Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Rumpun Besar Keluarga Mutis Tuan Akan Gelar Pertemuan Adat Untuk Tutup Wisata Alam  Mutis 

0 124

KORANTIMOR.COM – SOE – Rumpun Keluarga Besar Mutis Tuan akan melakukan pertemuan adat untuk silaturahmi adat sekaligus membahas degradasi kelestarian Cagar Alam Gunung Mutis dan ‘menutup’ Wisata Alam Mutis. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (1/8/2020) di Sonaf Oepopo, desa Mutis-Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor-Tengah Selatan. 

Demikian disampaikan Usif dari Sonaf Neso-Eno, Usif Benyamin Tusalak dan Usif Lusianus Tusalak saat ditemui wartawan pada 1 minggu lalu di Soe, Kabupaten TTS.

“Sangat miris sekali, disebut Pah Mutis, tapi orang naik Gunung Mutis seenaknya. Sampah bertebaran dimana-mana sehingga merusak alam  Wisata Mutis dan lingkungan sekitarnya (Sufa Kauf Pah Mutis, red),” tandas duo Tusalak itu.

Benyamin Tusalak menambahkan melaui pesan WhatsApp kepada media, “katong dapat pujian di facebook dan keluarga Pah Mutis dapat nama besar, akan tetapi ketika mereka pulang kita dapat apa? Sampahlah yang didapat orang Mutis!”

Bahkan bertanya, “Mutis, siapa penanggungjawabmu? Siapa penuturmu ? Dan siapa pemandu jalanmu? Siapa penjagamu?”

Oleh karena itu menurutnya area Gunung Mutis harus dijaga agar tetap lestari dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat di Timor dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu karena Gunung Mutis menyimpan sejuta makna bagi masyarakat di sekitarnya dan masyarakat Timor pada umumnya.

Masyarakat yang tinggal di sekeliling area kaki Gunung Mutis dan masyarakat Timor pada umumnya percaya Gunung Mutis adalah gunung keramat. Gunung Mutis itu Surga, tempat peristirahatannya para arwah orang yang telah meninggal. Setelah meninggal dunia, jiwa/arwah orang yang meninggal akan kembali ke Gunung Mutis.

Gunung Keramat ini , lanjut Obe Tusala, selain sebagai tempat terakhir arwah orang meninggal, juga sinyalir tempat seluruh batu (nama suku/marga atau yang disebut faut ma kana, red) Orang Timor. Tempat Perjanjian Leluhur Pertama Orang Timor dengan pencipta.

“Penerusnya adalah generasi hari ini dan seterusnya. Kita semua, tapi ada penanggungjawab yang bertugas berbicara, berdoa, natoni, ritual dan lain-lain demi kehidupan anak-cucunya atau generasi selanjutnya,” ujarnya.

Tujuan lain dari pertemuan tersebut ialah memupuk  temali kekeluargaan dan persaudaraan keluarga besar Mutis Tuan (rumpun suku/marga) yang bermukim di sekitar area kaki gunung Mutis. Terutama mengingatkan semua rumpun suku akan pohon kehidupan rumpun besar keluarga Mutis Tuan dan tentang tanggungjawab moril menjaga dan merawat Mutis.

Menurut duo Tusalak itu, selama ini keturunan suku Pitay sudah tersebar diberbagai tempat sehingga kelestarian alam Mutis tidak terpelihara dan banyak orang mengklaim bahwa Mutis adalah miliknya.

Jika selama ini, lanjut duo Tusalak, klaim terhadap gunung Mutis dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai tuan tanah dari Mutis, maka hal tersebut tidak benar. “Pemilik sah Mutis adalah Tusalak – Laome yang merupakan putra dari Pitay Uf”, ujarnya.

Karena itu, semua kegiatan yang dilakukan di Mutis harus atas sepengetahuan mereka (Tusalak-Laome – red) bersama para amaf dan tetua adat disana.

Keluarga Tusala lainnya yakni Yakob Obe Tusala, kepada media ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat Pah Mutis terbuka terhadap siapa saja yang datang dengan niat dan hati yang bersih. Karena bagi mereka, Gunung Mutis milik seluruh Orang Timor. Tetapi ada penanggung jawabnya secara adat dan budaya.

Tusala menambahkan, harus diingat dan tegaskan kembali pembagian penjagaan Gunung Mutis pada zaman Usif:

Bagian Barat dijaga oleh: Amfoan yaitu: Tabelak-Taebenu-Loit-Aomanas-Banu-Tbij.

Bagian Timur Oleh Usif Kono dgn Amaf-amafnya: Anin-Alupan-Anone-Metkono,

Bagian Utara oleh: Bais-Tanines-Natun-Tamelab-Tolan-Tafoen,

Bagian Selatan Oleh:  usif Oematan “Sa’u-Balan-Boko-Bay-Seko-Ba’un-Tfui-Sunbanu.

Puncak Gunung Mutis Oleh Usif:  Nafa-Auni-Tusalak-Laome dengan Amaf-Amafnya: Noel-Tapatab-Tsun-Tunmuni.

Pembagian Kekuasaan Gunung Mutis 

Tusalak-Laome bersama amafnya memiliki luas area kekuasaan meliputi: sketsa Desa Nenas, Sketsa Desa Nuapin, Sketsa Desa Noebesi.

Nunbena oleh Usif:  Oematan bersama Para amafnya,

Bagian Timur kefetoran Noetoko oleh: usif Kono bersama amafnya

Kefetoran Aplal oleh: Usif Thaal bersama Amafnya

Kefetoran Amfoang oleh Usif : Tabelak Taebenu bersama amaf-amafnya. (.kt/tim)

Comments
Loading...