Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Pesona Wisata Taman Nasional Komodo: Kekayaan Alam NTT Berkelas Premium di Dunia

0 104

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Taman Nasional Komodo (TNK) yang terletak di Pulau Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan kekayaan wisata alam bernilai tinggi dan ekslusif (premium, red) di dunia, karena keberadaan Komodo (biawak raksasanya) yang menarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Komodo (varanus komodoensis)

Disebut Taman Nasional Komodo (TNK) karena disana (Pulau Komodo, red) exist binatang terlangkah di dunia yakni Komodo atau Varanus Komodoensis dilindungi. Komodo memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Komodo (Varanus komodoensis) merupakan spesies purba dan langka yang hampir punah sehingga keberadaannya sangat dilindungi. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserveoleh UNESCO tahun 1986.

Nama Komodo mengacu pada nama tempatnya yakni Pulau Komodo. Masyarakat lokal setempat menyebutnya ora, dikawasan lain disebut mbou/mbau,rugu, atau buaya darat. Dalam bahasa Inggris disebut komodo dragon. Komodo memiliki sebaran yang terbatas yakni di Pulau Komodo, Rinca, Nusa Kode, dan Gili Motang. Keempat pulau tersebut termasuk ke dalam wilayah Taman Nasional Komodo. (BBKSDA NTT 2017, Panduan Lapangan Biawak Komodo).

Taman Nasional Komodo mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km².
Selain biawak Komodo, di kawasan Taman Nasional Komodo, pengunjung juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung. Taman Nasional Komodo juga memiliki biota bawah laut yang menakjubkan yang dikalangan penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia.

Di destinasi TNK, wisatawan; baik nasional maupun internasional dapat mengunjungi destinasi wisata lainnya disekitarnya yakni Loh Buaya, Pantai Pink, Gili Laba, Pulau Kelor, dan Kampung Wisata Komodo.
Mempertimbangkan keunikan dan nilai kekayaan obyek wisata ini, kelangkaan Komodo dan kondisi lingkungannya yang perlahan mengalami degradasi oleh ulah oknum tidak bertanggungjawab (seperti perambah hutan dan bahkan pelaku pencurian telur Komodo untuk tujuan komoditi, red), Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Timur bersikap tegas melindungi TNK.

Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat berkomitmen melakukan konservasi TNK demi kelestarian lingkungan TNK, terutama eksistensi spesies langkah di dunia itu (komodo, red). Kebijakan ini pun mendapat respon dan dukungan luar biasa dari berbagai pihak; baik aktifis lingkungan maupun dunia internasional.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Foto: Merdeka.Com)

Langkah konservasi oleh Pemprov NTT selain bermanfaat untuk kelangsungan eksistensi Komodo, juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang kemudian diharapkan memberi dampak positif bagi peningkatan PAD dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar Pulau Komodo.

Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT bersihkuku melakukan penutupan sementara Pulau Komodo.

Sebagaimana pernah disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Djelamu Ardu Marius, M.Si,

“Kita tidak hanya melihat kepentingan jangka pendek ekonomi parawisata untuk saat ini, tetapi untuk kepentingan jangka panjang. Apakah tourisme di TNK akan terganggu? Sama sekali tidak. Yang kita konservasi atau tutup sementara ialah Pulau Komodonya, sementara pulau lain yakni Pulau Rinca dan Pulau Padar semua tetap dibuka,” papar Marius (beritalima, 25/9/2020).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si 

Jadi walau Pemerintah Provinsi NTT menegaskan upaya konservasi TNK, aktifitas parawisata di sekitar TNK tetap berjalan.

Walau aktifitas parawisata di TNK sempat ditutup sementara pada Maret 2020 oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) karena Virus Corona. Penutupan sementara tersebut diperpanjang lagi oleh BTNK pada 29 Mei 2020 dengan Surat Edaran nomor: PG.466/T/TU/REN/05/2020 pada Kamis 28 Mei 2020 yang bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Sebagaimana diberitakan Media Kompas.Com pada 22 Maret 2020, edaran itu merupakan tindaklanjut dari perintah Gubernur NTT, VBL untuk pentupan seluruh destinasi wisata di NTT guna mencegah penyebaran Covid-19.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

“ Ya benar. Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengirim surat kepada seluruh Bupati di NTT/Wali Kota Kupang untuk menunda sementara pelaksanaan festifal parawisata dan menutup seluruh destinasi wisata,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Djelamu Ardu Marius kepada sejumlah wartawan di Kupang pada Sabtu (21/3/2020).

Namun pasca pemberlakuan New Normal Life, TNK kembali dibuka mulai Juni 2020 untuk para wisatawan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Termasuk kewajiban membawa Surat Bebas Covid-19 berdasarkan hasil rapid test (PCR). Bagi warna NTT, diwajibkan bawa Surat Ketarangan Hasil Rapid Test yang masih berlaku. “Dokumen tersebut wajib ditunjukkan kepada petugas BTNK saat screening check di entry point di Pelabuhan Bajo,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukito Awang Nistyantara pada Senin (15/7/2020).

Beberapa ketentuan yang harus ditaati pengunjung/wisatawan antara lain:
1. Memakai masker selama berkunjung ke TN Komodo
2. Menunjukkan dokumen dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh di titik masuk
3. Mematuhi jam masuk dari pukul 07.00-15.00 Wita
4. Menjaga jarak sekitar satu meter dengan petugas dan wisatawan lain
5. Mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas
6. Membawa hand sanitizer sendiri
7. Membawa minum sendiri
8. Mematuhi arahan naturalist guide saat di lapangan
9. Mematuhi aturan berjemur di pantai dengan jarak antar wisatawan sejauh satu meter.

Ada ragam aktivitas wisata yang bisa dilakukan selama berada di TNK antara lain; melihat secara langsung Binatang Komodo, kura-kura laut dalam jumlah besar, warna-warni terumbu karang, wisatawan juga dapat menikmati pantai, diving, snorkeling, maupun mendaki bukit dengan pemandangan menakjubkan.
Pulau Komodo menyediakan sejumlah fasilitas cukup memadai, mulai dari penginapan shelter, hingga stand makanan. Pembangunan dermaga, penataan jalan, MCK, dan beberapa papan informasi dibenahi untuk penunjang wisata. Bagi wisatawan yang ingin berwisata kuliner, dapat mengunjungi Kampung Ujung yang menyajikan menu-menu seafood. [kt kerjasama dengan birohumasdanprotokol setda provinsi NTT)

Comments
Loading...