan tersebut mengungkapkan rasa puas dan bangga terhadap bakat karya seni Putera-Puteri NTT, khususnya produk karya seni yang ditampilkan Pieter Kembo.

“Dengan durasi 14 menit, Teater Pluss Pimpinan Pieter Kembo mampu mengkolaborasikan seni Drama, Puisi,Prosa, Pantun,Tarian dan musik Tradisi dalam sekali pementasan. Ini unik dan sarat Nilai. Disinilah Pieter Kembo benar-benar mampu menunjukan kelasnya sebagai seorang Seniman Teater yang sesusungguhnya ,” kata Rezki Hassan Dan Fredi Aing , dua tokoh drama yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

Walau singkat, lanjut Rezki dan Fredi, namun mampu memberikan banyak pesan-pesan moral untuk membangun masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Ditemui oleh wartawan media ini saat usai pertunjukkan, Pieter kembo, mengungkapkan bahwa tanpa mengurangi kreatifitas sesama seniman di NTT, ia hanya ingin menyajikan pertunjukan Teater yang benar-benar Teatrikal menurut pengetahuannya.

“Saya mau hadir langsung mementaskan Opera ini. Saya hanya ingin mendorong anak-anak muda pegiat seni pertunjukan agar mampu menyajikan seni kolaborasi yang bisa menarik sukma hati para penonton, sehingga kedepan mereka mampu mengharumkan nama NTT di bidang Pertunjukan yang benar-benar Teatrikal,” ujarnya.

Kisah Kerajaan Awan-Awan
Kisah fiksi yang pentaskan dalam pertunjukan tersebut adalah Opera Komedi Kerajaan Awan-Awan yang menceriterakan tentang Keprihatikan Maharaja di Awan-Awan atas kemelut hidup penuh derita yang dialami masyarakat di bawah Awan atau di Bumi.

Karena itu Maha Raja Awan-Awan mengutus anak takhtanya bernama Sang Iwan Awan untuk turun ke Bumi, menyelamatkan nasib rakyat Bumi yang diterpa Korupsi, Kolusi, Nepotisme yang sudah kronis.

Sang Anak Takhta Iwan-Awan, mulanya menjadi gentar, sebab syarat untuk turun ke bumi harus melalui kematian jiwa yang lama. Kemudian harus bangkit dengan Jiwa yang baru sehingga mampu memimpin rakyat Bumi keluar dari penderitaan.

Berkat masukan pikiran dari Pujangga dan Penyair Istana, akhirnya Sang Iwan Awan menemukan cara yang ampuh untuk membunuh Jiwanya agar bangkit lagi dengan jiwa yang baru. Sang Iwan-Awan meminta Pujangga dan Penyair mempertunjukan Seni-Seni Tradisi Bumi yang mampu membunuh sukma hati sehingga jiwanya lelah dan mati.

Setelah para penari dan penyair istana mempertunjukan seni sukma tradisi, akhirnya jiwa lama sang Iwan-Awan mampu dimatikan dan Sang Iwan-Awan pun dihantar sukma seni tradisi turun ke bumi.

Setelah tiba di Bumi, Sang Iwan-Awan diberikan Gelar oleh rakyat Bumi senagai pemimpin Entete Bangkit Entete Sejahtera. Dengan gelar itulah Sang Iwan-Awan mulai berjuang menyelamatkan rakyat Buni dari penderitaan.

Itulah kisah singkat dari pementasan Teater Pluss yang berjudul Opera Komedi Kerajaan Awan-Awan,” paparnya.

Profile Sang Maestro
Pieter Kembo adalah penerima Anugerah Kebudayaan Provinsi NTT di bidang Pencipta, Pelopor dan Pembaharu tersebut. (kt/tim)

Comments
Loading...