Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Gubernur NTT Berupaya Wujudkan Sumba Sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya

0 45
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terus berupaya untuk mewujudkan Pulau Sumba sebagai pusat energi baru dan terbarukan khususnya dalam pengembangan listrik tenaga surya. Sebab Sumba merupakan Daerah dengan panas sinar matahari terbaik di Indonesia, dan punya potensi besar untuk memasok kebutuhan listrik ke pulau Jawa dan Sumatera.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTT pada Senin (5/10/2020).

“Bapak Gubernur berinisiatif untuk jadikan Sumba sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Indonesia. Inisiatif ini dinamakan Dari Sumba Menuju Indonesia. Dan berdasarkan riset ilmiah, Sumba layak untuk itu karena punya potensi sinar matahari terbaik di Indonesia. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur kepada Bapak Presiden Jokowi saat kunjungan Presiden ke Labuan Bajo baru-baru ini (Kamis,1 Oktober 2020) ,” jelasnya.

Marius Jelamu mengatakan, untuk tahap awal, rencananya akan dikembangkan listrik tenaga surya berkekuatan 20 ribu megawatt. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan listrik di NTT, NTB, Bali dan Jawa dapat terpenuhi, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi NTT.

“Kami mengharapkan agar para Bupati di daratan Sumba bersama dengan para tokoh masyarakat serta tokoh agama mulai melakukan dialog dengan masyarakat agar tidak ada lagi permasalahan lahan dalam mewujudkan rencana ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marius mengungkapkan bahwa Pulau Sumba ke depannya akan dibangun secara besar-besaran. Hal tersebut telah didiskusikan secara khusus oleh Gubernur NTT dengan Bapak Presiden saat kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Labuan Bajo.

“Bapak Gubernur telah meminta ratusan traktor dan alat berat untuk mengolah seluruh lahan di Sumba kepada bapak Presiden. Dan Presiden telah mengamini permintaan tersebut, sehingga bapak gubernur langsung menelepon Menteri Pertanian untuk menyampaikan hal ini,” papar Marius.

Kita berharap, lanjutnya, masyarakat Sumba dapat memberikan dukungan terhadap semua program pemerintah baik Provinsi maupun Pusat. Tidak ada cara lain untuk membebaskan diri dari kemiskinan selain memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh daerah ini.

Marius menambahkan pulah, salah satu lembaga yang sangat mendukung inisiatif Gubernur NTT untuk pengembangan listrik tenaga surya di Sumba adalah Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). Lembaga tersebut beranggotakan praktisi dan akademisi dan bergerak di bidang kelistrikan. Sebelumnya lembaga terdebut telah melakukan audiensi dengan Gubernur NTT pada Jumat, 25 September lalu.

Msrius membeberkan pula bahwa saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada Kamis, 1 Oktober 2020 tentang rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT), PJCI menyampaikan hasil kajian mereka terkait pengembangan energi listrik berkekuatan 20 ribu megawatt di Pulau Sumba.

Saat itu, jelas Marius lebih lanjut, Pendiri dan Ketua PJCI, Eddie Widono, sebagaimana ditulis dalam rilis PJCI yang diterima Biro Humas dan Protokol NTT, mengungkapkan bahwa transisi energi yang merupakan spirit dari RUU EBT memerlukan perencanaan strategis yang berbeda dari dengan skenario bussines as usual ketenagalistrikan.

Selanjutnya menurut Marius, ditegaskan PJCI melalui Kepala Bidang Investasi dan Mega Proyek, Muhammad Yusrizki bahwa inisiatif Sumba untuk Indonesia jadi platform yang tepat untuk menunjukkan bahwa EBT butuh pemahaman yang lebih komprehensif.

Jika potensi energi surya di Sumba tidak terpakai secara optimal , kita akan kehilangan pertumbuhan ekonomi dari pengembangan PLTS ini. Karena itu perlu dikembangkan konsep interkoneksi atau keterhubungan antar pusat beban mulai dari Sumba, NTT, NTB, Bali hingga Jawa agar potensi itu optimal. Itulah semangat transisi energi.

Dengan melihat model pengembangan PLTS di Philipina yang berkekuatan 500 megawatt yang mampu mendatangkan Produk Domestik Bruto sebesar 344,2 juta dollar Amerika serta membuka 32.417 lapangan pekerjaan baru, PJCI melihat potensi pengembangan 20 ribu megawatt di Sumba dapat mendatangkan PDB senilai 13,7 miliar dolar Amerika.

Bagi Provinsi NTT, lanjut Marius, pertumbuhan PDB ini akan diwujudkan dalam pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan kapasitas Sumberdaya Manusia.

“Efek domino yang positif bagi banyak bidang terutama untuk pengembangan ekonomi daerah membuat inisiatif Sumba untuk Indonesia layak untuk diperjuangkan dan masuk cakupan mega proyek listri EBT. Ini juga salah satu cara pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi yang dikenal dengan istilah Green Recovery,” pungkasnya. (kt/birohumasntt)

Comments
Loading...