Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Gudang Farmasi RSUD Waeramo Terbakar, Pemprov NTT Siapkan Bantuan Obat dan APD

0 289

KORANTIMOR.COM – NAGEKEO – Gedung Instalasi Farmasi RSUD Waeramo, Kabupaten Nagekeo terbakar pada Sabtu dini hari, (9/5/2020) pukul 03.00 Wita dan mengakibatkan obat-obatan, BMHP dan APD bantuan ludes terbakar. Menanggapi musibah tersebut, Dinas Kesehatan NTT sedang menyiapkan bantuan obat-obatan darurat dan APD untuk mencegah colapse pelayanan kesehatan masyarakat terkait covid-19.

Kadis Kesehatan NTT, Dr, drg, Domi Mere, K.Kes dan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si memberi keterangan pers pada Sabtu (9/5/2020) hasil pemeriksaan Sampel Swab terkait covid 19 di NTT

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr, drg Domi Mere, M.Kes pada konferensi pers yang dilaksanakan di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT pada Sabtu (9/5/2020) sore pukul 15.00 Wita didampingi Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 NTT yang juga adalah Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Marius, M.Si dan Kabag Pers Biro Humas dan Protkol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru.

Kadis Domi Mere sesuai informasi yang ia terima langsung dari Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Walau demikian, lanjut Domi Mere, petugas kesehatan dan warga masyarakat mengalami kesulitan memadamkan api karena tidak tersedianya alat pemadam kebakaran di RSD tersebut. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan. Namun semua obat-obatan dan peralatan kesehatan ludes terbakar karena tidak berhasil di selamatkan akibat kobaran api yang besar. Informasi yang diterima media ini, bahwa penyebab kebakaran adalah akibat arus pendek atau korsleting pada mesin pendingin vaksin.

Gambar: Gudang Farmasi RSUD Waeramo Kab.Nagekeo yang terbakar dan beberapa orang yang sedang berusaha memadamkan api

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus kebakaran ini. Terjadinya peristiwa kebakaran ini menimbulkan pertanyaan publik Nagekeo soal APD dan alat pemeriksaan Rapil Test untuk P2T2 yang ada di dalam instalasi Farmasi saat terjadinya kebakaran.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang tenaga kesehatan Kabupaten Nagekeo yang tidak mau menyebutkan Identitasnya ,”Selama ini kami minta pemeriksaan Rapid Test untuk P2T2 katanya alat belum ada dan sangat terbatas. Sedangkan Pemda sudah gelontorkan dana yang begitu besar untuk penanganan dan pencegahan Covid 19. Sampai hari ini kami baru menerima beberapa masker dan APD dari Dinas Kesehatan. Lalu yang lainnya dimana ? Nah, sekarang saat terjadinya kebakaran baru diekspose kalau di dalamnya ada APD dan Alat Rapid Test. Kebakaran ini karena keteledoran atau korsleting atau ??? Masa’ ko cuma dalam ruangan obat-obatan,”ungkapnya. Sampai saat ini pihak kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di TKP.

Terkait musibah tersebut, Kadis Kesehatan Provinsi NTT mengungkapkan bahwa sesuai arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub NTT, Josep Naesoi, Pemprov NTT akan membantu pengadaan obat-obatan darurat dan APD serta segala sesuatu yang terkait dengan pelayanan kesehatan sehingga tidak terjadi kemandekkan dalam pelayanan kesehatan.

“Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terkait respond terhadap musibah tersebut, Dinkes NTT akan membantu obat-obatan darurat dan APD. Dinkes sedang menyiapkan segala sesuatu untuk mengsuport agar tidak terjadi colapse dalam pelayanan kesehatan terkait covid-19, “ ujar Kadis Domi Mere. (kt/tim )

Comments
Loading...