Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Stunting Turun Jadi Syarat Pencairan Tahap III Dana Desa

0 196

KORANTIMOR.COMKUPANGDana Desa sudah mengalir 6 (enam) tahun di Kabupaten Kupang dimana ada sekitar Rp. 400 M lebih telah mengalir di semua Desa. Pemda Kabupaten Kupang melalui Dinas BPMPD menghimbau para kades dan unsur terkait di desa menggunakan Dana Desa sesuai maksud dan tujuannya. Termasuk untuk penurunan angka stunting di desa dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.

Kepala Dinas BPMPD Kabupaten Kupang, Charles M.L. Panie, MM

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas BPMPD Kabupaten Kupang, Charles M.L. Panie, MM pada momentum Musrembangcam Kecamatan Kupang Tengah di Aula Gereja GMIT Bethesda, Desa Mata Air- Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (20/2/2020).

Pemanfaatan dana desa tahun 2020 menurut Kadis BPMPD Kabupaten Kupang itu untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan. Dengan demikian diharapkan Dana Desa digunakan sesuai maksud dan tujuannya.

Mekanisme penggunaan dana desa tahun 2020 agak berbeda dengan 2019, terutama terkait pencairan termin.

Pertama, pencairan Dana Desa tahap I 40% dan tahap II 40% serta tahap III 20%. Terkait pencairan tahap III dana desa ada syaratnya.

“Harus ada rekomendasi turunya angka stunting di desa/kelurahan sebagai syarat agar tahap III Dana Desa bisa cair.” Ungkap Kadis Charles Panie.

Kedua, mekanisme pencairan dana desa 2020 yakni Dana Desa dari kas negara dicairkan langsung ke kas desa dengan tetap dicatat di kas Daerah/Kabupaten.

Lebih lanjut Kadis Chales menjelaskan bahwa pencairan tahap I yaitu persiapkan APBDES ke kecamatan untuk kemudian ke KPPS untuk kemudian diurus ke APBN untuk pencairan Dana Desa.

Charles Panie menambahlan bahwa ada program-program tertentu bisa memanfaatkan Dana Desa. Misalnya seperti pengadaan Sumur BOR. Setelah ada sumur bor diharapkan setiap KK dimotivasi melakukan kegiatan dapur hidup.

Salah satu tujuan kegiatan dapur hidup dimaksud ialah untuk mengurangi 50% angka stunting di desa. Selain dapur hidup diminta kades-kades juga kembangkan budidaya unggas untuk ketersediaan protein dari daging dan telur.

Selain Dapur Hidup, dana desa juga dapat dimanfaatkan untuk program rumah tidak layak huni di desa.

“Gubernur NTT dan semua Bupati/Wali Kota se NTT sepakat menggunakan dana desa untuk program rejabilitasi rumah tidak layak huni dengan target 10 unit rumah/desa. Alokasi dana Rp 20 juta/rumah.” Paparnya.

Terkait rumah tidak layak huni, Kadis Charles minta kades-kades jeli dan selektif dalam menentukan penerima manfaat program***

Hadir dalam kegiatan Musrembangcam Kupang Tengah antara lain sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Kupang yakni Yakobus Klau, Sofia Malelak, Dominggus Atimeta, David Daud, Ketua Majelis GMIT Bethesda Mata Air, sejumlah Kades dan BPD se Kecamatan Kupang Tengah, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, Danramil 1604-01, Kapolsek Kupang Tengah, sejumlah perwakilan LSM dan instansi pemerintah Kabupaten Kupang. (kt)

Comments
Loading...