Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Kadis Pertambangan ESDEM NTT: Proyek Sumur Bor Gerodhere Jadi Proyek Luncuran Ditahun 2020

0 87

KORANTIMOR.COMKUPANGProyek Sumur Bor di desa Gerodhere Kabupaten Nagekeo dengan sumber dana APBD I TA 2019 dan yang telah gagal selesai di 2019 telah diajukan ke DPRD NTT dan bahkan telah ditetapkan menjadi proyek luncuran tahun 2020.

Kadis Pertambangan ESDEM NTT, Yusuf Adu

Permintaan dimaksud telah melalui rapat DPRD NTT dan sementara menunggu keluarnya DPA. Setelah DPA keluar maka Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meminta pihak kontraktor memenuhi hal-hal penting antara lain memasang papan nama proyek di sana untuk memenuhi asas transparansi.

Hal tersebut disampaikan Kadis Pertambangan Energi dan Sumeber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yusuf Adu saat ditemui tim media di ruang kerjanya pada Senin (24/2/ 2020).

Kadis Yusuf Adu juga menjelaskan bahwa PPK terkait sedang tugas keluar ke Jakarta dan Kadis belum tahu masalah tersebut secara detail.

Jikalau ada masalah-masalah yang terjadi antara pihak kontraktor dan rekananya, dan atau hal terkait problem yang terjadi dilokasi pengeboran seperti pengakuan masayarakat dan direktur CV Kasih Budi Mulia kepada wartawan, Kadis Yusuf Adu mengatakan belum tahu secara detail dari Kabid Pertambangan yang juga merangkap sebagai PPK.

“Kabid Pertambangan, Jonni Dohoklory masih bertugas ke Jakarta sehingga nanti sekembalinya dari sana, saya akan meminta laporan lengkap tentang pengerjaan sumur bor tersebut” ucap Yusuf.

Lebih lanjut terkait alasan Sumur Bor di Gerodhere dijadikan proyek luncuran, kadis tersebut mengulangi alasan perusahaan dan PPK bahwa karena mesin pengeboran tidak memadai dan rusak.

Masalah ini, lanjut Kadis Pertambangan ESDEM NTT, telah dirapatkan bersama DPRD Provinsi NTT dan telah disetujui menjadi proyek luncuran tahun 2020 dengan maksud memenuhi asas manfaat bagi masyarakat Gerodhere.

Terima Uang Muka Tapi Proyek Tidak Berjalan

Sebelumnya pihak kontraktor telah mengakui kepada wartawan bahwa pihaknya telah menyerahkan uang muka kepada rekananya untuk mengerjakan proyek itu sejak November 2019, namun kemudian baru dikerjakan pada pertengahan Januari 2020.

Terkait hal ini Kadis ESDM mengatakan dirinya tidak tahu masalah tersebut dan pihaknya akan segera menanyakan hal ini kepada Kadis Pertambangan selaku PPK dan pihak kontraktor pelaksana serta rekananya.

Target 62 Sumur Bor Dari APBD I tahun 2019 Dengan Total Anggaran Rp 13,4 Miliar

Kadis menjelaskan bahwa sumur eksplorasi ada 41 unit, sumur produksi ada 12 unit, sumur optimalisasi ada 9 unit. Jadi jumlah semuanya ada 62 sumur dengan pagu anggaran APBD NTT 2019 sebanyak 13,4 Miliar.

Dari target 62 unit sumur, baru 2 unit sumur yang berhasil dikerjakan dan selesai ada airnya. Sedangkan yang belum selesai dikerjakan beberapa diantaranya yaitu Gerodhere dan Langa.

Terkait ini, Kadis Yusuf Adu memastikan pihaknya akan meminta kontraktor agar segera menyelesaikan sumur bor di Gerodhere lebih cepat dari waktu yang ditentukan dalam luncuran.

Pemberitaan Tim Media Sebelumnya Terkait Sumur Gerodhere

Sebagaimana pemberitaan salah satu media sebelumnya pada 20/2/2020, tentang proyek sumur bor Gerodhere yang diduga menyalahi aturan perjanjian pengerjaan proyek yang tidak dikerjakan tepat waktu dan menimbulkan kekesalan masyarakat, telah diklarifikasi seseorang yang berinisial SP yang mengaku salah satu staf khusus Gubernur bidang pengawasan.

Lewat Whasappnya SP mengatakan, berita tentang Sumur Bor Gerodhere dan foto-foto tidak benar.

Dia menjelaskan bahwa sesuai pemantauannya, pekerjaan sedang berjalan dan itu adalah proyek luncuran sampai bulan maret 2020.

Ditanggapi Tim Media bahwa tim media menurunkan berita berdasarkan penulusuran dan Informasi dari narasumber yang dapat dipercaya yakni Kepala Desa Gerodhere, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Gerodhere, Direktur CV Kasih Budi Mulia, Aleks UN dan beberapa tokoh masyarakat lainya di desa tersebut. Lebih dari itu telah dilengkapi dengan foto dan video yang telah dikirimkan pula ke pihak terkait. (kt/tim).

Comments
Loading...