Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Kita Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan Disituasi Pandemi Corona

0 346

KORANTIMOR.COM – KUPANGGubenur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,Yosep A. Naesoi menghimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk memberi kesempatan kepada warga NTT atau warga luar NTT yang datang dari daerah terpapar Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri. Mereka tidak boleh ditolak apalagi dijustifikasi seolah-olah mereka yang datang dari luar NTT sudah otomatis positif virus corona. Mereka adalah saudara kita yang kembali ke kampung halaman karena mengalami PHK di tempat kerja, mahasiwa yang pulang untuk istirahat bersama keluarga. Kita wujudkan solidaritas kemanusiaan ditengah situasi pandemi global covid-19 ini.

Jubir Percepatan Pencegahan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu A. Marius, M.Si saat siaran pers update data ODP dan PDP di ruang Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT (7/4/2020)

Demikian penyampaian Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu A. Marius melalui siaran pers di Kupang pada Rabu (7/4/2020) pukul 21.00 Wita.

“Kami ingin sampaikan sekali lagi himbauan Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur bahwa saudara-saudari kita yang datang dari luar NTT diberikan kesempatan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, sebagaimana telah diatur oleh pemerintah Kabupaten/Kota sampai batas waktu yang ditentukan berdasarkan prinsip-prinsip dan arahan protokoler dari para medis setempat,” pinta Marius mengulangi pesan Gubernur dan Wakil Gubenur NTT.

Kami menghimbau seluruh masyarakat NTT, sebut Karo Humas dan Protokol Setda NTT itu lebih lanjut, untuk tidak memberikan beban psikologis bagi mereka yang datang dari luar NTT dan yang telah tiba di setiap pelabuhan di NTT. “Kita tidak boleh menolak mereka, tidak memberi mereka beban psikis atas kehadirannya. Mereka adalah saudara-saudari kita yang datang dari daerah terpapar virus; seperti Jawa dan Bali. Mereka kehilangan pekerjaan dan terpaksa dirumahkan dan juga anak-anak kita mahasiswa/i yang terpaksa harus kembali ke rumah dan bersama dengan keluarga,” ujar Marius.

Jelamu Marius lanjut mengingatkan, “kita tidak boleh menjustifikasi seolah-olah  mereka yang datang dari negara atau daerah terpapar virus itu sudah otomatis positif virus corona. Percayalah, pemerintah seturut protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia/WHO akan melakukan kontrol sesuai standar-standar yang telah ditetapkan,” pintanya.

Pemerintah Provinsi NTT sebagaimana arahan Gubernur NTT, VBL menghimbau masyarakat tidak panik karena kedatangan atau kehadiran saudara/i warga NTT dari daerah terpapar Covid-19. “Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk tidak panik karena kehadiran dari saudara/i kita yang datang dari luar Nusa Tenggara Timur,” Ucap Marius mengulangi himbauan Gubernur VBL.

Pemprov NTT juga berrpesan kepada warga NTT di luar wilayah Nusa Tenggara Timur yang ingin kembali ke Nusa Tenggara Timur dan yang dalam keadaan sakit agar memeriksakan diri dan memastikan dirinya dalam keadaan sehat baru kembali ke NTT.  “Kami mengharapkan supaya anda memeriksakan diri di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Bali dan atau yang ada di Jawa atau di Kalimantan dan Sulawesi. Dan ketika anda memastikan bahwa anda dalam keadaan sehat, maka anda kembali ke Nusa Tenggara Timur sehingga virus yang ada dalam diri diputus penyebarannya. Anda sehat dulu baru datang ke Nusa Tenggara Timur,” pesannya.

Mantan Kadis Parawisata NTT itu juga menjelaskan bahwa untuk bisa mengontrol Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), seluruh infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur diharapkan untuk berkoordinasi dengan setiap instansi; baik TNI-POLRI maupun infrastruktur pemerintahan sipil; mulai dari Kabupaten Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa sampai Rukun Tentangga. “Tanggungjawab kita semua adalah mengawasi saudara/i kita yang masuk ke RT kita, kemudian berkoordinasi dengan pihak medis atau kesehatan untuk dilakukan pemantauan kesehatan mereka,”ujarnya.

Demikian juga rumah tangga kita dengan tetangga disamping, tetangga  di muka rumah dan di belakang rumah kita. Kita harus memastikan siapa datang dari mana, lalu kita memantaunya secara bersama-sama dan berkoordinasi dengan pihak medis setempat untuk memastikan si A dan si B yang baru datang dari daerah terpapar virus dikontrol atau diawasi.

Kita harapkan semua ODP yang diisolasi di rumah masing-masing, lanjut Jelamu Marius menegaskan,untuk betul-betul menjaga agar tetap berada di dalam rumah dan tidak kemana-mana, tidak bergabung dengan kerumunan atau tidak ikut serta dalam kegiatan yang menciptakan kerumunan orang banyak, dan taat protokol-protokol kesehatan untuk tidak menciptakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, tidak melakukan kegiatan-kegiatan sosial budaya yang melibatkan banyak orang. Sebagaimana maklumat KAPOLRI, kita harapkan Kepolisian  di seluruh Nusa Tenggara Timur untuk menjaga maklumat Kapolri demi menjaga, mengontrol, mengawasi seluruh masyarakat kita.

Jubir Covid-19 NTT itu juga mengulang harapakan Gubernur VBL kepada seluruh masyarakat NTT taat dan patuh kepada protokol-protokol dan pedoman serta instruksi pemerintah untuk memutus matarantai Covid-19 di NTT. “Bapak Gubernur mengharapkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur patuh dan taat protokol-protokol, terhadap pedoman-pedoman, terhadap instruksi-instruksi (Presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota Kupang) sehingga dari ketaatan itu kita seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur memutus matarantai Covid-19 di NTT,” ujarnya.

Dunia Dalam Keadaan “Sakit”

Dr. Jelamu Marius dalam siaran pers tersebut juga mengingatkan bahwa saat ini Dunia dalam keadaan “sakit” baik secara sosial maupun ekonomi, juga sakit karena Covid-19. Negara kita Indonesia juga termasuk dalam keadaan “sakit” dan termasuk kita masyarakat yang ada di Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu diharapkan kita dalam situasi “sakit” ini, dimana ekonomi dunia dan ekonomi negara kita dan NTT yang sedang terdistorsi (terganggu) karena virus corona yang sangat eskalatif di berbagai negara dan menyebabkan kematian, kita tetap solider dalam kemanusiaan.

Bapak Gubernur, lanjut Jelamu Marius, mendorong kita semua untuk benar-benar mewujudkan solidaritas kemanusiaan ini, bergandengan tangan, bersatu padu, gotong royong, bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di seluruh Nusa Tenggara Timur. “Yang berpunya diharapkan berbagi dengan yang tidak punya dalam segala hal; sembako, masker dan yang paling utama adalah mari kita memberika harapan, memberikan optimisme kepada saudara/i kita yang terkategori dalam ODP dan PDP ataupun yang suatu waktu mungkin positif virus corona. Kita memberikan harapan dan optimisme kepada mereka, kita membesarkan priskologisnya, kita memberi dukungan moril dan materil kepada mereka untuk melanjutkan hidupnya dan membangun Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. [kt]

Comments
Loading...