Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

DPRD NTT Minta Gubernur NTT Segera PHK PT.Agogo, Tidak Boleh Diberi Toleransi Lagi

0 83.145

KORANTIMOR.COM – KUPANGAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT mememinta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT untuk segera melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap PT. Agogo Golden Group (AGG) dan tidak boleh memberi toleransi waktu  lagi karena sang kontraktor telah lalai dan tak mampu menyelesaikan Proyek Peningkatan Jalan Provinsi, Ruas Bealaing-Mukun-Mbazang segmen 2 senilai Rp 14,1 Milyar di Kabupaten Manggarai Timur.

Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat

Demikian dikatakan anggota DPRD NTT dari Daerah Pemilihan (Dapil) Manggarai Raya, Yohanes Rumat saat dimintai tanggapannya oleh Tim Media ini di Gedung DPRD NTT, Senin (16/3/20), terkait telah berakhirnya masa perpanjangan 90 hari kerja kepada PT. Agogo Golden Group untuk menyelesaikan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Bealaing-Mukun-Mbazang. Namun hingga saat ini perusahaan tersebut hanya mampu mencapai progres fisik proyek sekitar 60 persen. Perusahaan tersebut tak mampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak, walaupun telah diberi waktu hingga 10 bulan (300 hari kerja, red).

“PT. Agogo sudah tak mampu menyelesaikan pekerjaan selama 7 bulan (210 hari kalender, red). Lalu diberi tambahan waktu selama 90 hari tapi juga tak mampu menyelesaikan pekerjaan jalan Bealaing-Mukun-Mbazang.  Jadi perusahaan tersebut harus segera di-PHK,” tandasnya.

Ia meminta Gubernur NTT, Viktor Laiskodat untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT. Agogo Golden Group yang tak serius melaksanakan dan mendukung upaya gubernur membuka keterisolasian wilayah, khususnya di Manggarai Timur.

“Sangat disayangkan, niat baik gubernur untuk buka isolasi wilayah dengan alokasi dana besar, tapi terhambat oleh kontraktor yang tak becus bekerja. Jadi PT.  Agogo harus segera di-PHK agar pekerjaan jalan itu dilanjutkan oleh kontraktor lain yang mampu sesuai aturan yang berlaku,” tegas Rumat.

Menurutnya, Pemprov NTT tidak boleh mengambil kebijakan lain, selain melakukan PHK dan black list PT. Agogo Golden Group. “Kontraktor sudah jelas-jelas tak mampu, mau diberi kebijakan apa lagi? Harus segera di-PHK, di-black list dan sita jaminan pelaksanaannya untuk daerah,” desak Rumat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek Peningkatan Jalan Provinsi, Ruas Bealaing-Mukun-Mbazang senilai Rp 14,1 M yang dilaksanakan PT. Agogo Golden Group tidak mampu diselesaikan hingga masa akhir kontrak pada 13 Desember 2019. Dinas PUPR NTT memberikan tenggang waktu 90 hari (hingga 13 Maret 2020) dengan denda maksimal kepada PT. Agogo Golden Group untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun PT. AGG tak serius untuk menyelesaikan proyek tersebut hingga akhir tenggang waktu 90 hari.

Seperti disaksikan Tim Investigasi Media ini pada Selasa, 10 Maret 2020 (H minus 3, red) sekitar Pukul 10.00 Wita di lokasi proyek, tak ada aktivitas alat berat maupun tenaga kerja.  Satu unit Vibrator diparkir ditepi jalan, lokasi pekerjaan hotmix 2 km di Desa Rana Mbata, Kec. Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

1 unit excavator yang diparkir di lokasi kuari/tambang ilegal nampaknya tak pernah beranjak dari tempatnya sejak 1 bulan yang lalu [Februari] ketika Tim ini mendatangi lokasi tersebut.
Bahkan 1 unit excavator yang diparkir di lokasi kuari/tambang ilegal ampaknya tak pernah beranjak dari tempatnya sejak 1 bulan yang lalu ketika Tim ini mendatangi lokasi tersebut.

Kerikil kali/bulat bercampur banyak pasir dan sedikit batu pecah (yang dijadikan agregat B oleh PT. AGG telah dihampar dan digilas.  Masih terlihat sekitar belasan tumpukan material tersebut yang belum dihampar.

Walaupun telah digilas, material yang lebih banyak kandungan pasirnya (sehingga tidak saling mengikat itu, red) dengan mudah tergerus/terkikis air hujan. Lapisan material tersebut hanya sekitar 10-15 cm, bahkan batu telfor dan sisa-sisa aspal lapen pada badan jalan sebelumnya terlihat dengan sangat jelas di permukaan badan jalan yang telah dihampar material.

Gambar: kondisi Jalan Provinsi ruas Bealaing-Mukun-Mbasang segmen 2 (2 km) yang dikerjakan PT. Agogo Golden Group. Nampak kerikil kali/batu bulat bercampur banyak pasir dan sedikit batu pecah yang dipakai sebagai agregat B oleh PT. Agogo Golden Group dan yang telah dipapar dan digilas, rusak terkikis air hujan sehingga muncul batu telfor dan bekas aspal lama [10/3/2020].
Belum terlihat timbunan agregat A di lokasi tersebut. Bahkan sekitar 100 meter drainase yang rusak dan patah, belum diperbaiki sejak sebulan lalu.  Tak ada kemajuan pekerjaan drainase dan dinding penahan jalan.

Tak banyak kemajuan progres fisik jika dibandingkan saat Tim Media ini mendatangi lokasi tersebut. Kemajuan fisik yang terlihat hanya material yang telah dihampar dan digilas. (kt/tim)

Comments
Loading...