Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Ketua PWNU NTT Ketua Pesparani 2020, Bukti NTT Terbaik Dalam Toleransi

0 109

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, H. Jamaludin Ahmad, ditunjuk sebagai Ketua Umum Pesta Paduan Suara Nasional [PESPARANI] ke-2 Tahun 2020. H. Jamaludin pun menegaskan bersedia sebagai Ketua Umum (Ketum) kegiatan Pesta Paduan Suara Nasional (Pesparani) ke-2 Tahun 2020 sebagai bukti masyarakat NTT sangat menjungjung nilai toleransinya.

Salah satu alasan H. Jamaludin menerima tugas tersebut ialah peran merawat kebhinekaan bangsa dan negara Indonesia.

“Saya bersedia bertanggungjawab mengurus kegiatan Pesparani Nasional ke-II tahun 2020 karena kegiatan tersebut lebih dari sekedar urusan agama. Terutama bagaimana peranserta merawat kebhinekaan bangsa ini.” Ujar H. Jamaludin pada kesempatan bicaranya kegiatan jumpa pers acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang pada Rabu [11/2/2020].

Hadir pada kesempatan tersebut para pembicara/narasumber yakni; Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yampormase.

Selumnya, penunjukkan Ketua PWNU NTT oleh Gubernur NTT sempat mengundang diskusi hangat di media masa oleh kelompok yang menganggap kebijakan sang Gubernur itu bukan hal yang biasa [=aneh]. Namun Jamaludin meyakinkan bahwa menjadi Ketua Umum Pesparani bukan berarti sekaligus merubah status keagamaannya, ia tidak berpindah agama.

“Apakah orang-orang yang menjadi ketua kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di berbagai daerah dari kalangan Kristinai lalu berpindah agama. Tidak juga kan? Ini konteksnya merawat kebhinekaan dan toleransi, jadi saya terima dengan bangga. Yang utama disini bagaimana kita membangun pijakan moral bangsa dan merajut kebangsaan serta merajut toleransi.” Tandas H. Jamaludin.

Dengan diterimanya tugas tersebut, H. Jamaludin dibebastugaskan sementara dari jabatannya sebagai Asisten I Gubernur NTT hingga kegiatan Pesparani selesai.

Walau awalnya merasa berat menerima amanah tersebut, namun ia tetap menerima tugas tersebut sebagai amanah untuk memberikan warna toleransi di dalamnya. “Kita ingin berbagai pihak di NTT terlibat untuk memperkenalkan toleransi dan kebersamaan melalui kegiatan ini sesuai tema utama kegiatan yakni Dari NTT Untuk Nusantara.“  Ujarnya sambil ternyum lebar. [kt]

Comments
Loading...