Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

DPRD : PAD Sabu Raijua Turun Rp 15,5 M Dalam 2 Tahun Terakhir

0 39

KORANTIMOR.COM – SEBA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sabu Raijua turun hingga lebih dari Rp 15,5 Milyar dalam dua tahun terakhir, yakni pada Tahun Anggaran (TA) 2018 sekitar Rp 47 Milyar menjadi sekitar Rp 31,5 Milyar.

Demikian dikatakan Deni Dadi Lado, Politisi Partai Demokrat yang juga merupakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sabu Raijua tersebut, Jumat (11/9/20).

Deni Dadi Lado

‘’Kabupaten Sabu Raijua mengalami kemunduran dalam pencapaian kinerja keuangan daerah. Salah satu contoh yang dialami oleh Kabupaten Sabu Raijua saat sekarang adalah menurunnya Pendapat Asli Daerah sekitar Rp 15,5 Milyar selama dua tahun terakhir. Pada tahun 2017, PAD Sabu Raijua sebesar Rp 47.098.079.707. Pada tahun 2018, turun menjadi Rp 33.673.967.174. PAD terud turun di tahun 2019 menjadi Rp 31.542.482.468,’’ beber Deni.

Padahal, menurut Deni, sebagai daerah otonomi baru dituntut untuk lebih mandiri, baik dalam menjalankan pemerintahannya maupun dalam mendanai keuangan daerahnya. “Karena setiap daerah harus mampu mengelolah dan mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk menjunjung keberhasilan otonomi daerah, diantaranya, sumber daya manusia (SDM), pengelolahan sumber daya alam, kemampuan mengelolah keuangan daerah, kondisi sosial budaya masyarakat, dan kemampuan manajemen,” jelasnya.

Deni Lado menjelaskan, penurunnya PAD di Kabupaten Sabu Raijua mengindikasikan tidak adanya ketidakmampuan dari pemimpin untuk memimpin sebuah daerah.

‘’Saya sebagai dewan, sangat bersyukur karena masyarakat sudah membantu kami untuk berani mengkritisi kinerja dari pemerintah, misalnya di media sosial mereka sudah berani membahas dan menanyakan terkait PAD Sabu yang terus menurun,” ungkap Deni yang juga tokoh muda dari Mesara.

Lebih lanjut, Deni berharap agar kritikan tersebut tidak datang saat menjelang pemilihan kepala daerah, tetapi selama daerah tersebut masih berdiri dan memiliki pemimpin harus dikritisi. ‘’Kan kritik itu cambuk untuk kita bergerak maju, intinya menyampaikan pendapat dan kritik harus sesuai etika dan norma yang berlaku” ujarnya.

Untuk Kabupaten Sabu Raijua, Deni menggambarkan jumlah PAD yang terus menurun, dimana pada tahun 2017 sebesar Rp 47.098.079.707, tahun 2018 sebesar Rp 33.673.967.174 dan tahun 2019 sebesar Rp 31.542.482.468.

Dengan menurunnya PAD di Kabupaten Sabu Raijua, kata Deni, dapat memberikan pengaruhi negatif terhadap kinerja pembangunan Sabu Raijua. “Sebaliknya, semakin tinggi kontribusi pendapatan asli daerah maka semakin tinggi kemampuan daerah untuk membiayai diri sendiri tanpa tergantung penuh pada pemerintah pusat,” paparnya.

PAD yang semakin meningkat, lanjutnya, akan menunjukkan kinerja keuangan daerah yang positif. “Kinerja keuangan yang positif dapat memberikan gambaran kemandirian keuangan dalam membiayai kebutuhan daerah dan mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Untuk Sabu Raijua, delama dua tahun terakhir ini mengalami penurunan. Sekarang kita serahkan ke masyarakat untuk menilai kinerja pemerintahan,” tandas politisi muda dari Partai Demokrat. (.kt/tim)

Comments
Loading...