Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Edukasi Parawisata di NTT Dibalik Sumba Heritage Fashion Carnival 2019

0 146

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Event akbar Sumba Heritage Fashion Carnival 07 November 2019 (SHFC 2019) telah kurang lebih 8 bulan berlalu. Namun keindahan alam, warna-warni tenun ikat tradisional, kesenian, produk kerajinan tangan, kuliner lokal, adat dan budaya Sumba yang unik tetap membekas diingatan. Alam dan kebudayaan Sumba menjadi magnet yang mengagumkan dan menarik pengunjung/wisatawan berdatangan ke Sumba. Kekayaan alam dan budaya Sumba yang ditampilkan melalui event tersebut sekaligus tantangan yakni tanggungjawab moral dan edukasi budaya bagi masyarakat Sumba dan masyarakat NTT pada umumnya untuk menjaga dan melestarikan alam dan budaya lokal, khususnya alam dan kebudayaan masyarakat Sumba.

SHFC 2019 meninggalkan kesan yang menarik dan semarak serta bermartabat dan edukatif tentang keindahan parawisata di bumi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat Sumba dan semua tamu undangan dari berbagai daerah di NTT (baik pejabat daerah, seniman, masyarakat biasa), wisatawan; baik dalam negeri maupun luar negeri yang hadir pun terpesona. Semuanya berjalan dalam nuansa penuh persaudaraan dan keakraban serta kekeluargaan.

Momentum tersebut juga dimaknai sebagai perwujudan dari rasa cinta masyarakat Nusa Tengara Timur dan masyarakat Sumba pada khususnya terhadap tradisi dan budaya. Kita menghormati dan menghargai Warisan Leluhur yang hidup dan berakar di dalam komunitas-komunitas masyarakat Pulau Sumba dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnya.

Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si yang kala itu adalah Penanggungjawab SHFC 2019 menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh peserta karnaval yang datang dari berbagai daerah, suku dan etnis serta masyarakat Pulau Sumba. “Kehadiran bapa ibu saudara-saudari di sini (Sumba, red) hari ini menguatkan kami semua; pemerintah dan masyarakat Sumba bahwa Sumba memiliki warisan kekayaan alam dan budaya yang bernilai tinggi dan perlu dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Bagi Gidion Mbilijora selaku Kepala Daerah setempat, kehadiran dan keikutsertaan peserta pada event yang bermartabat itu merupakan wujud dukungan, kepedulian, tanggungjawab dan komitmen bersama untuk terus menjaga dan merawat kebersamaan, kebhinekaan, persaudaraan dan persatuan.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Foto: Merdeka.Com)

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat pun melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Djelamu Ardu Marius, M.Si (diwawancarai media ini pada 20 Oktober 2019 sebelum pelaksanaan SHFC, red) mengungkapkan komitmennya untuk mengembangkan sektor parawisata di NTT sebagai prime mover economy. Bahkan terkait dengan itu, Pemerintah NTT telah menetapkan Target Kunjungan Wisatawan ke NTT hingga Tahun 2023 sebesar 1,5 juta wisatawan. Penetapan target ini sejalan dengan upaya Pemerintah NTT untuk terus menerus membenahi berbagai Destinasi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

“Upaya promosi juga terus menerus kita lakukan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Apalagi Pariwisata menjadi Prime Mover Pembangunan ekonomi dan atau menjadi Lokomotif yang ikut menggerakkan berbagai sektor lainnya untuk sama-sama maju menuju masyarakat NTT yang bangkit dan sejahtera sejahtera,” ujar Marius.

 

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Djelamu Ardu Marius, M.Si

Dr. Djelamu Ardu Marius lanjut menjelaskan kala itu bahwa Pemerintah Nusa Tenggara Timur terus mengembangkan kemitraaan dengan berbagai pelaku industri pariwisata dan stakeholders lain serta instansi terkait untuk berpartisipasi dalam memperkenalkan dan mempromosikan Pariwisata Nusa Tenggara Timur, termasuk ke dunia internasional sehingga dapat menarik banyak wisatawan berkunjung ke NTT, termasuk ke Pulau Sumba.

Sementara itu, Panitia SHFC 2019 melalui dr. Lely Harakai, M.Kes yang adalah Ketua Panitia mengatakan bahwa Panitia Sumba Heritage Fashion Carnival 2019 merupakan Panitia Kecil dan hanya terdiri dari 9 orang. Namun mereka menggandeng orang-orang berkompeten dalam mempersiapkan event tersebut. “Kami mengajak beberapa fotografer Pulau Sumba, diantaranya Donny Louis, Fredy Hambuawali , Joy, Gusti Dida (Lindi Manang) dan teman-teman serta beberapa Vidiografer seperti Ama Dj, Aries Riwu dan teman-teman,” ungkapnya.

Demikian juga dengan beberapa designer, lanjut dr. Lely Harakai, seperti Erwin Yulianto serta Kurator Even, Heru Prasetya dari Mataya Art &Heritage yang sangat terkenal dengan Festival Payung Indonesia dan Komunitas Mobil Antik Willis Sumba Timur serta Komunitas Motor Antik Sumba Timur CB Community.
Bagi Lely Harakai, semangat dan antuasias serta dukungan berbagai pihak di daerah merupakan motivasi tersendiri untuk menampilkan yang terbaik buat Sumba.

Dengan tersenyum Lely Harakai mengatakan bahwa Even tersebut sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan rumah tangga melalui Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Kreatif.

Sementara Wakapolda NTT, Brigjen Pol Drs. JohniAsadoma, M.Hum yang kala itu berbalut kain tenun khas Sumba Timur, didampingi Kapolres Sumba Timur AKBP Victor M.T Silalahi, SH.,MH juga tersenyum bangga dan bahagia menyaksikan event Sumba Heritage Fashion Carnival 2019,bahkan ikut dalam iring-iringan Karnaval bersama Bupati Sumba Timur.

Akhirnya Perhelatan Sumba Heritage Fashion Carnival 2019 menjadi bagian tampilan keindahan eksotis parawisata budaya di NTT. Masyarakat Sumba khususnya, seakan memasuki sebuah keajaiban tenun ikat Sumba sebagai Pusaka Budaya yang perlu terus diperjuangkan keberadaan dan kreatifitasnya oleh masyarakat Sumba.

Potensi alam dan budaya serta kreatifitas masyarakat Sumba dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang kreatif serta inovatif, Sumba Heritage Fashion Carnival akan menjadi salah satu event budaya di Indonesia dan Dunia ke depan, sekaligus parawisata budaya yang memikat. Sumba is incredible (Sumba luar biasa), menyaksikan ribuan orang menggunakan Tenun Ikat Tradisional Sumba pada Even ini sangat mengagumkan,” ungkap salah seorang peserta Sumba Heritage Fashion Carnaval saat itu. (Kerjasama biro humas danprotkol setda provinsi NTT dengan korantimor.com)

Comments
Loading...