Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Waduh, Bank NTT Pakai Debt Collector Untuk Intimidasi dan Paksa Nasabah

0 243

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aksi premanisme dikakukan Dept Collector yang diduga dibayar oleh pihak Bank NTT Cabang Oesao untuk mengintimidasi dan memaksa nasabah atas nama Suwito Yongnardi (43) untuk menandatangi surat jual-beli aset milik nasabah dengan alasan tak jelas.

Karena merasa diintimidasi dan tetancam,  Suwito, Warga Jalan Herewila RT. 002/RW. 001, Kelurahan Naikoten II, Kec. Kota Raja, Kota Kupang, melaporkan kejadian itu ke Polda NTT, Senin (15/6/2020).

Suwito saat di temui sejumlah media di SPKT Mapolda NTT, mengatakan,  kejadian naas itu dialaminya tidak hanya di kantor notaris namun di rumah toko (ruko) milik keluarganya. Akibatnya,   istri dan anaknya mengalami trauma.

“Saya dipaksa untuk menanda-tangani surat di notaris yang sudah di tunjuk oleh pihak Bank yaitu Bobby Pakh. Namun pada saat itu saya diminta untuk bertemu di kantor Notaris Zantje, kemudian di sana muncul Debt Collector tersebut masuk dan banting kertas lalu mengatakan, pak baca baik-baik lalu pak tanda tangan,” ungkap Suwito.

Menurut Suwito, ia meminta agar surat itu dipalajari terkebih dahulu.   “Saya tidak bisa tanda-tangan sebelum saya pelajari isi dari surat tersebut, saya bawa pulang dulu untuk di pelajari. Namun Debt Collector tersebut mengatakan pak pelajari sekarang dan tanda tangan. Saya di ancam tidak bisa keluar jika tidak tanda tangan,” ujarnya.

Merasa terancam,  Suwito menghubungi kuasa hukumnya. “Ketika saya sedang menelpon, Debt Collector langsung merampas HP dari tangan saya dan mengatakan saya tidak menghargainya,” katanya.

Kuasa Hukum Suwito yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi Mapolda NTT. Kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menghubungi Suwito untuk berdiskusi langsung dengan Boy Nunuhitu, Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi.

Menurut Suwito, saat polisi yang berusaha menghubungi dirinya melalui sambungan seluler milik Kuasa Hukum itu, tiba-tiba Sang Debt Collector merampas seluler milik Suwito dan mengatakan, “Hei Kau siapa? Nama sapa? pangkat apa? Ada urusan apa? Saya tidak meladeni lewat telepon, berani datang kesini,” bentak Debt Collector  seakan menantang Polisi.

Aparat kepolisian yang mendengar percakapan Debt Collector tersebut langsung menuju TKP.  Sesampai di TKP Debt Collector tersebut masih terus berupaya menghadang dan menentang petugas Kepolisian. Hal itu benar terjadi adanya sesuai bukti video yang diterima oleh tim media ini.

Sementara itu Notaris Zantje Mathilda Voss-Tomasowa saat dihubungi tim media ini via telepon selulernya terkait kronologi yang terjadi di kantornya, dirinya berdalih seakan-akan tidak ada persoalan. “Kejadian apa? Terus kejadian apa? Saya tidak tahu. Bagaimana? Saya no komen ya,  saya tidak bisa kasih komentar,” ujarnya langsung memutuskan sambungan telepon. (kt/tim)

Comments
Loading...