Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Wagub NTT Teken Pencairan Tahap I Pinjaman Daerah Dari PT. SMI Senilai Rp. 189,7 Milyar

0 63

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josep A. Nae Soi teken (menandatangani, red) pencairan tahap I (pertama) pinjaman Daerah Rp. 189,7 Milyar dari total pinjaman Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp. 1,5 Triliun untuk kebutuhan pengembangan enam sektor pembangunan daerah yakni infrastruktur jalan, pengembangan perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan, dan penanaman porang.

Pencairan tahap pertama pinjaman tersebut akan diperuntukan untuk dua fasilitas pembiayaan, yakni fasilitas pertama untuk pembangunan 7 (tujuh) ruas Jalan Provinsi sebesar Rp. 66 Milyar dan fasilitas kedua, juga untuk pembangunan 9 (sembilan) ruas Jalan Provinsi sebesar 123,7 Milyar dengan panjang sekitar 189 kilometer.

Penandatanganan pinjaman itu dilaksanakan di Kantor Pusat PT. SMI-Jakarta Pusat pada Senin (24/08/2020), yang turut disaksikan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT. SMI, Edwin Syahruzad, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata, Komisaris Utama Bank NTT, JuvenileJodjana, Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan, Imanuel Blegur, Kaban Keungan NTT, Zacharias Moruk.

Terkait pinjaman tersebut, Wagub NaeSoi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT SMI atas kesediaannya mengabulkan permohonan bantuan pinjaman daerah itu. “Untuk membangun NTT, tidak bisa hanya bergantung pada Dana Transfer dari Pusat; baik dalam bentuk DAU maupun DAK,” ujarnya.

Wagub Nae Soi juga menyampaikan terima kasihnya kepada PT. SMI dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang telah mengabulkan permohonan pinjaman tersebut.

“Panjang Jalan Provinsi di seluruh Kabupaten/Kota di NTT sekitar 2.600-an kilometer. Sebagian besar dalam keadaan rusak berat dan ringan. Tidak mungkin, kami hanya bergantung pada dana transfer untuk membereskan ini. Belum lagi untuk bangun infrastruktur lainnya seperti embung, air dan lain sebagainya. Juga untuk pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta sektor lainnya,” bebernya.

Kami berharap, lanjut Naesoi, setelah pencairan pinjaman tahap pertama ini, akan segera diikuti dengan (pencairan) tahap berikutnya. Apalagi kami senantiasa dipermudah dan didampingi oleh tim dari PT. SMI untuk pengurusan administrasinya.

Sementera itu, Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad pada kesempatan bicaranya, menyampaikan profisiat kepada Pemerintah Provinsi NTT atas keberaniannya melakukan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur.

Edwin juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT yang telah membuka diri untuk membangun komunikasi yang intensif sehingga pencairan pinjaman tahap pertama tersebut dapat berjalan dengan baik. “Baguslah kita sudah bisa merealisasikan pinjaman tahap pertama ini. Dengan masih adanya relaksasi dan signifikansi untuk proses Pinjaman Daerah, kami berharap tim dari Pemerintah Provinsi NTT dapat mempersiapkan segala administrasinya secara lebih awal untuk pinjaman tahap berikutnya,” harapnya. (kt/tim).

Comments
Loading...