Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Kadis Kesehatan NTT Diminta Hitung Berapa Biaya APD

0 63.111

KORANTIMOR.COM – KUPANGKunjungan “mendadak” dilaksanakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberi semangat dan motivasi tersendiri bagi gugus tugas penanganan Corona Virus Desease atau Covid-19 di Provinsi NTT. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi NTT, dokter Domi Minggu Mere, M.Kes diminta untuk menghitung kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD).

Kadis Kesehatan NTT, Dominggus Mere, M.Kes (kemeja putih bermasker hijau) dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat memberi keterangan pers terkait APD untuk penanganan corona virus atau virus Covid 19

“Arahan Bapak Gubernur untuk menyimpulkan berapa banyak kebutuhan APD; untuk semua rumah sakit sebagaimana yang tadi beliau sampaikan beberapa rumah sakit menjadi prioritas untuk segera dipersiapkan. Beliau sudah ada jalur untuk pengadaan APD,” ucap dokter Domi Mere kepada pers di sela-sela kunjungan Gubernur VBL di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Senin (23/03/2020).

Hal kedua, sebut dokter Domi, soal ketersediaan dokter spesialis paru. “Yang kedua, hal yang kita butuhkan dalam percepatan adalah ketersediaan dokter spesialis paru. Saat ini di NTT baru ada empat (4) spesialis paru,” jelas mantan Dirut Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Menurutnya, Gubernur NTT telah mengambil langkah untuk memobilisasi dokter paru tersebut. “Beliau sudah siapkan dan beliau sudah koordinasikan dengan Bapak Wagub bahwa akan stand by pesawat Trans Nusa yang jadwalnya akan ditentukan oleh Kadis Kesehatan untuk memobilisasi sesuai kebutuhan,” ucap dokter Domi.

Gubernur VBL juga, sebut dokter Domi, memberikan support kepada para petugas yang bertugas. “Bapak Gubernur juga memberikan support untuk petugas yang bertugas. Saat ini saya juga telah mengundang teman-teman dari organisasi provinsi; mereka akan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT; baik ikatan dokter, ikatan perawat, laboratorium dan sanitasi. Kami semua berkumpul dan merumuskan  peran apa yang bisa diambil berkaitan dengan upaya-upaya yang bisa diambil untuk tindakan kesehatan nanti dan juga upaya preventif dan promotif termasuk sosialiasi ke masyarakat agar tidak ada kegelisahan di lapangan,” katanya.

Hal yang penting, sambung dokter Domi, social distancing. “Tidak ada kompromi untuk hal ini. Kalian di rumah dan yang lain di lapangan untuk melayani. Karena  satu orang bisa menularkan ke puluhan orang,” tegas dia dan mengaku akan memesan rapid test sebanyak kurang lebih 10.000.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengaku, kehadiran Gubernur VBL dan Wagub Nae Soi sangat berarti terutama member kenyamanan secara psikologis bagi para dokter dan tenaga medis lainnya.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu A. Marius, M.Si saat memberi keterangan pers terkait kunjungan mendadak Gubernur NTT, VBL ke Kantor Dinas Kesehatan NTT pada Senin,23/3/2020

“Bahkan tadi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur meminta  kita membuat simulasi bagaimana jika diantara 101 orang ini ada yang positif,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Ditandaskan, dari 122 Orang Dalam Pemantauan atau ODP sejak 3 Maret 2020 lalu hingga kini menjadi 101. “Dibagi menjadi Kota Kupang 34, yang sembuh/selesai pemantauan 10 orang, jumlah saat ini 24 orang dan 1 orang masih dirawat di RS. Lembata 2 orang dan masih dirawat di RS, di Mabar 21, Kabupaten Kupang 2 orang, Sikka 15, TTS 4, Matim 1, Flotim 2, Malaka 1, Alor 1, Sumba Timur 6, Belu 5, SBD 8, Ende 3, Manggarai 6. Ende dari 3 orang 1 dirawat di RS, SBD di rumah, dan Sumba Timur ada 1 yang di rawat di RS. Alor dirawat di RS dan di Manggarai Barat ada 1 yang dirawat di RS,” ucap Marius.  (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Comments
Loading...