Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

3 ABK Positif Covid-19 Menurut Rapid Test Belum Tentu Positif Seturut Hasil PCR, Jangan Panik

0 452

KORANTIMOR.COM – KUPANGPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov. NTT) melalui Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 NTT, Dr. Jelamu A. Marius menegaskan bahwa 3 (tiga) orang ABK KM Lamelu yang dinyatakan positif Covid-19 menurut pemeriksaan cepat rapid diagnostic test belum tentu sudah pasti positif corona virus menurut hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Gubernur NTT, VBL minta masyarakat tidak panik.

KM Lamelu saat diijinkan sandar di Pelabuhan Lorens Sai Maumere-Sikka pada Selasa (8/4/2020)

Karo Humas dan Protokol Setda NTT itu menyampaikan bahwa setelah Pemprov NTT berkonsultasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur, Bupati Sikka dan Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka bersama sejumlah dokter dan para medis, dari pemeriksaan rapid diagnostic test memang ada 3 orang ABK KM Lamelu yang sandar di Pelabuhan Lorens Sai-Maumere, Sikka itu positif Covid-19 (yakni 2 orang ABK dan 1 penjaga kantin).

“Namun kami sampaikan kepada seluruh masyarakat NTT, bahwa positif menurut rapid diagnostic test belum tentu positif seturut metode Polymerase Chain Reaction atau PCR. Untuk nanti bisa membuktikan apakah betul 3 (tiga) orang itu positif Corona virus, maka akan diketahui dari hasil metode PCR itu yakni memeriksa Swab.  Kalau di rapid diagnostic test, pemeriksaan sampel darah orang itu positif covid-19, maka untuk membuktikan itu para medis dari Kabupaten Sikka mengambil sampel cairan pernafasan  bawah atau Swab untuk kemudian dibawah dan diperiksa di laboratorium,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan cairan pernafasan bawah inilah, lanjut Marius, yang akan membuktikan apakah  ketiga orang itu positif atau tidak corona virus. “Swabnya sudah diambil dan karena mereka akan kembali Makasar maka swab itu akan dikirim ke Makasar untuk diperiksa lebih lanjut di lab di Makasar,” ungkapnya.

Pemprov NTT melaui Jubir Covid-19 NTT itu juga meminta seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tidak membuat kesimpulan sendiri-sendiri seolah-olah kalau seseorang itu sudah positif menurut pemeriksaan cepat/rapid test, sudah seratus persen pasti menderita Corona Virus. “Kami minta supaya masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri-sendiri seolah-olah kalau sudah posistif menurut pemeriksaan cepat/rapid test, itu sudah positif corona virus,” pintanya.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Provinsi NTT tadi, ujar Marius tegas, orang akan ketahuan positif corona virus setelah dilakukan pemeriksaan swab. Pemeriksaan Swab atau cairan pernafasan bawah itu akan membuktikan seseorang positif tidak corona virus atau tida.

Marius juga memaparkan bahwa terkait KM Lamelu sudah dikoordinasikan  antara Gubernur NTT dan Bupati Sikka bersama jajarannya. “Tadi pagi kapal itu diijinkan sandar. Ketiga orang itu (yang positif covid-19 menurut rapid test, red) oleh arahan Gubernur tidak diijinkan turun ke darat, tetapi tetap di atas  kapal. Sedangkan para penumpang lainnya turun tetapi diisolasi,” pungkasnya.

Dari semua penumpang yang turun di pelabuhan Lorens Say-Maumere, lanjut Karo Humas dan  Protokol Setda NTT itu,  diisolasi untuk melihat perkembangan selanjutnya.

Pemprov NTT, menurut Jelamu Marius, juga mengikuti dan membaca berbagai komentar atau tanggapan pro dan kontra publik NTT terkait keberadaan KM Lamelu dan 3 ABK-nya di media sosial (medsos). Pemprov NTT melihat tanggapan punlik NTT tersebut merupakan ungkapan rasa cinta yang begitu besar terhadap kehidupan. “Kami membaca berbagai komentar di media sosial dan banyak sekali pro kontra, itu biasa. Tetapi penjelasan ilmiahnya tentu kita berharap bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur tetap nyaman dan sehat adanya. Semua komentar bapak ibu tentu karena rasa cinta yang begitu besar terhadap kehidupan,” tandasnya.

Gubenur NTT, sebut Marius lebih lanjut, mengharapkan kita tidak panik dengan hal-hal seperti itu. Tetapi serahkan semua prosedur itu ke dalam tangan para dokter dan para tenaga medis. Mereka sudah mengetahui protap-protap yang akan dilakukan. Demikian para penumpang yang turun di pelabuhan Lorens Say itu (berasal dari Flores Timur, Ende, Nagekeo, Sikka, dan tempat-tempat lainnya) akan diisolasi dan dilihat perkembangannya.

***KM Lambelu berlayar dari Nunukan Makassar membawa 255 penumpang, termasuk ABK dan tiba di pelabuhan Lorens Say-Maumere, Kabupaten Sikka-Nusa Tenggara Timur pada Senin, 6 April 2020. Setelah pemeriksaan di atas kapal tersebut, ditemukan 3 (tiga) orang ABK terindikasi Covid-19. (kt) 
Comments
Loading...