Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

 1.783 Narapidana dan Anak di NTT Dapat Remisi di HUT RI ke – 75

0 61

KORANTIMOR.COM, KUPANG – Sebanyak 1.783 orang Narapidana dan anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat remisi di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020. 19 orang Narapidana diantaranya langsung dibebaskan.

Demikian penyampaian Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur pada Upacara Penyerahan Remisi Umum 17 Agustus Oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur kepada Narapidana dalam Peringatan HUT RI ke – 75 di Kantor Lapas Kelas II A Kupang pada Senin (17/08/2020).

Surat Keputusan (SK) Remisi Umum tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham, (Kakanwil Kemenkumham) NTT, Marsiana D. Jone dan Kalapas Kelas IIA Kupang, Badarudin, di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang, kepada 4 orag perwakilan Narapidana seusai mengikuti teleconference bersama Menteri Hukum dan Ham, Yasona Laoly dan Direktur Jenderal (Dirjend) Pemasyarakatan, Irjen Reinhard Silitonga.

Jumlah Narapidana yang mendapat Remisi Umum (RU I) 17 Agustus 2020 sebanyak 1.764 orang dengan rincian, remisi 1 bulan sebanyak 423 orang, 2 bulan sebanyak 273 orang, 3 bulan sebanyak 403 orang, 4 bulan sebanyak 302 orang, 5 bulan sebanyak 315 orang dan 6 bulan sebanyak 48 orang.

Sedangkan jumlah RU II (Narapidana langsung bebas) sebanyak 19 orang dengan rincian sisa masa tahanan, 1 bulan sebanyak 8 orang, 2 bulan sebanyak 1 orang, 3 bulan sebanyak 1 orang, 4 bulan sebanyak 3 orang, 5 bulan sebanyak 5 orang dan 6 bulan sebanyak 1 orang.

Menteri Hukum dan Ham, Yasona Laoly dalam Sambutannya melalu video conference, menyatakan syarat mutlak bagi Narapidana dan anak untuk mendapatkan remisi itu karena berkelakuan baik dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik serta tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir terhitung tanggal pemberian remisi.

Selain itu Yasona Laoly memberikan warning kepada seluruh pejabat kementerian maupun seluruh jajaran Direktorat Pemasyarakatan yang tidak berintegritas dalam menjalankan tugas pemasrarakatan, ia tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas bahkan memecat dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain itu Yasona memberi apresiasi dan bangga kepada seluruh WBP yang berhasil membuat banyak karya seni berupa souvenir, sehingga dirinya saat berkunjung ke negara lain pasti yang dibawahnya hasil karya seni dari warga binaan.

“Saya perlu apresiasi kepada seluruh warga binaan di seluruh Indonesia yang banyak menunjukkan kehebatan berupa karya seni khususnya sovenir. Rasa bangga dan apresiasi saya itu saya tunjukkan saat saya berkunjung ke negara lain, dan saya bawah sebagai cenderamata untuk Kepala Negara yang saya kunjugi itu berupa souvenir hasil karya anak-anak dan sahabat-sahabat saya di lembaga pemasyarakatan” Ungkap Menteri Hukum dan Ham.

Wagub Nae Soi kepada media ini usai penyerahan SK secara simbolis mengatakan pemberian remisi kepada warga binaan tersebut merupakan reintegrasi sosial yang diberikan oleh negara, agar warga binaan juga dapat berinteraksi kembali bersama dengan masyarakat umum.

Selain itu Wagub juga mengingatkan warga NTT untuk tidak boleh melakukan tindakan kejahatan pencurian seperti yang terjadi di Sumba, karena seperti janji Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, apabila itu masih terjadi, sebagai pemerintah dirinya dan Gubernur tidak main-main untuk bertindak tegas dan memindahkan Narapida yang seperti itu ke Nusa Kambangan.

“Sebagai Pemerintah, Saya dan Pak Gubernur tidak main-main dan akan bertindak tegas apabila masih ada masyarakat NTT yang melakukan tindakan pencurian seperti yang terjadi di Sumba pada waktu yang lalu, syaa pastikan untuk memindahkan mereka menjadi warga binaan Nusa Kambangan” Tegas Wagub Nae Soi.

Pada Kesempatan yang sama Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone, S.H, berharap agar Warga Binaan yang menerima Remisi Umum di HUT Kemerdekaan RI Tahun 2020 untuk terus berbuat baik dan tidak boleh mengulangi perbuatan yang melawan hukum.
“Saya berharap agar Warga Binaan di NTT yang menerima Remisi tahun 2020 untuk terus berubah dan jangan mengulangi hal yang sama dalam keseharian. Selain itu diharapkan untuk menghindari hal-hal yang melawan hukum dan merugikan diri sendiri,” ujarnya.

Sebagai Kakanwil, lanjut Marciana, saya menaruh harapan besar kepada seluruh Kalapas dan Rutan seluruh NTT untuk benar-benar membentuk warga binaannya yang saat ini berjumlah 2.797 orang dengan rincian sebagai tahanan berjumlah 517 orang dan Narapidana berjumlah 2.280 orang, besar harapan dari setiap mereka ketika keluar dari Lapas dan Rutan sudah benar-benar berubah dan memiliki kompetensi tertentu.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kupang, Badarudin yang ditemui di depan Lapas Kelas II A seusai acara itu mengatakan bahwa untuk Lapas Kelas II A Kupang yang mendapat remisi umum tahun 2020, sebanyak 342 Narapidana. Semuanya laki-laki. Semuanya menerima remisi pemotongan masa tahananan, ada yang 1 bulan dan ada yang hingga 6 bulan. (kt/tim)

Comments
Loading...