Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BBKSDA NTT Temukan Penyu Lekang Bertelur Sore Hari di Pantai Taman Buru Bena

0 53

KORANTIMOR.COM – SOE – Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) menemukan seekor Penyu Lekang (Lepidochelys Olevaceae) raksasa sedang bertelur di sore hari pada Minggu (16/08/2020) di Wilayah Pantai Taman Buru Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan-NTT. Hal tersebut merupakan suatu kejadian yang unik dan tidak biasa.

Demikian penyampaian Kepala BBKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si yang menyaksikan langsung kejadian unik tersebut kepada tim media ini pada Kamis (20/08/2020). “Umumnya Penyu ini akan mendarat dan bertelur pada malam hari karena penyu tidak suka dengan adanya cahaya dan keramaian,” ujarnya.

Namun kali ini, lanjutnya, ada kejadian yang unik dengan Penyu Lekang ini. Saya dan tim secara tidak sengaja menemukan seekor Penyu Lekang yang mendarat serta bertelur pada sore hari.

Kepala BBKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si saat menyaksikan langsung Penyu Lekang bertelur di sore hari pada Minggu (16/08/2020)

Timbul Batubara membeberkan bahwa, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi pada sore hari. Saat itu, ia bersama stafnya dengan sigap mengikuti seluruh proses tersebut sesuai SOP, mulai dari penyu melakukan pendaratan, membuat lubang dan bertelur, menutup lubang hingga mengocak lokasi lubang untuk membuat kamuflase mengamankan telur-telurnya dari predator. Kemudian penyu kembali ke laut lepas melalui jalur darat yang berbeda dari awal datangnya penyu tersebut. “Tujuannya sama yakni untuk kamuflase menghindari predator. Setelah itu, tim BBKSDA NTT mengevaluasi telur-telur Penyu Lekang tersebut untuk ditetaskan di kandang penetasan semi permanen,” ujarnya.

Menurut Kepala BBKSDA NTT itu, Penyu Lekang (Lepidochelys Olevaceae) merupakan satwa liar yang dilindungi karena terancam kepunahannya. Satwa Penyu Lekang mendarat dan bertelur setiap tahunnya di pantai sepanjang kawasan Taman Buru Bena. Jumlahnya puluhan ekor dengan ribuan tukit.

Taman Buru Bena
Taman Buru Bena merupakan Kawasan Konservasi di bawah pengelolaan BBKSDA NTT. Kawasan ini terletak di Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS, Provinsi NTT yang memiiliki luas 2,000.64 hektar.

Taman Buru Bena memiliki empat tipe ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis satwa, diantaranya; kerbau liar, buaya muara, penyu lekang, Rusa Timor dan berbagai jenis burung.

Taman Buru adalah kawasan hutan konservasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengakomodir wisata berburu. Keberadaan taman buru bertujuan untuk mewadahi hobi berburu yang telah ada sejak dahulu kala. Selain itu, perburuan juga bisa digunakan untuk mengendalikan populasi satwa tertentu.

Terkait hal itu, Kepala Balai Besar KSDA NTT Ir. Timbul Batubara, M.Si menghimbau kepada semua lapisan masyarakat di Amanuban Selatan untuk mencegah kerusakan dan kebakaran hutan di sekitar wilayah Kawasan Taman Buru. “Mari kita mencegah Taman Buru Bena dari kerusakan dan kebakaran sehingga kelestarian alam terjaga,” ajaknya. [.kt/tim]

Comments
Loading...