Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Di Desa Naitimu Istri Aparat Desa dan TKD Sumringah Terima BLT, Janda dan Lansia Merana

0 231

KORANTIMOR.COM – NAITIMU – Penyaluran Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga terdampak Covid-19, di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Rabu, 20/15/2020) diduga tidak tepat sasaran dan tidak transparan serta tidak adil. Istri para aparat desa, Tenaga Kontrak Daerah (TKD) serta tim sukses Kades Naitimu sumringah menerima BLT DD dan dan BST. Sementara itu keluarga miskin dan tak berdaya (janda dan lansia, red) merana tidak tersentuh BLT dan BST.

Penyaluran BLT DD dan BST di Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu (20/5/2020)

Demikian keterangan seorang Warga Desa Naitimu (yang tidak mau namanya disebutkan) kepada media ini Rabu (20/05/2020) kontroversi penyaluran BLT DD dan BST dan keluhan warga miskin yang terdampak Covid-19 di desa tersebut. Ia menguraikan bahwa mayoritas penduduk desa Naitimu bermata pencaharian sebagai petani dan berpendapatan di bawah rata-rata per kapita dan miskin.

Kelompok kategori inilah, menurutnya seharusnya yang mendapat fokus perhatian pemerintah terkait penyaluran BLP dan BST disituasi pandemi corona ini. “Jumlah penduduk sekitar 800 an Kepala Keluarga. Pekerjaan masyarakat disini bervariasi, tetapi lebih banyak yang petani. Mereka ini seharusnya yang menjadi fokus dan sasaran BLT dan BST ditengah situasi pandemi corona,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terkait realisasi pembagian BLT dan BST desa Naitmu Kecamatan Tasi Feto, Kabupaten Belu. Pasalnya penyaluran BLT dan BST tidak tepat sasaran dan tidak transparan. Kebanyakan penerima BLT dan BST adalah para tim sukses Kades Naitimu, Nobertus Moa. Termasuk isteri para aparat desa, Ketua TPK yang adalah pensiunan PNS, RT dan Tenaga Kontrak Daerah. Parahnya, banyak keluarga yang lebih layak terima (yang lebih miskin, red) malah tidak menerima apa-apa.

“Pembagian BLT dengan BST hari ini (Rabu, 21/05/2020) sangat tidak adil dan tidak transparan. Kami menilai Kepala Desa Naitimu, Bapak Norbertus Moa tidak transparan dan tidak adil kepada warganya. Banyak yang terima BLT ini adalah para tim sukses Kades Naitimu. Yang terima juga istri aparat desa, bahkan Ketua TPK yang pensiunan PNS. Mengenai BST, lebih banyak yang didata adalah para istri sehingga, nama yang terima juga para istri aparat desa. Dalam hal ini istri sekdes, istri RT, dan Tenaga Kontrak Daerah. Penyaluran BLT dan BST ini jauh sekali dari sasaran. Banyak warga yang harus terima itu malah tidak terima. Seperti KK yang sangat miskin. Nama-nama mereka itu sudah ditempelkan di papan pengumuman, tetapi setelah kami cek beda dengan yang ada di lapangan,” ungkapnya kesal sambil meminta supaya namanya dirahasiakan.

Lanjut Sumber itu lagi, “kami semua ada simpan data. Yang ini kami ada simpan foto dari nama-nama yang ditempelkan di papan pengumuman. Sebentar kami kirimkan ke pak ya supaya dicek. Yang kami beri kode merah itu adalah istri dari aparat desa dan yang kami coret biru adalah Tenaga Kontrak Daerah. Sekali lagi ini kami tidak mengada-ada. Kami harus bongkar ke media supaya Bupati Belu, Polri, TNI, dan Media bisa kawal bersama. Itu yang kami tandai adalah keluarga yang menurut pandangan kami sebagai keluarga yang mampu. Yang terima itu salah satunya adalah Ketua TPK Desa Naitimu yang adalah seorang pensiunan PNS . mereka semua tim suksesnya kepala desa yang sekarang. Lalu mereka juga punya motor dan rumah permanen. Ada yang punya usaha tambahan berupa kios.”

