Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

16 Napi Anak di Lapas Anak Kelas I A Kupang Bebas

0 93

KORANTIMOR.COMKUPANGKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENHUMHAM) RI melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Kupang merumahkan atau membebaskan secara bersyarat 16 narapidana/warga binaannya pada Kamis (2/4/2020). Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dalam Lapas guna mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan lapas anak kelas IA Kupang.

16 orang Napi Anak di Lapas Anak Kelas I A Kupang pose bersama sebelum bebas pada Kamis, 2/4/2020

PLT. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTT, Gidion I.S.A Pally, SH, M.Hum  dalam sambutanya mewakili Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT saat pelepasan ke 16 warga binaan tersebut, meminta kepada anak-anak yang akan bebas agar menjaga kepercayaan yang diberikan negara melalui Lapas dan Bapas Kupang.

“Tolong jaga kepercayaan yang diberikan oleh negara melalui pimpinan LAPAS dan BAPAS. Kita (napi anak yang dibebaskan, red) tidak bebas murni, mengingat  masa tahanan kalian masih panjang. Jadi tolong jaga situasi, jaga keamanan diri dan jaga diri dari persoalan hukum,” Pinta Gideon.

Anak-anak yang akan diasimilasi dan integrasi, lanjut Gideon, akan dilengkapi Surat Ketarangan dari Lapas sehingga orangtua dan masyarakat tahu bahwa mereka dirumahkan untuk beristirahat dan menjaga kesehatan. “Kalian akan diberikan Surat Keterangan Lapas dan BAPAS. Semua diharapkan taat aturan disini dan lanjutkan keterampilan yang didapat disini. Yang sekolah terus lanjutkan sekolahmu dengan baik di luar ya. Nanti anda wajib lapor ke sini,” jelas Gideon.

Mewakili Kanwil KEMENHUMHAM NTT, PLT. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham NTT, Gidion juga menyerahkan secara simbolis Surat Keterangan terkait pembebasan ke-16 Napi Anak. Surat tersebut akan dibawa Napi anak yang bebas untuk diserahkan kepada orang tua dan pihak pemerintah di wilayah masing-masing.

Anak-anak yang bebas akan diantar sampai tujuan keberangkatan mereka. “Masing-masing akan dihantar sampai ke rumah oleh Bapa. Untuk ke luar kota akan diantar ke terminal atau pelabuhan keberangkatan,” papar Gideon.

Sementara itu, Kalapas LP2KA Kelas I A Kupang, Tommi Hendrik, Bc.IP,S.Sos bpk depan pintu masuk Lapas Anak Kupang menjelaskan bahwa program Asimilasi saat ini merumahkan warga binaan. “Tetapi sebenarnya asimilasi itu tidak ada yang dirumahkan. Asimilasi itu dia bisa kerja keluar, misalnya kerjasama dengan pihak ketiga, kerja bakti dengan masyarakat, tetapi dia lalu masuk kembali. Jika pekerjaan dia di luar menghasilkan maka hasilnya akan masuk PNBP,” jelasnya.

Kalapas LP2KA Kelas I A Kupang, Tommi Hendrik,Bc.IP,S.Sos bpk

Namun asimilasi dan integrasi saat ini berkaitan dengan virus Covid 19. “Maka kita menjaga agar para napi anak ini jangan tertular covid-19. Soalnya anak-anak di sini tidur gabung satu kamar. Ini berisiko tinggi terhadap penularan corona,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kepala LP2KA Kelas I A Kupang itu, anak-anak ini kita pulangkan saja ke rumah dan beristirahat di rumah untuk menjaga kesehatan.  “Sebelum dipulangkan ke rumah, mereka melewati pemeriksaan kesehatan di Puskemas Oesapa dan meminta Puskesmas untuk mengeluarkan Surat Keterangan Sehat.

“Surat Keterangan tersebut bertujuan memberitahukan kepada keluarga bahwa mereka (napi anak, red) pulang ke rumah dalam keadaan sehat. Selama masa ini (dirumahkan, red), kita minta agar mereka tetap di rumah saja,” harapnya.

Terkait kontrol dan pengawasan, Kalapas Tommi menjelaskan bahwa kontrol dan pengawasan akan dilakukan oleh Bapas (Balai Pemasyarakatan). “Makanya sebelum mereka dipulangkan kita kirim mereka (napi anak) ke BAPAS dulu dan Bapas yang akan bertugas secara teknis atur pemulangan mereka ke rumah masing-masing. Termasuk mengontrol mereka selama mereka berada di luar lapas,” jelas Kalapas anak.

Kontrol dan pengawasan di luar, lanjutnya, akan dilakukan oleh Bapas dan Kejaksaan. “Asimilasi juga terkait dengan Lapas, akan tetapi karena mereka nanti berada di luar lapas, maka kontrolnya dengan Bapas,” ujarnya.

Tindaklanjut setelah asimilasi, pihak Lapas akan mengusulkan langsung anak-anak (napi anak, red) untuk diintegrasi atau bebas. “Nanti kita usulkan langsung orangnya untuk integrasi, biasanya itu bebas bersyarat (BB) atau cuti bersyarat (CB).  Jadi mereka akan balik ke sini untuk mengambil surat keterangan itu,” ujarnya.

Rata-rata napi anak yang bebas, papar Tommi, adalah mereka yang sisa masa tahanannya adalah 1 dan 2 tahun. “Ada juga yang 4 dan 5 tahun serta ada yang baru masuk. Ada yang sudah 8 tahun masa tahanan. Syarat bagi anak (12 sampai 18 tahun, red) sudah menjalani 2/3 masa tahanan,” jelasnya.

Sebanyak 16 anak (dari jumlah 55 orang napi anak di Laoas Anak) yang ditentukan bebas adalah mereka yang memenuhi beberapa kriteria seperti; sudah menjalani 2/3 masa tahanan (umur 12 hingga 18 tahun) dan untuk usia dewasa (di atas usia 18 tahun) sudah menjalani ½ masa tahanannya. (kt/tim)

Comments
Loading...