Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Masyarakat NTT Terdampak Covid-19 Tidak Perlu Kuatir, Pemda Siapkan Dana

0 88

KORANTIMOR.COM – KUPANGPemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) telah sepakat untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19. Oleh karena itu masyarakat terdampak Covid-19 tidak perlu kuatir.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Marius

Demikian penyampaian Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat menjawab pertanyaan reporter RRI Ende dan RRI Kupang melalui telpon selular, Jumat (03/04/2020).  “Benar, telah disediakan anggaran sebesar Rp 272 milyar untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius

Dana sebesar Rp 270. 492. 900. 000 sebut Marius, kalau dirata-ratakan; setiap kabupaten/kota  sebesar Rp 12. 380. 000. 000,. “Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerjasama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se NTT. Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita; terutama  ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang  revisi anggaran tahun berjalan,” ujar Marius gamblang.

Diungkapkan, sekarang total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT yaitu Rp 272 milyar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp 150 milyar melalui APBD Provinsi NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD  2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp 150 milyar. Sisa dipihak  yang lain sebesar Rp 123 milyar,” paparnya.

Menurut Marius, Pemprov NTT mangajukan sejumlah skenario berdasarkan  data-data faktual yang dimiliki oleh provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT. “Pertama,  kita melihat total rumah tangga miskin  yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK); itu rumah tangga miskin. Kemudian total  rumah tangga miskin  yang tidak  mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi  akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp 150 ribu x 6 bulan. Berarti Rp 129. 600. 900. 000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp 196 ribu KK lebih X Rp 350 ribu X 6 bulan ke depan berarti  Rp 412. 248. 900. 000 lebih; dan jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi  positif covid-19 sebanyak 1000 lebih X Rp 500.000 X 3 milyar jadi social net akibat covid-19 ini sebesar Rp 544 milyar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Ditanyai awak media; “apakah dana tersebut sudah termasuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan juga tenaga medis ?” Marius menjawab, “Tidak termasuk.”

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu saat video conference bersama  seluruh Gubernur se-Indonesia mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial  (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat. “Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus corona,” ucap Marius. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Comments
Loading...