Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Hindari Covid-19, Bupati Sikka Minta Masyarakat Taat Instruksi dan Himbauan Pemerintah

0 125

KORANTIMOR.COMSIKKABupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si meminta seluruh masyarakat Kabupaten Sikka agar tidak panik dan mematuhi instruksi dan himbauan pemerintah. Hal itu disampaikan Bupati Sikka saat menjumpai sejumlah warga di beberapa tempat yang berbeda di Kota Maumere, Kamis, (9/04/20).

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si (pertama dari kiri berkemeja putih) saat menjumpai sebuah keluarga di Sikka pada Kamis (9/4/2020)

“Bapak/ibu harus tetap tenang dan jangan panik. Kita harus taat terhadap instruksi dan himbauan Pemerintah agar diri sendiri dan keluarga tetap aman dan bebas dari virus yang mematikan itu,” himbaunya.

Karena itu Bupati yang akrab disapa Robi Idong, meminta masyarakat melaksanakan instruksi dan himbauan pemerintah dengan penuh tanggungjawab untuk nemutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kalau kita tetap berada di rumah, dan tidak keluar rumah bila tidak ada kegiatan di luar rumah, jaga jarak minimal 1-2 meter, selalu cuci tangan di air mengalir, dan menghindari kerumunan, maka kita mampu untuk putuskan mata rantai penyebaran virus corona,” tegas mantan Ketua PSSI Kabupaten Sikka ini.

Pada kesempatan itu Robi Idong juga menegaskan, para pelaku perjalanan dari daerah yang terpapar Covid-19 wajib karantina. “Jangan keluar rumah dan tidak diperkenankan kontak fisik dengan keluarga ataupun orang lain,” pintanya.

Oleh karena itu, Bupati Robi Idong menghimbau pelaku perjalanan yang saat ini berada di lokasi karantina terpusat di Sikka Convention Centre (SCC) di jalan Ahmad Yani Maumere dan Rumah Jabatan Bupati Sikka Jalan El Tari Maumere, agar taat dan patuh terhadap aturan karantina. “Tidak boleh melarikan diri dari tempat karantina. Apalagi menemui sanak saudaranya,” tandas Robi Idong.

Mengenai pelaku perjalanan dengan KM. Lambelu, lanjutnya, wajib di Karantina selama 14 hari. “Keluarga tidak diperkenankan untuk datang berkunjung. Makan dan minum ditanggung oleh pemerintah,” kata mantan penjaga gawang Kesebelasan SMAK Suryadikara Ende ini.

Ia juga menjelaskan selama masa karantina Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka sudah menempatkan aparat sipil dan TNI/POLRI untuk pengawalan secara ketat. (kt/hms)

Comments
Loading...