Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Rekayasa Ukuran Katup Limbah Mempengaruhi Efisiensi Pompa Hidram

0 49

Oleh: Gusnawati, S.T., M.Eng
(Staf Dosen Fakultas Sains dan Teknik Undana)

Posted on May 12, 2020

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Hydraulic Ram Pump atau pompa hidraulik ram yang disingkat dengan sebutan pompa hidram adalah sebuah teknologi tepat guna untuk mengangkat air dari suatu tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi tanpa menggunakan energi motor bakar dan tanpa energi listrik, tetapi hanya memanfaatkan energi potensial sumber air serta energi kinetik air yang dialirkan (Taye, 1998).

Faktor yang mempengaruhi debit aliran pompa hidram antara lain; pertama debit air yang masuk ke pompa. Dimana debit yang masuk ke pompa dipengaruhi oleh diameter pipa masuk, pajang pipa masuk, sudut jatuh, serta tinggi jatuh air.

Faktor kedua adalah debit air yang keluar dari katup limbah. Debit ini dipengaruhi oleh panjang langkah katup, diameter katup limbah, serta massa pemberat katup limbah.

Faktor ketiga adalah tabung udara dan katup pengantar. Faktor yang lain adalah perbandingan head suplai dan head hantar.

Mekanisme kerja pompa hidram adalah pelipat-gandaan kekuatan pukulan sumber air yang merupakan input ke dalam tabung hidram dan menghasilkan output air dengan volume tertentu sesuai dengan lokasi yang memerlukan.

Dalam mekanisme kerja ini terjadi proses perubahan energi kinetis berupa kecepatan aliran air menjadi tekanan dinamis yang menghasilkan timbulnya palu air (water hammer), sehingga terjadi tekanan yang tinggi di dalam pipa.

Dengan kelengkapan katup limbah dan katup pengantar terbuka dan tertutup secara bergantian, tekanan dinamis diteruskan ke dalam tabung udara, yang berfungsi sebagai kompressor, yang mampu mengangkat air dalam pipa penghantar. Akan tetapi kerja pompa ini tidak memompa semua air yang masuk, tetapi sebagian air terpompa dan sebagian terbuang melalui katup limbah.

Kondisi yang umum digunakan pompa hidram adalah topografi yang sulit, sumber air lebih rendah dari lokasi pemakai (Edy S. etal., 2004). Persyaratan penerapan pompa hidram yang pertama adalah tersedianya air baku yang cukup dan kontinyu, tinggi terjunan air terhadap kedudukan pompa terpenuhi, tinggi lokasi yang akan disuplai dari kedudukan pompa proporsional, kemiringan menampung air baku dari pompa hidram antara kedudukan pompa dengan daerah yang disuplai (Wahyudi, 2005).

Umumnya persyaratan teknis bahan yang digunakan terdiri dari: tempat penampungan sumber air, pipa galvanis untuk pemasukan air ke pompa hidram, pompa hidram, pipa galvanis untuk pengeluaran air ke bak penampung (reservoir), tempat bak penampungan air, sambungan pipa (Socket, belokan, isolatif), Kran (Rochmanhadi, 2000).

Dalam pengoperasian pompa hidram sering dijumpai kejadian bahwa buka dan tutup katup limbah tidak seimbang. Hal ini disebabkan oleh panjang langkah katup terlalu pendek maupun terlalu panjang, diameter serta massa beban katup limbah tidak sesuai (Gan Shu San, et al. 2002). Kesimbangan buka dan tutup katup limbah sangat bergantung pada diameter katup limbah, massa pemberat katup limbah serta panjang langkah katup limbah.

Disamping itu, dalam mekanisme kerja pompa hidram terjadi proses perubahan energi kinetik menjadi tekanan dinamis di dalam tabung udara yang berfungsi sebagai penguat tekanan, sehingga mampu mengangkat air dalam pipa pengantar. Hal inilah yang mempengaruhi kurang optimalnya kerja pompa hidram.

Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air pada daerah-daerah yang posisinya lebih tinggi dari sumber air adalah dengan menggunakan pompa air. Jenis pompa air yang lazim digunakan saat ini adalah pompa air bertenaga motor listrik ataupun motor bakar.

Hal ini tentunya untuk daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil yang tidak ada sumber listrik atau perekonomian lemah akan timbul banyak masalah. Kondisi seperti ini banyak dialami oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Topografi daerah Nusa Tenggara Timur sebagaian besar adalah berpegunungan dan lembah.

Ukuran komponen-komponen pompa hidram yang memberikan efisiensi tertinggi melalui variasi diameter katup limbah, variasi diameter katup pengantar, variasi beda tinggi antara katup limbah dan katup pengantar, variasi tinggi lubang sisi keluar pada tabung udara, variasi sudut pipa masuk serta variasi panjang pipa masuk.

Jika diameter katup limbah dan panjang langkah katup limbah dibuat bervariasi maka akan diperoleh kondisi dimana diameter katup limbah dan panjang langkah katup limbah berpengaruh terhadap efisiensi pompa hidram 3 inchi.

Semakin besar panjang langkah katup limbah, semakin besar efisiensi pompa hidram. Begitu juga halnya dengan diameter katup limbah.

Semakin besar diameter katup limbah menyebabkan efisiensi semakin meningkat. Hasil ini disebabkan karena jumlah debit limbah pada katup limbah tidak mengalami perubahan dan atau ada variasi yang menghasilkan jumlah debit yang sama namun debit hasil pemompaan semakin besar. (kt)

Comments
Loading...