Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Estetika Dalam Desain

0 27

Oleh: Yeremias M. Pell., ST., M.Eng
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Undana

Posted on May 13, 2020

 

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Suatu desain yang baik akan memberikan kenyamanan. Kenyamanan diperoleh dari bentuk, warna, tekstur, dan rasa. Dengan kata lain desain harus dapat memberikan kepuasan kepada penggunanya.

Dalam bidang rekayasa material, material mempunyai peran penting dalam hal desain, apapun itu produknya. Material logam pada abad lalu, memungkinkan membentuk struktur yang tidak mungkin dibangun sebelumnya seperti; besi cor digunakan di The Crystal Palace; Besi tempa digunakan di Menara Eiffel; Baja tarik digunakan di The Golden Gate Bridge; tak dapat disangkal semuanya indah. Polimer digunakan untuk mencerahkan warna, bentuk yang memuaskan dan bentuk yang terbaik. Ini memberikan konsep baru dalam perancangan.

Beberapa contohnya antara lain, peralatan dapur, radio dan CD-players, telepon, hair dryers, vacuum cleaners, dan yang berkembang pesat saat ini yaitu laptop, note book, tablet, hand phone dengan sistem android, smartphone dan sebagainya, membuat penggunaan material lebih ekstensif dan imajinatif dalam mengikuti trend model, berat, dan bentuk serta berbagai aplikasi vitur, sesuai keinginan pengguna.

Tahapan awal dalam desain harus dilakukan secara sistematis, terencana dan terukur untuk dapat memilih material dan prosesnya secara tepat. Sistematis berarti dilakukan kangkah demi langkah, tidak melompat dan tidak boleh salah.

Terencana berarti ada perhitungan-perhitungan yang detail. Terukur dapat diartikan memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengan produk sejenis yang lain. Prinsipnya bahwa ketika suatu produk sudah didesain dan dilepas ke pasaran maka dia tidak boleh gagal. Di sinilah letak strategis sebuah konsep desain yang melibatkan hubungan antara fungsi, material, bentuk dan prosesnya. Yang semuanya itu dapat diformulasikan dalam satu frasa yaitu estetika dalam desain.

Orang-orang yang memberikan perhatian pada estetika dari suatu desain disebut “industrial designers”. Berbicara tentang estetika berarti kita berbicara tentang bagaimana penampilannya, nuansanya, keseimbangannya, bentuknya? Apakah menarik untuk dilihat? Untuk digenggam? Apakah asosiasi menyarankan itu? Dengan singkatnya, apa itu estetika?

Kata estetika berasal dari bahasa Yunani “aesthesis” yang berarti perasaan, selera atau taste. Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk, alat kerja dan sebagainya. Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan, kenyamanan, dan keindahan.

Perancangan produk adalah semua proses yang berhubungan dengan keberadaan produk yang meliputi segala aktivitas mulai dari identifikasi keinginan konsumen sampai fabrikasi, penjualan dan pengiriman dari produk.

Banyak buku yang membahas tentang konsep perancangan industri. Bahasan yang ada dititikberatkan pada kualitas yang tidak dapat diukur; bentuk, tekstur, proporsi dan model serta hal – hal kecil seperti visi, perspektif sebelumnya dan kualitas dari material.

Ada pandangan dari para engineer yaitu Bruner dan Barners Wallis bahwa suatu desain yang berfungsi dengan baik otomatis akan terlihat indah. Dimana suatu benda yang dibuat dengan baik dan cocok dengan tujuannya, akan terlihat menarik. Pengrajin Eric Gill, mengungkapkan bahwa desain adalah sebuah seni, suatu kerajinan berdasarkan pada seni bukan keteknikan.

Kedua pandangan ini sangat ekstrim. Pernyataan pertama paling menunjukan perbandingan dari pada ahli teknik, bahwa mesin berfungsi efisien, memuaskan estetika adalah dasar yang disebut estetika mesin. Tetapi sesuatu jelas hilang. Pada bagian ini tujuan dari mesin untuk dioperasikan, dan desain berdasarkan kepuasan operator diabaikan. Tidak memperhatikan segi ergonomi (man-machine interface).

Model/penampilan produk dapat memberikan kesenangan, tetapi akan berkurang jika penampilan produk tidak berhubungan dengan fungsi dari produk tersebut. Kesenangan itu bersifat sementara. Anda akan menjadi lelah pada saat menggunakan produk tersebut. Tampilan luar harus merefleksikan tujuan dan fungsi apa yang terkandung di dalam produk tersebut..

Jadi, ketika kita melihat pada suatu benda (atau pada saat mendesain suatu produk), beberapa pertanyaan ini perlu dijawab terlebih dahulu. Apa fungsinya? Berguna atau hanya untuk kesenangan? Bagaimana sifatnya? Apakah itu sesuatu yang wajib? Bagaimana srtukturnya? Baik dan tepat, terlalu besar atau tertalu terang, dibuat dengan jujur atau tidak layak? Bagaimana rasanya? Apakah terlalu berat atau seimbang? Skalanya? Apakah ukurannya tepat dan layak digunakan? Apa dekorasi dan teksturnya? Warnanya mencolok, rancangan detailnya menarik, harmonis, dan menyenangkan? Setelah itu pilihan pada materialnya. Apakah material yang tepat untuk dipakai? Dan terakhir yaitu bagaimana proses membentuknya menjadi produk? Keaslian produk, material yang digunakan baik? Mempunyai kepribadian yang menarik?

Sebagai contoh adalah perkembangan desain telepon sampai dengan hand phone saat ini, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Sumber : https://xenology.home.blog/2019/08/05/sejarah-dan-perkembangan-telepon/

Bahkan di tahun 2020 ini, berbagai desain hand phone berbasis android, dari hari ke hari, aktu ke waktu, berlomba-lomba meluncurkan desain terbarunya, dilengkapi dengan berbagai keunggulan-keunggulan komparatifnya. Ini adalah salah satu contoh pentingnya pengetahuan tentang pemilihan desain dalam hubungannya dengan estetika dalam desain. Pada akhirnya, apa pun produk desain itu, kembali kepada konsumen atau penggunanya. Sejauh mana pengguna sudah melakukan proses pemilihan yang tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhannya ataukah keinginannya.

DAFTAR PUSTAKA

1.https://xenology.home.blog/2019/08/05/sejarah-dan-perkembangan-telepon/, Sejarah Dan Perkembangan Telepon
2. Pell, M. Yeremias., 2015, Materi Ajar Pemilihan Bahan dan Proses, Prodi Teknik Mesin FST Undana
3. Ashby, M., 1999, Materials Selection in Mechanical Design, second edition, Butterworth-Heinemann (kt)

Comments
Loading...