Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

KemeDes dan PDTT Minta Percepat Penyaluran BLT Dana Desa di Kabupaten Malaka, FMB Awasi

0 135

KORANTIMOR.COM – MALAKA – Kementerian Desa dan PDTT minta Pemda Kabupaten Malaka mempercepat proses pencairan BLT Dana Desa di Kabupaten Malaka agar masyarakat ekonomi lemah yang terdampak pandemi covid 19 bisa terbantu. Menanggapi permitaan Kemendes dan PDTT, Forum Malaka Bangkit (FMB) menyatakan siap mengawasi proses penyaluran BLT Dana Desa di Kabupaten Malaka agar tepat sasaran.

Tenaga Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Buche Brikmar

Demikian penyampaian Tenaga Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi BucheBrikmar di Kantor Kemendes PDTT di Jakarta dan Ketua FMB, Robert Bria di tempat berbeda di Malaka dihari yang sama, Sabtu (16/5/2020).

Buche menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan oleh Kemendes PDTT diantaranya mengirimkan surat kepada seluruh Bupati di Indonesia untuk mempercepat penyaluran BLT dana desa tertanggal 13 Mei 2020, termasuk kepada Bupati Malaka, Stef Bria Seran yang daerahnya belum menyalurkan dana desa.

Sejauh ini rata-rata desa beralasan keterlambatan data penerima BLT Dana Desa. “Kebanyakan persoalan lambatnya pencairan BLT Dana desa ini yakni masih menunggu penetapan data penerima BLT dana desa dari Kabupaten,” ujarnya.

Terkait persoalan ini, selain berkirim surat kepada para Bupati, Kemendes juga menerbitkan surat Instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kepada seluruh kepala desa dengan nomor 1 tahun 2020 tentang percepatan penyaluran BLT Dana Desa.

Menurut Buce, dalam instruksi tersebut diminta agar desa yang sudah melakukan Musyawarah Desa Khusus dan memasukan dokumen penerima BLT Dana Desa dan telah diajukan ke Bupati untuk ditetapkan, namun belum ada penetapan dari Bupati, maka kepala desa bisa menyalurkan langsung BLT dana desa tanpa penetapan dari Kabupaten. “Langkah kedua ini dilakukan, karena dari data yang kumpulkan, sudah ada kurang lebih 40.000 desa yang sudah menetapkan penerima BLT Dana Desa melalui Musyawarah Desa Khusus,” ujarnya.

Kemendes juga terus memantau tiap hari pencairan BLT Dana Desa melalui video conference dengan para kepala desa. “Sehingga kita bisa benar-benar memastikan, bahwa kebijakan yang sudah ditetapkan bisa benar-benar dijalankan dengan cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Buche menyebutkan saat ini kurang lebih ada 11 ribu desa sudah menyalurkan BLT Dana Desa dengan jumlah penerima sebanyak 1,1 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk itu diharapkan kerja sama yang baik agar proses pencairan BLT Dana Desa dapat tersalur sebelum hari raya Idul Fitri.

FMB Awasi Penyaluran BLT di Malaka

Menanggapi informasi Kemendes dan PDTT itu, Ketua Forum Malaka Bangkit (FMB), Robert Bria secara terpisah menyampaikan bahwa FMB berkomitmen mengambil peran dalam pengawasan penyaluran program BLT Dana Desa di Kabupaten Malaka. “FMB sudah berkomunikasi dengan Pak Buche Brikmar, Tenaga Ahli Menteri Desa dan PDTT, untuk mengambil peran dalam pengawasan program BLT Dana Desa di Kabupaten Malaka. Hal ini untuk memastikan agar program ini tepat sasaran sesuai perintah Menteri Desa dan PDTT,” ujarnya.

Forum Malaka Bangkit terdiri dari anak-anak muda Malaka yang memiliki kepedulian terhadap masalah kemanusiaan dan pembangunan di Malaka dan yang selama ini telah bergerak ke semua kecamatan di kabupaten Malaka untuk membantu masyarakat Malaka menghadapi dampak ekonomi pandemi COVID-19. “Iya betul sesuai koordinasi dengan Pak Buche, FMB yang sudah memiliki struktur di tingkat Kabupaten hingga Kecamatan dan Desa akan mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat untuk mengawasi proses penyaluran dana BLT Desa sehingga tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu”, tandasnya.

Ketua FMB, Robert Bria mengingatkan masyarakat bila menemukan kejanggalan dalam program BLT dana desa segera membangun komunikasi dengan FMB agar bisa ditindaklanjuti bersama. “Jika ada masyarakat yang menemukan ada kejanggalan di dalam pelaksanaan program BLT dana desa, segera berkoordinasi dengan FMB agar bisa kita tindaklanjuti bersama,” pinta putra asal RabasaHa’in, Kecamatan Malaka Barat itu. [kt/tim]

Comments
Loading...