Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Fraksi Gerindra Prihatin Kondisi Kredit Macet Bank NTT

0 107

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Fraksi Gerindra DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan prihatin dengan kondisi Bank NTT hari ini. Bank NTT didorong untuk meningkatkan deviden hingga 500 Milyar, tetapi disaat yang sama kredit bank menumpuk hingga Rp 125 M.

Demikian pandangan umum fraksi atas laporan pertanggung jawaban pelakasanaan APBD tahun 2019 dalam sidang paripurna DPRD NTT di gedung DPRD  Provinsi NTT pada Senin (22/6/2020).

“Fraksi Gerindra menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi yang dihadapi oleh BUMD yang menjadi andalan Provinsi NTT yakni Bank NTT,”  ujar anggota Fraksi Gerindra, Jan Pieter Windi saat membacakan pemandangan fraksi.

Lebih lanjut Jan Pieter menguraikan, dengan tekad dan berbagai cara Pemda Provinsi dan DPRD NTT menggenjot kinerja bank NTT agar dapat meningkatkan deviden hingga mencapai target Rp. 500 Milyar, justru pada saat yang sama Bank NTT bermasalah dengan kredit macet.

Bahkan kredit macet Bank NTT  sebesar Rp 126 Milyar saat ini tengah diproses secara pidana yang bisa saja menandakan masih banyak kredit-kredit macet lain yang ada di Bank NTT.

Ungkap Jan Pieter lebih lanjut, Fraksi Gerindra tidak meragukan kemampuan keuangan Bank NTT, namun kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha serius dan terukur. “Luka ini dan luka-luka lain yang masih tersembunyi harus segera diatasi sebelum menjadi borok. Praktek-praktek perkoncoan dan yang menyimpang dalam pemberian kredit harus ditiadakan,” tegasnya.

Fraksi Gerindra menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Tinggi NTT atas proses hukum yang sementara berjalan terhadap kasus kredit macet sebesar Rp 126 miliar.

“Penghargaan dan dukungan patut diberikan kepada Kejati NTT atas komitmen membangun NTT dibidang penegakan hukum demi memulihkan kepercayaan publik terhadap Bank NTT,” ujarnya.

Fraksi Gerindra juga berharap agar Kejati NTT terus memantau dan memberantas berbagai tindakan korupsi yang menghambat investasi di NTT.

Fraksi Gerindra sepakat dan mendukung Kejati NTT untuk melakukan upaya pemulihan kerugian negara yang dialami oleh Bank NTT dengan melakukan penyitaan aset serta uang milik kreditur macet agar Bank NTT bisa sehat kembali. “Upaya penegakan hukum, pemulihan kepercayaan publik terhadap Bank NTT, serta pemulihan kerugian negara melalui tindakan penyitaan asset dan uang oleh pihak Kejaksaan harus dibarengi dengan perbaikan internal di tubuh Bank NTT,” harapnya.

Fraksi Gerindra juga mengkritisi kinerja pengawasan internal Bank NTT yang lemah dan bolong-bolong serta praktik-praktik menyimpang yang berakibat pada kerugian negara. “Hilangnya uang rakyat di Bank NTT dapat dengan mudah dilakukan. Artinya pengawasan internal Bank NTT ini sudah semestinya menjadi tanggung jawab jajaran Komisaris,” tandasnya.

Karena itu, Fraksi Gerindra meminta agar Gubernur sebagai pemegang saham pengendali bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten / Kota se NTT sebagai pemegang saham harus mendukung peningkatan pengawasan internal Bank NTT c.q.  jajaran Komisaris. (kt/tim KOWAPPEM)

Comments
Loading...