Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

ODP Covid-19 di NTT Meningkat, Pemprov NTT Tunggu PP Lockdown Lokal

0 106

KORANTIMOR.COMKUPANGODP Covid-19 di NTT meningkat menjadi 460 orang. Ada permintaan masyarakat NTT lewat berbagai medsos untuk Lockdown. Pemprov NTT pun menegaskan lockdown itu wewenang Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih menunggu rancangan PP untuk karangtina wilayah sesuai UU No. 6 tahun 2018.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sedang mengupdate perkembangan penanganan wabah Covid-19 di Provinsi NTT. Keterangan pers ini disampaik an melalui aplikasi zoom dan live face book juga disiarkan live melalui Radio Swara NTT, Minggu siang (29/03/2020).

 

 

Demikian penyampaian Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Marius dan Kasubag Pers Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru, melalui siaran langsung Zoom dan live facebook pada Minggu (29/3/2020).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu (29/3/2020) pukul 14.00 Wita, NTT masih negatif Covid-19 namun jumlah orang dalam pemantauan atau ODP terus bertambah.

“Hingga siang ini pukul 14.00 Wita, jumlah ODP 460 orang, sembuh 49 orang dan yang menjalani Karantina Mandiri atau diam di rumah 403 orang. Yang sedang dirawat di rumah sakit 8 orang,” kata dia kepada pers di Kupang, Minggu siang.

Marius yang menyampaikan perkembangan Covid-19 melalui siaran langsung melalui aplikasi zoom dan live facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, lebih lanjut menjelaskan 8 rumah sakit yang sedang merawat ODP Coronavirus di NTT yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Yohanis Kupang 4 ODP, Rumah Sakit TC Hiller 1 ODP, Rumah Sakit Umbu Rara Meha 1 ODP, Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng 1 ODP dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang 1 ODP.

Marius mengatakan, saat ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT tidak ada karena 2 PDP telah sembuh.
“1 PDP yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi ke rumah sakit Komodo telah meninggal dunia tapi bukan karena Coronavirus,” jelas Marius.

Dijelaskan, data per Kabupaten/Kota yang masuk hingga saat ini terkait Covid-19 di NTT yakni, Kota Kupang : jumlah ODP 91 orang, yang sembuh 10 orang dan yang dirawat di RS. SK Lerik 2 orang.

Sementara ODP di Kota Kupang yang melakukan karantina mandiri 79 orang.
Kabupaten Lembata : ODP 22 orang, sembuh 4 orang dan yang sedang menjalani karantina madiri 18 orang. Manggarai Barat :44 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Kabupaten Kupang : 24 ODP dan 1 ODP sedang menjalani perawatan di RS. S.K Lerik Kota Kupang sementara 23 lainnya menjalani perawatan mandiri. Kabupaten Rote Ndao : 25 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri atau berdiam di rumah. Kabupaten Sumba Tengah : 7 ODP dan 3 telah sembuh sedangkan 4 ODP lainnya menjalani karantina mandiri.

Kabupaten Ngada 14 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri. Kabupaten Nagekeo : 17 ODP dan 3 telah selesai masa pemantauan atau sembuh, 1 ODP dirawat di RS TC Hiller Maumere dan 13 lainnya menjalani karantina mandiri.

Kabupaten Sabu Raijua : 4 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) : 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri. Kabupaten Sumba Barat 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Marius mengaku ada permintaan lockdown dari masyarakat NTT melalui berbagai media sosial tapi permintaan tersebut masih dikaji secara matang dari berbagai aspek.

“Ada permintaan lockdown tapi dapat kami jelaskan, lockdown itu kewenangan Pemerintah Pusat dan sekarang sedang dilihat perkembangan. Pemerintah Pusat sedang merancang Peraturan Pemerintah atau PP untuk melakukan Karantina Wilayah sesuai yang diatur dalam undang-undang No.6 tahun 2018. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PP ini bisa keluar,” papar Marius.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebut Marius, sangat menghargai semua masukkan dan komentar masyarakat diberbagai media sosial.
“Bapak Gubernur sangat menghargai komentar masyarakat diberbagai media sosial karena hal tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita menghadapi Covid-19. Pemerintah akan mengevaluasi perkembangan yang ada,” tambah Marius. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Comments
Loading...