Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Tanggapi Tuntutan Pencopotan Camat, Bupati TTU akan Cek Masalah BPD Letmafo

0 345

KORANTIMOR.COM – KEFAMENANU – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes akan mengecek kisruhnya pemilihan BPD Letmafo untuk menanggapi tuntutan pencopotan PLT. Camat Insana Tengah, Yohanes Yosep Mesu, SP oleh sejumlah tokoh masyarakat Letmafo terkait masalah pemilihan Ulang BPD Letmafo sebelum mengambil keputusan.

Foto by Pos Kupang: Bupati TTU, Raymundus  Sau Fernanded

Demikian dikatakan Bupati Ray Fernandes melalui pesan Whats App (WA) kepada media pada Senin, (19/5/2020) terkait sengketa pemilihan BPD Desa Letmafo yang berujung tuntutan pencopotan Yohanes Yosep Mesu, SP dari jabatannya sebagai PLT. Camat Insana Tengah oleh sejumlah elemen masyarakat desa letmafo.

“Mencopot seseorang dari jabatan itu ada aturanya. Jadi saya mesti cek apa yang masalah sesungguhnya,” jawabnya.

Bupati Ray Fernandes juga mengajak semua pihak terkait sengketa BPD Letmafo untuk tidak hanya melihat ujung persoalan ini, tetapi harus melihat proses pemilihan BPD Letmafo itu dari awal hingga akhir dan alasan mengapa sampai munculnya sengketa tersebut.

Bupati TTU dua periode itu juga memastikan, dirinya selaku Kepala Daerah telah mengirim Dinas PMD TTU ke Desa Letmafo untuk menggali informasi kasus tersebut. “Saya harapkan jangan lihat soal ini diujungnya, karena ada masalah diawalnya dan tim Dinas PMD sudah ke sana,” ujarnya.

Dari jumlah penduduk 1300 jiwa itu, lanjut Bupati Ray, 989 orang (masyarakat Letmafo, red) diantaranya menghendaki pemilihan ulang BPD. Jadi prosesnya menurut Bupati Ray harus dilihat secara menyeluruh dan tidak bisa dilihat ujungnya saja karena proses dari awal itu justru rakyat tidak tahu.

Bupati Ray Fernandes mengingatkan pula bahwa demokrasi itu ada pada mayoritas. Setelah pandemi corona lewat, ia akan mengumpulkan (memanggil, red) masyarakat semua dan menyelesaikan masalah tersebut. “Demokrasi itu kan ada pada mayoritas. Jadi nanti setelah pandemi corona, kita akan selesaikan dengan mengumpulkan masyarakat (masyarakat Letmafo, red) semua,” paparnya.

Lebih lanjut Bupati TTU itu menegaskan bahwa bagaimanapun BPD Letmafo harus terbentuk, karena kalau tidak terbentuk, maka Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak akan cair. “Karena kalau BPD tidak terbentuk, maka BLT tidak akan cair,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya pada Minggu (17/5/2020), sejumlah elemen masyarakat desa Letmafo yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga mantan anggota BPD dan anggota BPD terpilih (pada November 2019) melalui pesan video berdurasi 16 detik meminta Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes untuk mencopot Yohanes Yosep Mesu dari posisi PLT. Camat Insana Tengah.

Ada sejumlah alasan terkait tuntutan tersebut antara lain, yakni : pertama, PLT. Camat tidak mampu menyelesaikan masalah sengketa BPD Letmafo secara obyektif. Kedua, PLT. Camat Yohanes Mesu tidak pernah mau mengklarifikasi sengketa kedua kubu (penggugat dan tergugat) terkait pemilihan BPD sesuai dengan petunjuk Perda No 11 tahun 2014 tentang BPD.
Ia malah sewenang-wenang memerintahkan Penjabat Kades Letmafo, Guido Afienpah melakukan penjaringan dan pemilihan ulang BPD Letmafo atas dasar asumsinnya sendiri. Lebih dari itu bahkan tanpa bukti adanya kecurangan proses penjaringan calon anggota BPD Letmafo.

Ketiga, penjaringan dan pemilihan ulang BPD Letmafo yang baru itu ternyata inisiatif PLT. Camat Insana Tengah pribadi melalui penjabat Kepala Desa Letmafo, Guido Afienpah dan bukan atas perintah Dinas PMD Kabupaten TTU (sebagaimana telah diklarifikasi Dinas PMD TTU kepada BPD terpilih Desa Letmafo di kantor Dinas PMD TTU pada tanggal 15 April 2020 dan pada pemberitaan media ini sebelumnya tanggal 14 Mei 2020, red).

Keempat, Kebijakan dan sikap PLT. Camat Insana Tengah itu dinilai sejumlah elemen masyarakat berpotensi menimbulkan konflik bersaudara di Letmafo dan menghambat pembangunan desa Letmafo.

Lebih dari itu bahkan Yance Tneseb, salah satu anggota BPD desa Letmafo terpilih pada 13 November 2019 kepada media (Sabtu, 16/5/2020) juga berkomentar bahwa kebijakan PLT. Insana Tengah sudah mencerminkan ketidakadilan dan tidak memberi petunjuk yang baik bagi para bawahannya, dan terutama masyarakat Letmafo.

“Sebagai pemimpin wilayah Insana Tengah, Ia seharusnya menunjukkan teladan yang baik. Dia harus netral dan jujur serta tidak memihak. Ini malah memihak kubu tertentu dan menyalahkan kubu lain. Ia sesuka hati perintahkan pemilihan ulang BPD Letmafo yang baru tanpa lihat proses yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Yance, mengatakan oemilihan ulang itu atas perintah Dinas PMD. “Padahal Kadis PMD TTU sendiri sudah klarifikasi bahwa tidak perintahkan PLT. Camat Lakukan penjaringan dan pemilihan ulang BPD. Ini namanya putar balek to pak?” kritiknya tajam. [kt./tim]

Comments
Loading...