Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Terinspirasi Gubernur Laiskodat, Tim GPS Tetapkan Sabtu Sebagai Hari Bersih Sampah

0 97

KORANTIMOR.COM – KUPANGTerbentuknya Kelompok Gerakan Peduli Sampah Provinsi Nusa Tenggara Timur [GPS NTT] terinspirasi oleh kepedulian Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat akan kebersihan lingkungan[red. lingkungan bebas sampah]. Olehnya GPS NTT menetapkan hari Sabtu sebagai hari melakukan pembersihan sampah di tempat-tempat penting di Kota Kupang. Kelompok ini beranggotakan unsur pemerintah terkait dan organisasi non pemerintah serta kelompok masyarakat peduli sampah, termasuk organisasi media [pers] dan Mahasiswa.

Komunitas GPS saat melakukan pembersihan sampah di Pantai Lasiana [Sabtu, 1/3/2020]
Hal ini disampaikan oleh Ketua Koordinator GPS NTT, Orson Basoeki yang didampingi Stef Surat saat ditemui awak media di lokasi wisata Pantai Lasiana pada Sabtu  (29/02/2020).

Setiap hari sabtu  tim Gerakan Peduli Sampah  melakukan pembersihan pada beberapa area yang  tidak  terjangkau oleh Dinas Kebersihan; baik Kota maupun Provinsi.

“Disini kita terinspirasi dari bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang sangat peduli tentang sampah.  Pertama kali beliau turun  ke lapangan, melihat sampah beliau langsung spontan mengangkat sampah dan meletakannnya di tempat sampah dan pengamatan ini membuat kami tergugah. Awalnya kami hanya beberapa orang membentuk forum atau komunitas ini [GPS] dan kita sepakat untuk memberi nama komunitas ini Gerakan Peduli Sampah atau disingkat GPS.” Jelas Orson.

GPS itu juga Gubernur  yang minta, lanjut Orson,  karena menurut Gubernur GPS lebih cepat. Beliau sangat mengsuport GPS dan GPS juga meminta rekan-rekan media agar mensuport dengan berita-beriat terkait sampah di grup sehingga bisa dishare informasi tempat-tempat mana yang menjadi target pembersihan.

Orson lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk Sabtu ini GPS berkolaborasi dengan PMI ASN Dinas Pariwisata. GPS mengajak Kadis Pariwisata NTT, Wayan Darmawa bersama-sama membersihkan sampah di sekitar Pantai Lasiana karena dari dulu Pantai Lasiana adalah ikon Kota Kupang dan siapa saja yang datang ke Kupang tahu Lasiana.

“Jadi sekarang ini Lasiana menjadi pilot project untuk kita dan bukan hanya untuk Dinas Pariwisata, tetapi semua stakeholder dan semua warga masyarakat di sini. Apalagi tadi kita melihat sampah plastik yang begitu banyak. Tandas Orson.

Menurut Koordinator GPS itu, sampah plastik tidak bisa terurai dan bahkan sampai 500 tahun pun tetap saja tidak akan terurai. Dibakar pun plastik cuma berubah bentuk tetapi tetap plastik. Oleh karena itu personel GPS meng-collect sampah non-organik lalu memisahkannya untuk digunakan conblock.

Hari ini [Sabtu, 1/3/2020] GPS berkolaborasi dengan PMI untuk mencari donor darah dan ini momen yang sangat tepat dan sangat bagus karena tim GPS memiliki jadwal rutin setiap hari Sabtu. Konsekuensinya biar 1/2 orang yang hadir kegiatan tersebut tetap jalan.

Koordinator GPS NTT itu  juga juga atas nama komunitas GPS menyampaikan terima kasih kepada Doktor Messi selaku Kadis Sosial yang begitu meng-support kami melalui Tagana dan Tagana adalah tim utama kerja dalam tim GPS.

GPS menurut Orson mendapat komitmen dari beberapa koordinator untuk tetap melaksanakan pembersihan sampah setiap hari Sabtu.

Terkait hal ini Stef Surat juga menambahkan bahwa didalam WAG GPS ada semua Bupati seluruh NTT dan semua perangkat terkait. Misalnya Dinas Kebersihan dan Dinas Parawisata, dsb .

Stef menambahkan bahwa karena lokasi pilot project GPS berada di Kota Kupang, maka semua Camat dan Lurah dimasukan dalam grup WA dan GPS berharap selain komitmen untuk melakukan pembersihan sampah setiap hari Sabtu, juga terbentuklah GPS di seluruh daerah di NTT.

Sementara itu pada tempat yang sama, Letnal Kolonel Inf Purnawirawan Djibrael Samuel Lona, Komandan Menwa Mahadana, Dideoan dan awak media menegaskan bahwa kegiatan tersebut melaksanakan dan mendukung program dari Gubernur NTT sehingga Menwa Politani dan Politeknik serta Undana Kupang berkolaborasi dengan tim GPS.

“Harapan kami semoga kegiatan ini merupakan bukti Abdi Resimen Mahasiswa untuk mendukung program pemerintah untuk kebaikan umat manusia karena disini juga ada aksi donor darah. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan aman dan lancar serta tertib sehingga bisa berhasil sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu kebersihan dan kemanusiaan. Pungkas Djibrael. [kt/tim]

Comments
Loading...