Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BBKSDA NTT Sigap Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan CA Wae Wu’ul Kecamatan Komodo Mabar

0 58

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT berhasil melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan Cagar ALam (CA) Wae Wu’ul dan lahan masyarakat di daerah Wingko, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat pada Kamis (13/8/2020) terkait adanya titik api di sekitar CA Wae Wu’ul daerah sekitar Wingko Kecamatan Komodo, Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara bergerak cepat dengan memerintahkan Kepala Resort Wae Wuul, Kepala Seksi Wilayah III dan Kepala Bidang KSDA Wilayah untuk segera ke lokasi kebakaran guna memadamkan penyebaran kebakaran yang lebih luas.

Selain menurunkan tim inti dari BKSDA NTT, Kabalai BKSDA juga berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional (TN) Komodo, Direktur Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Polres dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Manggarai Barat untuk bersama-sama bergerak cepat untuk menghentikan titik api agar tidak menyebar ke banyak wilayah konservasi dan juga lokasi pariwisata.

Kabalai BKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si kepada tim media ini, memyampaikan bahwa dengan usaha maksimal selama dua jam, tim gabungan yang dikoordinasikannya mampu menaiki puncak bukit tempat adanya dua titik api, dan Tim Gabungan mampu memadamkan beberapa percikan api yang masih tersisa akibat kebakaran.

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara

 

“Tim Gabungan yang kami turunkan ke TKP titik api, melakukan perjalanan selama 2 jam dan ditemukan api telah tersisa sedikit dan telah memadamkan dan mopping up. Walaupun dengan suasana gelap, tim kami mampu memadamkan semua titik api dan memastikan tidak ada lagi penyebaran api lagi,” jelas Timbul.

Timbul Batubara menerangkan, sebanyak dua titik kebakaran yang terjadi di CA Wae Wu’ul, satunya berada diluar kawasan dan sebagian di dalam kawasan, yang letaknya berpada pada koordinat 8°35` 24.8“ S dan 119° 48` 12.7“ E. Ia mebgatakan bahwa timnya bekerja maksimal dengan melakukan koordinasi dengan masyarakt sekitar untuk memastikan luas wilayah konservasi serta vegetasi apa saja yang terbakar.

“Sampai dengan saat ini tim masih melakukan mopping up, perhitungan luas, pemetaan serta pengumpulan informasi dari masyarakat, diketahui luas areal yang terbakar seluas 17 Ha, dengan kondisi semua vegetasi berupa savanna semuanya terbakar. Untuk pengukuran lahan masyarakat, Tim BBKSDA NTT sedang berkoordinasi dengan aparat Desa sesuai kepemilikan ulayat masing-masing,” papar Kabalai Timbul Batubara.

Kabalai Timbul Batubara kepada tim media ini juga menghimbau agar masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan sedapat mungkin menghindari pembakaran lahan pertanian di sekitar CA Wae Wu’ul. Apalagi menyebabkan kebakaran hebat yang merusak wilayah konservasi dan keberlangsungan kehidupan vegetasi dan ekosistem lainnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan api di sekitar CA Wae Wu’ul berupa semak belukar (savanna) yang apabila ada sedikit api serta cuaca panas dan angin kencang dapat menyebabkan api menyebar yang menjadikan kebakaran hebat dan merusak semua ekosistem yang ada di dalam wilayah konservasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kabalai juga mengapresiasi dan berterima kasih atas respon cepat jajaran petugas ditingkat Resort dan juga tim gabungan yang dikoordinasikan, sehingga api cepat dikendalikan dan tidak menyebarluas ke berbagai tempat.

Dengan kejadian kebakaran di CA Wae Wu’ul, Kabalai BKSDA NTT menegaskan agar seluruh jajaran Resort di seluruh Kawasan Konservasi se-Provinsi NTT agar tetap melakukan koordinasi dengan seluruh pihak dan meningkatkan kesiapsiagaan penuh terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan pada saat cuaca mulai memasuki musim panas ini. (.kt/tim)

Comments
Loading...