Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Ekonomi Negara Stagnan Tetapi Ekonomi NTT Harus Tetap Berjalan Demi Masyarakat

0 205

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Ekonomi negara dan daerah  sedang anjlok dan melambat akibat dampak virus Covid-19 tetapi  Ekonomi NTT harus terus berjaan demi kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Distribusi barang tidak boleh berhenti. Oleh karena itu pelabuhan-pelabuhan tetap dibuka supaya distribusi barang tetap berjalan demi melayani kebutuhan ekonomi masyarakat NTT.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Marius, M.Si 

 

Demikian penyampaian Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si melalui siaran pers langsung dari ruang Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT pada Kamis (9/4/2020) pukul 20.20 Wita.

Karo Humas dan Protokol Setda NTT itu juga mengharapkan agar masyarakat tetap mengiktui ketentuan protokol yang telah disiapkan untuk mencegah penyebaran covid-19. “Kita tetap tenang dan tidak panik berlebian, tetap mengikuti protokol yang telah disiapkan. Kita belajar pengalaman-pengalaman dari negara-negara yang pernah terpapar covid-19, atau dari provinsi-provinsi yang terpapar virus. Kita mengikuti dengan cermat semua arahan, pedoman, protokol yang sudah ada dan yang sudah ditentukan WHO dan Pempus, Pemprov, Pemkab dan pemkot.

Pertama, penggunaan masker. Kita senantiasa menghimbau kepada masyarakat NTT dari waktu ke waktu. “Sekarang kita diwajibkan masyarakat untuk memakai masker ketika keluar rumah dan masuk ke ruang publik. Juga di dalam rumah bilamana sedang flu kita harapkan memakai masker,” tegasnya.

Kedua, seluruh masyarakat NTT dihimbau untuk sungguh-sungguh menerapkan ketetapan protokol terkait social distancing dan physical distancing. “Secara sederhana kita mengartikan social distancing dengan menghindari kerumunan dan atau tidak menciptakan kerumunan, tidak berkumpul dalam jumlah banyak orang. Kemudian physical distancing yakni menjaga jarak (sekitar 2 m) dengan teman atau siapa pun di luar rumah, di tempat-tempat umum untuk memutus mata rantai virus corona,” papar Jelamu Marius.

Kita menyadarai, lanjut Jelamu Marius, anak-anak muda yang terbiasa duduk di tempat-tempat umum, di deker dan berkumpul bersama teman-teman, mulai sekarang dihindari demi keselamatan kita semua. Kalau misalnya Aparat Kepolisian dengan tegas membubarkan, kami mohon dipatuhi supaya kita menjaga kesehatan kita.

Apa yang diarahkan pemerintah, menurut Marius bukan sesuatu yang berlebihan tetapi untuk kesehatan kita. Bapak Gubernur, sebut Marius, menghimbau kita semua untuk mematahui protokol-protokol kesehatan. Pemerintah meliburkan anak sekolah sejak lama karena melihat dan menganalisa perkembangan situasi, bukan libur untuk kemudian anak-anak berada di jalan-jalan tetapi di rumah, para pegawai juga bekerja dari rumah, menghindari bertemu dengan sesama.

Perguruan Tinggi dan BUMN juga diharapkan melakukan hal yang sama. Tentu juga ekonomi negara dan sama halnya ekonomi NTT juga diharapkan tidak boleh stagnant atau mati. “Dalam video conference para menteri dengan para Gubernur se-Indonesia, ditegaskan bahwa ekonomi negara dan daerah tidak boleh stagnant. Distribusi barang tidak boleh mati. Oleh karena itu pelabuhan tetap dibuka untuk distribusi barang supaya ekonomi daerah tetap berjalan dan demi kehidupan kita bersama,” ungkap Marius.

Disatu pihak, lanjut Jelamu Ardu Marius, kita tetap mejaga diri dari penyebaran virus ini  dan kesehatan kita. Tetapi kita juga tetap menjaga ekonomi kita. Walaupun kita tahu bahwa pendapatan daerah saat ini pasti sangat anjlok dan devisa negara juga anjlok karena perusahaan-perusahaan berhenti beraktifitas, tetapi kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

“Ekonomi kita harus tetap berputar sekalipun perputarannya lambat disebabkan oleh karena distorsi ekonomi dan sosial. Ekonomi Negara harus tetap berputar untuk bisa mempertahankan keadaan ekonomi masyarakat kita di Nusa Tenggara Timur,” ujar Marius tegas.

Sementara itu terkait berseliwerannya pemberitaan media adanya 1 Orang NTT yang Positif Covid-19, Jubir Covid-19 NTT itu menegaskan  bahwa Gubernur NTT, VBL akan menyampaikan langsung kepada masyarakat. “Besok (Jumat, 10/4/2020) Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat sendiri yang akan menyampaikannya secara langsung kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (pemprov NTT) sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, red) untuk memastikan data tersebut. “Masyarakat jangan panik berlebihan,” pintanya.

Menurut Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT itu, kalau kita panik, psikologi kita terganggu, setres dan daya tahan tubuh kita menurun dan saat bersamaan itulah penyakit bisa masuk ke tubuh kita. [kt]

Comments
Loading...