Sang informasi itupun mengirimkan nama-nama penerima bantuan yang menurutnya merupakan orang-orang dekat Kepala Desa Naitimu. “Ini Pak Wartawan, Kami kirimkan nama-nama orang dekat kades yang hari ini terima bantuan. Yuliana Aek adalah istri dari Ketua RW 01 atas nama YAHONIS TALAN, Yuliana Dou adalah istri dari Ketua RT 02 atas nama Philipus Fahik, Bendita Germana yang adalah istri dari Wakil Ketua BPD atas nama Cosmas Amaral, Natalia Dahu yang adalah istri dari perangkat desa atas nama Elias Kehi, Artigasari M. D. C. Nunes adalah anak kandung dari Sekretaris Desa bernama Dominikus Seran. Sangat miris dan ironis, sebab mereka ini ekonominya lebih baik dibanding warga yang lain tetapi mereka juga terima. Apa mereka tidak malu?,” sergahnya.

Saat sedang berbincang, sang narasumber tersebut juga menghubungkan media ini dengan sejumlah warga Desa Naitimu yang ternyata diketahui bahwa mereka ini adalah para janda dan lansia.
Blandina Hoar, seorang janda dan lansia, kepada media menceritakan bahwa, di dalam rumahnya ada tiga KK yang tinggal serumahyYakni, Johan Nahak, Martina Abuk, dan Oliva Moru. Mereka tidak tersentuh BLT DD dan BST yang direalisasikan. “Saya tidak terima BLT atau BST karena mereka bilang nama tidak ada. Padahal saya ini janda dan sudah tua. Mereka dorang pernah minta Kartu Keluarga dan KTP saya, katanya mau dikirim. Tetapi ditolak pulang. Mereka bilang (sampaikan, red) lagi kalau nama sudah ada di buku besar (buku induk, red) di kantor Desa. Itu hari dengan ujan-ujan (hujan, red) kami datang bawa pi (ke, red) sana, tetapi mereka tolak. Di rumah kami tinggal 3 KK tapi tak satupun dapat sama sekali,” paparnya.

Pengalaman yang sama disampaikan Natalia Buik. “Saya selama ini tidak menerima bantuan. Padahal baru-baru ini saat tutup tahun tanggal 31 Desember 2019 rumah saya kebakaran. Semua harta juga habis terbakar. Kami dapat bantuan itupun dari orang-orang yang datang dengan oto (mobil) merah berupa seng 30 lembar dan terpal,” jelasnya dalam bahasa daerah yang kemudian diterjemahkan oleh Sumber itu.

Beberapa warga yang berprofesi sebagai tukang ojek juga menceritakan mereka tidak mendapat BLT dan BST. “Kami tidak dapat itu BLT atau BST. Kita mau bilang bagaimana sudah? Kalau dari desa sudah keluarkan begitu kita mau bilang apa lagi? Kami ini susah karena memang kami penghasilan hampir tidak ada saat Covid-19 ini dari kerja sebagai tukang ojek. Yang kami tahu, yang terima BLT dan BST itu istri para aparat desa yang di dalam desa ini tergolong mampu secara ekonomi mereka juga terima, bisa jadi ada permainan,” katanya .

Sebagaimana data yang diterima tim media dari narasumber tersebut( Rabu, 20/05/2020) terkait penyaluran BLT DD dan BST Tahap I di Desa Naitimu, penerima BLT sejumlah 191 KK dan penerima BST yang tersebar di 10 Dusun, seperti;
1. Dusun Nusikun, 25 KK.
2. Dusun Halibaurene, 11 KK.
3. Dusun Halilulik A, 13 KK.
4. Dusun Nanaerai, 10 KK.
5. Dusun Haliserin, 21 KK.
6. Dusun Lianain, 2 KK.
7. Dusun Umamakerek, 16 KK.
8. Dusun Webubur, 26 KK.
9. Dusun Halilulik B, 17 KK.
10. Dusun Raidikur, 20 KK.

Jadi total keseluruhan penerima BLT DD adalah 191 KK dan penerima BST adalah 155 KK dari keseluruhan jumlah 840 an warga Desa Naitimu.

Salah satu warga saat dikonfirmasi media usai menerima BLT DD tersebut menjawab, “ini kami terima BLT Dana Desa Rp 600.000. Ah, siapa bilang senang. Terima hanya 600.000 ribu rupiah ini. Kami pikir terima satu kali 1.800.000. Padahal sonde (tidak, red).”

Hingga berita ini dipublikasikan, Norbertus Moa (Kepala Desa Naitimu) belum memberikan jawabannya. Dihubungi berkali-kali lewat pesan dan panggilan WhatsApp pun tidak membalas. (kt/tim)

Comments
Loading...