Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Pemerintah Telah Melakukan Berbagai Upaya Memerangi DBD di Kabupaten Sikka

0 142

KORANTIMOR.COM – SIKKAAkhir-akhir ini gencarpemberitaan dibanyak media jumlah 11  orang dari ribuan warga Kabupaten Sikka yang terpapar DBD meninggal dunia. Atas peristiwa duka itu  Pemerintah Kabupaten Sikka pun menyampaikan belasungkawa mendalam. Lebih dari itu telah melakukan berbagai langkah dan upaya strategis [baik preventif maupun kuratif] melalui berbagai kegiatan memerangi DBD di Sikka.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Very Awales

Demikian penyampaian Pemda Kabupaten Sikka melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Very Awales melalui pesan Whatssap kepada awak media [Minggu, 1/3/2020] terkait penanganan penyakit DBD di Kabupaten Sikka.

Very menjelaskan bahwa kondisi anomali iklim akhir-akhir ini menyebabkan hujan sehari panas berhari-hari. Faktor ini turut memberi iklim yang baik bagi perkembangbiakan jutaan bahkan miliaran nyamuk Aedes Aegypti. 1 ekor nyamuk diperkirakan dapat memproduksi 150-200 jentik dan jumlah ini merupakan ancaman serius bagi setiap umat manusia.

Sengatan/gigitan 1 nyamuk saja mampu melumpuhkan daya tahan tubuh manusia, bahkan menurunkan trombosit dan kekurangan darah yang berakibat pada sakit malaria; baik malaria biasa Maupun malaria tropika.

Diawal tahun 2010 dan beruntun dari tahun ke tahun hingga saat ini nyamuk jenis Aedes Aegypti menyerang warga atau penduduk Nian Tana [Sikka].  Banyak korban meninggal akibat serangan nyamuk DBD tanpa mengenal profesi, jabatan dan kedudukan, bahkan usia baik dari balita dan anak-anak hingga orang dewasa serta orang tua dan lansia.

Lalu pertanyaannya sejauh ini Pemerintah Nian Tana sudah  melakukan apa saja?

Pertanyaan ini sering dilontarkan semua kalangan masyarakat; baik elit politik, maupun para aktifis atau praktisi sosial , termasuk berbagai akun palsu medsos yang keras dan tajam menuduh dan menghujat serta penuh nyinyir kepada Pemda Sikka. Bahkan hingga mempolitisir keadaan Dan memfonis Pemda Sikka seakan apatis terhadap persoalan DBD.

Very berpendapat ada segelintir pihak sedang digandrungi kepentingan politik alai-alai menyebut Pemerintah Daerah Sikka tidak berempati. Sungguh aneh dan tak terselami substansi pembentukan opini publik yang demikian itu. “Tapi lagi-lagi benarkah tuduhan itu?” Tanya Very.

Menurut Very, tentu itu TIDAK BENAR dan TIDAK berdasar. Pemda Kabupaten Sikka sesungguhnya telah melakukan berbagai upaya taktis dan strategis disertai aksi masif serta besar-besaran yang menyata; mulai dari himbauan, pengumuman, penegasan, edukasi, sosialisasi, aksi Jumantik, aksi Jumat Bersih serentak dan libur aktivitas rutin di hari Jumat bahkan menyatakan perang terhadap DBD. Selain itu menggalakan PNS, gerakan 4 M plus serta aksi fogging rutin di lingkungan masyarakat dan  berbagai kegiatan kuratif lain. Juga terkait DBD, Pemerintah Daerah  Sikka tiga kali menyatakan Kejadian Luar Biasa [KLB].

Terkait persoalan tersebut, Lanjut  Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka itu, Pemda Kabupaten Sikka sejauh ini telah membangun sinergi dengan berbagai pihak baik Pemda tingkat I maupun Pemerintah Pusat hingga seluruh unsur FORKOMPIMDA serta stakeholders lain di Sikka unutk memerangi penyakit DBD di Sikka. Termasuk menangani dampak di masyarakat terkait serangan DBD. [kt/Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka].

 

 

Comments
Loading...