Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Willy Lay: Pariwisata dan Budaya Jadi Leading Sector Pembangunan di Kabupaten Belu

0 72

KORANTIMOR.COM – ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu (Pemkab) Belu di era kepemimpinan dan JT. Ose Luan menempatkan pengembangan pariwisata dan kebudayaan sebagai leading sektor pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willy Lay

Demikian dikatakan Bupati Belu, Willybrodus Lay (sebagaimana dilansir dari portal mediantt.com) saat sambutannya pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republi Indonesia ke – 75 di halaman Kantor Bupati Belu pada Senin (17/08/2020).

“Terdapat sejumlah objek wisata baru unggulan yang di persiapkan untuk mendukung program ring of beauty provinsi NTT, antara lain; wisata alam dan budaya serta Wisata Rohani yang masih membutuhkan penataan lebih lanjut, guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara,” tandasnya.

Menurut Bupati Willy Lay, progres pencapaian pemerintah terhadap program pembangunan Kabupaten Belu antara lain fokus pada pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan.

Oleh karena itu, langkah pertama dalam menunjang program tersebut ialah penguatan sumber daya manusia masyarakat dan aparatur sipil negara. “Peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menjawab pasar tenaga kerja dilakukan melalui pelatihan usaha kecil menengah, pelatihan tenun ikat, pelatihan pencelupan benang, pelatihan meubeler, pelatihan kelompok nelayan, pelatihan ketrampilan petani, pelatihan pengolahan sampah plastik, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur kabupaten/desa,” ujarnya.

Menurut Willy Lay, cita-cita kemerdekaan Indonesia mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Itu memerlukan perjuangan dan pengorbanan secara terus menerus. Oleh karena itu mengharuskan seluruh Rakyat Indonesia terdidik, cerdas, sehat, terampil dan produktif sehingga tercipta SDM yang unggul dan terampil.
Untuk itulah pada peringatan HUT ke-75 Pemerintah RI mengambil tema “Indonesia Maju” bersatu melangkah maju menuju kesejahteraan bersama, hanya dengan kerja maka kita akan melangkah maju dapat meraih masa depan nan jaya,” ucapnya.
Semangat inilah, lanjut Willy Lay, yang saya harapkan tertanam dalam jiwa seluruh Masyarakat Belu dan mempraktekkannya mulai dari diri sendiri, keluarga, rukun tetangga, rukun warga, kampung, desa, kecamatan, sekolah, kantor dan perusahaan, sehingga seluruh kekuatan yang ada di Kabupaten Belu ini bekerja bersama, bersatu melangkah maju.
“Kita semua percaya bila seluruh lembaga dan desa maju maka belu akan maju, bila seluruh Kabupaten dan Kota maju maka sebuah provinsi akan maju selanjutnya bila seluruh provinsi maju maka Negeri kita akan maju,” ungkapnya.

Willy Lay juga menyinggung perihal pertumbuhan ekonomi Daerah yang dipimpinnya (Kabupaten Belu, red), bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, laju pertumbuhan ekonomi mengalami fluktuasi yakni pada tahun 2018 mencapai 5,71%, dimana pada tahun-tahun sebelumnya (tahun 2017) sebesar 5,8% dan (tahun 2016) sebesar 5,76%.

Berdasarkan hasil capaian indeks, ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat sebesar 0,35%. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor antara lain; sektor yang mendukung PDRB hanya didominasi sektor sektor tertentu, seperti listrik dan gas akomodasi makan minuman, administrasi pemerintahan, kontruksi jasa; kesehatan dan kegiatan sosial. “Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang sangat penting karena menunjukkan aktifitas ekonomi yang terjadi di daerah dan akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada kurun waktu tertentu,” sebutnya.

Bupati Willy menambahkan, bahwa sampai dengan akhir tahun 2018,kondisi infrastruktur di Daerahnya itu mengalami peningkatan signifikan. “Jenis permukaan jalan dari total panjang jalan 479,57 km didominasi oleh permukaan jalan hotmix 331,29 km, permukaan kerikil 131,55 km dan permukaan tanah 16,73 km. Sementara kondisi jalan baik 237,80 km, sedang 69,2 km, rusak 46,16 km, rusak berat 132,83 km,” bebernya.

Dalam hal pengendalian terhadap kelangkaan air bersih atau air minum, hingga saat ini atas kerja sama dengan Kementerian PUPR melalui Balai Pemukiman dan Prasarana Wilayah NTT telah dibangun Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) Weoe, SPAM Wekiar, SPAM Wefiar dan SPAM Molosoan. Namun keberadaan SPAM tersebut, belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Belu. “Hal ini dikarenakan debit air yang tersedia masih kurang dan cenderung menurun terutama di musim kemarau,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, sebagai solusi, ada upaya alternatif di musim kemarau untuk menggunakan air permukaan yang bersumber dari sungai dan bendungan.

Bupati Willy juga mengakui, saat ini wabah pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap semua sektor pembangunan, terutama sektor ekonomi. Berkaitan dengan pemulihan dampak ekonomi, Pemerintah Kabupaten Belu telah melakukan beberapa kegiatan pemulihan dampak ekonomi masyarakat. Salah satunya berupa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bantuan Sosial Tunai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS, dan bantuan pangan non tunai /sembako.

Namun, Bupati Willy pun tetap menyampaikan rasa syukurnya karena Kabupaten Belu mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama dua tahun berturut-turut terkait Laporan Keuangan Pemerintah (LKP) Daerah tahun 2018 dan 2019.

Ia berharap di HUT Kemerdekaan RI ke-78 ini, Kabupaten Belu sebagai Daerah Perbatasan Negara Republik Indonesia-Timor Leste harus maju tanpa batas. “Artinya semakin mandiri dan terus bekerja keras menjadikan Indonesia sebagai negara maju, dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas dari garda terdepan perbatasan Negara RDTI,” ujarnya. (kt/tim)

Comments
Loading...