Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Nixon Messakh: Vonis Hakim Terhadap ASN Pemalsu Sertifikat Tanah Penuhi 3 Aspek Penting

0 136
KORANTIMOR.COM – KUPANG –
Kuasa Hukum AKA (korban), Nixon Messakh, SH mengakui Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Kupang yang memvonis terdakwa kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM)/sertifikat tanah; Iin Baria alias IB 3 (tiga) tahun penjara dan 2 (dua) tahun penjara untuk terdakwa Viktor Ferdinan Maubana alias VFM sudah memenuhi tiga aspek penting yakni sosiologis, yuridis dan filosofis.
Demikian disampaikan Kuasa Hukum AKA, Nixon Messakh, SH melalui pesan WhatsApp kepada tim media ini pada Sabtu (26/09/2020) setelah mengikuti jalannya sidang putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Kupang terhadap terdakwa IB dan VFM.
“Dari aspek sosiologis, putusan hakim telah memenuhi rasa keadilan masyarakat, dan dari aspek yuridis, bahwa putusan hakim telah memberi adanya kepastian hukum. Jadi fungsi penegakkan hukum itu pasti. Maka bagi setiap orang sebagai pembuat (pelaku pidana, red) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilarang UU,” jelasnya.
Sedangkan dari aspek filosofis, tulisnya lebih lanjut, putusan yang dijatuhkan majelis hakim tetap mempunyai kemampuan mengadaptasi berbagai perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Terutama teknologi komunikasi yang memberi dampak dan pengaruh terhadap setiap perilaku menyimpang yang makin kompleks dan makin canggih.
Pengacara kondang Kota Kupang itu juga mengungkapkan, bahwa Majelis Hakim dalam pembacaan pertimbangan dan menunjuk fakta persidangan serta mempertimbangkan hal-hal memberatkan; diantaranya yakni perbuatan terdakwa (IB dan VFM, red) sangat meresahkan masyarakat dan merugikan korban.

“Maka Hakim telah menyatakan bahwa terdakwa Iin Baria telah memenuhi seluruh unsur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP dan karenanya menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan surat. Hakim juga menyatakan Terdakwa dipidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan menyatakan Terdakwa tetap dalam tahanan,” jelasnya.

Kemudian sidang dilanjutkan, lanjutnya, untuk Terdakwa VFM, melalui pembacaan putusan, Majelis Hakim menyatakan terdakwa VFM telah memenuhi unsur pasal 263 ayat (2) KUHP dan karenanya menyatakan Terdakwa VFM telah terbukti menggunakan surat palsu. Dan terdakwa dipidana penjara selama 2 (dua) tahun dan menyatakan Terdakwa VFM tetap dalam tahanan.
Terhadap putusan Majelis Hakim, katanya, Kuasa Hukum IB, Samuel Haning SH., MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan banding sehingga putusan pengadilan tersebut belum memiliki kekuatan hukum yang tetap untuk dilaksanakan. “Untuk sementara kita menunggu, karena terdakwa Iin melalui pengacaranya sudah menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang dan JPU juga telah pula menyatakan banding. Kita menunggu putusan banding melalui Majelis Hakim yang diberi kewenangan memeriksa dan memutus permohonan banding tersebut,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya (25/09/2020), dua okum ASN di Kota Kupang, Iin Baria (Pegawai Badan Pertanahan Nasional/BPN Kota Kupang) dan Viktor Ferdinan Maubana alias VFM (Pegawai Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang), terdakwa kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik/SHM tanah di Kota Kupang dituntut 3 (tiga) dan 4 (empat) tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus pemalsuan Sertifikat Hak Milik/SHM tanah di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang pada Selasa (22/09/2020).
Menurut Kuasa Hukum korban AKA, Nixon Messakh SH, ancaman pasal ke VFM itu merupakan bentuk kumulatif yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 4 (empat) tahun, dan Pasal 263 ayat (1) tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman penjara 6 (enam) tahun. “Sedangkan Iin tunggal pasal 263 ayat (1) ttg Pemalsuan Surat diancam hukum penjara 6 tahun,” jelasnya.
Nikson juga menginformasikan bahwa Sidang Putusan Hakim akan dilaksanakan pada Jumat (25/09/2020). “Sidang Putusan Hakim besok. Terima kasih,” tulisnya lagi dalam pesan WA.
Sementara itu, Kuasa Hukum Iin Baria (IB), Samel Haning, SH., MH yang dikonfirmasi tim media ini melalui pesan WA pada Kamis (24/09/2020) terkait tuntutan 4 (empat) penjara oleh JPU terhadap kliennya IB, juga membenarkan bahwa Sidang Putusan Hakim terkait hukuman terhadap kliennya (IB) akan dilaksanakan pada Jumat (25/09/2020). “Besok putusan jam 12 siang mhn hadir koo,” tulisnya kepada tim media. (kt/tim)
Comments
Loading...