Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Pemprov NTT Membentuk Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19, Masyarakat Diminta Tenang

0 6.482

KORANTIMOR.COM – KUPANG24 orang di NTT  berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus (Covid 19). Menanggapi pandemik ini, menindaklanjuti Kebijakan Pemerintah Pusat yang menetapkan Covid 19 sebagai darurat kesehatan masyarakat, Pemerintah Provinsi NTT membentuk gugus tugas penanggulangan Covid 19. Masyarakat NTT dihimbau agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan pandemik tersebut kepada Pemerintah, khususnya pekerja medis yang sudah sedang bekerja keras hingga saat ini. Masyarakat diminta membatasi aktifitas di luar rumah (tetap di rumah saja dan menghindari keramaian serta menunda perjalanan keluar daerah untuk sementara waktu, red) dan menjaga jarak (social distance) guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si didampingi Kasubag Pers Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dalam jumpa pers di Ruang Media Center Kantor Gubernur NTT, Kamis (19/3/2020)

Hal ini disampaikan   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov. NTT) melalui Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si didampingi Kasubag Pers Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dalam jumpa pers di Ruang Media Center Kantor Gubernur NTT, Kamis (19/3/2020).

Dari jumlah 24 ODP tersebut, terbanyak ada di Kota Kupang yakni sebanyak 14 orang, disusul Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 7 orang, Lembata 2 orang dan Kabupaten Kupang 1 orang. “Sebagaimana kami laporkan sebelumnya, jumlah orang dengan kategori ODP hanya 15 orang, tetapi data ter-up date dari 22 Kabupaten/Kota di NTT hingga Rabu, 18 Maret 2020 pukul 21.00 Wita sudah bertambah menjadi 24 orang dalam kategori ODP, ” Ungkap Marius.

Pasien yang dalam status ODP itu, lanjut Marius, adalah seseorang yang memiliki riwayat pernah berada di daerah yang terpapar, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri yang pulang ke NTT, sehingga mereka harus memeriksakan dirinya untuk memastikan apakah orang itu dalam kondisi sehat atau tidak.

Berbeda dengan pasien dalam status pengawasan, dimana pasiennya telah menunjukkan gejala-gejala, seperti batuk, pilek dan sesak nafas yang didukung dengan hasil rontgennya.

Oleh karena itu, selain penanganan medis, Pemrov. NTT itu juga telah melakukan beberapa hal yakni; pertama, mengkonfirmasi ke Dinas Perhubungan Provinsi NTT untuk mengeluarkan sertifikat maskapai penerbangan yang  dapat menjadi refensi penerbagan yang aman digunakan agar tidak ada kecemasan masyarakat melakukan penerbangan dengan  maskapai penerbangan tertentu.

Kedua, masyarakat dihimbau agar tidak perlu cemas karena covid 19 dan ODP sudah sedang ditangani pihak Kesehatan atau medis.

Ketiga, menghimbau agar kegiatan yang melibatkan banyak orang dikurangi/dibatasi jumlahnya. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini juga, terkait dengan Tabisan Uskup Agung Ruteng, Pemerintah Provinsi NTT memberi mengapresiasi kepada Panitia Tabisan Uskup Agung Ruteng, sekaligus menyampaikan  permohonan maaf terkait arahan dan atau permintaan dari pemerintah  kepada panitia mengurangi jumlah kehadiran umat,” ujarnya.

Keempat, Pemerintah NTT juga menghimbau agar masyarakat NTT untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan keluar NTT. “Jangan keluar rumah atau di rumah saja dulu karena telah dianalisis bahwa ODP di NTT umumnya adalah mereka yang aktif melakukan perjalanan keluar NTT dan datang dari daerah lain ke NTT. Masyarakat diharapkan taat dan patuh pada arahan pemerintah,” ujar Marius.

Kelima, kebijakan meliburkan sementara semua sekolah [mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi) di NTT dari kegiatan belajar hingga 14 hari ke depan; mulai tanggal 20 Maret 2020 hingga April 2020.

Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg Dominikus Mere pada kesempatan bicaranya menjelaskan bahwa Covid-19 itu menyerang dari dua sisi yakni pernapasan bagian atas dan pernafasan bagian bawah. Menyerang pernafasan bagian atas seperti influenza biasa. Tetapi kalau menyerang pada pernapasan bagian bawah yang hasil pronomina gejalanya adalah sesak nafas berat, yang dibuktikan lagi dengan hasil radiologi, maka pasien seperti itu masuk dalam kategori pengawasan atau ODP.

Terkait jumlah 24 orang ODP tersebut, khusus untuk Kabupaten Lembata, saat ini ODP dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Tc. Hillers Maumere dan tinggal menunggu hasil pengiriman ke Laboratorium Puslitbang Kemenkes RI. 7 ODP di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat diisolasi di rumahnya masing-masing.Untuk Kota Kupang, ODP covid 19 dirawat di RSUD Prof.W.Z Johanes Kupang. “Sampai dengan Rabu, 18 Maret 2020 petang hanya 1 orang, yang menurut rencana, satu pasien ODP lagi akan dipindahkan dari Rumah Sakit Siloam ke RSUD W.Z Johanes Kupang pada Kamis, 19 Maret 2020,” ujarnya.

Kadis Domi Mere lanjut menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholders terkait di tingkat provinsi. Sebagai Kepala Dinas Kesehatan NTT Kadis Domi Mere sudah mengundang seluruh Kadis Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT serta seluruh Direktur RSUD se-NTT pihak perhimpunan RSUD se-NTT yang diketuai oleh dr. Yudit Maria Kota agar Dibangun pemahaman bersama. “Agar semua memahami kebijakan, arahan dan penatalaksanaan pasien Covid- 19 di wilayah masing-masing.  Termasuk membicarakan dukungan infrastruktur kesehatan dan mendengarkan laporan secara seksama dari teman-teman di daerah masing-masing, supaya Pemprov NTT bisa support kepada mereka yang merupakan pasukan terdepan untuk menghadapi Covid- 19. Oleh sebab itu perlu ada dukungan dari berbagai pihak agar teman-teman di lapangan bisa bekerja dengan baik,” jelasnya. (kt)

Comments
Loading...